Kemenangan ISLAM

Agustus 21, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ada orang brtanya: “Apakah Islam menjanjikan kemenangan bg Ummatnya?”

Maka jawabnya: Ya benar! Tidak ada keraguan! Janji kemenangan ini diprasastikan dlm ayat Al Qur’an:

Huwalladzi arsala rasulahu bil huda wa dinil haqqi li yuzh-hirahu ‘alad dini kullihi, wa kafa billahi syahida

(Dialah Allah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, agar Dia menangkan -Rasul & agamanya- atas segala agama; dan atas perkara ini cukuplah Allah jadi saksinya). Surat Al Fath: 28.

Kemenangan Tak Mesti Bermakna Politik

Kemenangan Tak Mesti Bermakna Kekuasaan Politik

Dengan redaksi yang mirip, ayat serupa disebut dlm Surat At Taubah dan Ash Shaff. (Seolah brmakna, untuk mencapai Al Fath, kita harus At Taubah dulu, lalu merapikan Ash Shaff).

Ini adalah dalil universal tentang kemenangan Islam “alad dini kullihi” (atas segala agama, ideologi, isme, teologi, doktrin, dan seterusnya).

KEMUDIAN datang pertanyaan berikutnya: “Jika Islam memang dijanjikan kemenangan, mengapa kondisi Ummat Islam saat ini terpuruk, lemah, terpecah belah? Mana bukti janji kemenangan itu?”

JAWABNYA sebagai berikut:

Manusia sering membatasi makna kemenangan dalam arti kekuasaan politik; padahal tidak smata itu. Bila kemenangan hanya brmakna politik, maka tabiat kekuasaan itu sifatnya turun-naik, jatuh-bangun.

Betapa TIDAK BERSYUKUR-nya kita jika memaknai nikmat kemenangan sebatas kekuasaan politik saja.

Saudaraku, apa yang Allah janjikan dalam Kitab-Nya adalah benar. Kemenangan bahkan berlaku di segala zaman dan tempat. Namun makna kemenangan itu luas, SELUAS bidang-bidang kehidupan manusia sendri.

Maka kemenangan agama ini Allah tampakkan dalam nilai-nilai keunggulan, seperti: Ketinggian ilmu keislaman, kejelasan konsepsi Tauhid, kemuliaan akhlak kaum Muslimin, kesucian konsep moral Islam, keadilan Syariat, kesatuan dan persaudaraan Ummat dalam satu ikatan, ketinggian peradaban, keunikan simbolnya, keunggulan model keluarga, dan sbgainya. Banyak skali nilai-nilai keunggulan ini, seperti dijelaskan para ulama & cendekiawan Islam.

Smua ini adalah bukti-bukti KETINGGIAN ISLAM. Hal-hal demikian tidak akan kita temukan BERKUMPUL dalam satu agama atau ideologi, selain ISLAM.

Rahasia kemenangan ini dijelaskan dalam Kitabullah: “Ya aiyuhal ladzina amanu udkhulu fis silmi kaaffah” (wahai orang-orang beriman masuklah ke dlm Islam scara kaaffah).

Hakikat Islam Kaffah (integral) inilah yang mengalahkan semua agama-agama. Dan suatu saat, bila waktunya tiba, akan datang momen kemenangan politik untuk menyempurnakan hakikat kemenangan ini. Maka bersyukurlah, bersabarlah, dan tetap istiqamah.

Demikianlah, semoga Allah memberikan berkah, hikmah, & kemuliaan kepada kita. Amin ya Sallam.

(Abah).

Iklan

Antara ISIS dan Al Qa’idah

Agustus 21, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam sebuah artikel di Voa-islam.com, disebutkan pernyataan dari seorang Mufti negara Teluk. Beliau mengatakan, bahwa ISIS dan Al Qa’idah adalah musuh nomer satu Ummat Islam.

Menurut kami pernyataan demikian kurang bijak. Di bawah ini sedikit komentar yang bisa kami sampaikan:

Kaum Muslimin harus mengetahui, ISIS berbeda dengan Al Qa’idah, meskipun awalnya sama.

Ceritanya kurang lebih sebagai berikut:

Harus Bijak dalam Menilai Para Pejuang

Harus Bijak dalam Menilai Para Pejuang

Pasca WTC 11 September 2001, pemerintah Thaliban diserang Amerika & Sekutu. Efek samping dari serangan ini, struktur organisasi Al Qa’idah hancur lebur. SDM, asset, dana, jaringan, fasilitas mereka rusak parah.

Tapi pihak Thaliban cepat berbenah. Upaya recovery-nya berjalan cepat, meskipun dg suasana sistem baru. Mungkin karena mereka memang mayoritas asli warga Afghan.

Sedang pihak Al Qa’idah merasa terlunta-lunta, karena mayoritas branggota militer non Afghan. Melihat cepatnya recovery Thaliban, para pemimpin Al Qa’idah berembuk; bgmana kalau Al Qa’idah tunduk kepada otoritas Thaliban, agar dapat perlindungan penuh? Mereka pun setuju.Sejak itu Al Qa’idah jadi organisasi di bawah Thaliban.

Ini ada dampaknya, Al Qa’idah jadi lebih moderat. Kata orang, “tidak lagi main kopar kapir”. Thaliban menempatkan Al Qa’idah sebagai missi Jihad di luar wilayah Afghan; semacam ada sinergi.

Tatkala meledak konflik Suriah, Al Qa’idah di-drive masuk ke sana. Tapi dengan nama Jabhah Nusroh, agar tidak mndapat penolakan di dunia Islam. Sedangkan ISIS bermula dari missi Jihad Al Qa’idah di Irak pasca invasi Amerika tahun 2003.

Organisasi missi Jihad ini salah satunya dipegang Abu Mushab Zarqawi yang diindikasi membawa paham “kopar kapir”. Pusat Al Qa’idah tidak bisa sepenuhnya mengekang organisasi di Irak ini. Missi di Irak sering jalan sendiri. Misalnya, Abu Mushab dkk bentuk Islamic State, tanpa izin ke pemimpin Al Qa’idah; mereka bentuk ISIS juga tanpa izin; mereka garap Suriah, juga melanggar komando; mereka umumkan Khilafah, lagi-lagi dengan melanggar izin. Banyak skali pelanggaran ISIS kepada otoritas Al Qa’idah.

Yang paling terlalu, ISIS mengajak para pejuang di berbagai negara untuk membelot dari sentral Al Qa’idah.

KESIMPULAN: “Al Qa’idah versi lama beda dg yang baru. Versi baru lebih moderat. Tdk menganut paham takfir.” Bahkan ulama rujukan Al Qa’idah seperti Abu Mush’ab As Suri, Athiyatullah Al Libi, Abu Qatadah, dan sebagainya sangat hati-hati dalam perkara TAKFIR.

Dan semua aksi-aksi teror yang trjadi di Indonesia, TIDAK ADA kaitan dengan Al Qa’idah. Tidak ada itu. Mengapa? Karena sejak tahun 2001, 2003, 2011, hingga saat ini mayoritas energi Al Qa’idah terkuras dalam konflik di Afghan, Irak, Yaman, Somalia, Suriah, dan lain-lain. Jadi tidak ada waktu untuk buat aksi-aksi di Indonesia.

MAKA ITU…janganlah menyebut orang-orang yang membela Ummat teraniaya sebagai musuh Islam nomer satu. Itu jelas keliru!

Wallahu a’lam bisshawaab.

(Mine).


Bendera MERAH-PUTIH dan Tauhid

Agustus 18, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Seiring masa-masa peringatan Kemerdekaan RI ke-69, mari kita sedikit berbicara tentang bendera Merah-Putih dalam perspektif Tauhid. Pembicaraan ini sangat sensitif, tapi perlu dilakukan, untuk menjembatani gap yang cukup dalam antara kaum Nasionalis dan Islamis.

Terkait masalah posisi bendera Merah-Putih ini ada dua pendapat ekstrim yang berkembang selama ini, yaitu: a. Pendapat yang mengaitkan bendera itu dengan kemusyrikan, setiap orang yang menghormatinya dituduh terlibat kemusyrikan, serta larangan menggunakan bendera ini dengan alasan ASHABIYAH (nasionalisme); b. Pendapat kedua yang mengaitkan bendera ini dengan nilai kesucian, sakral, ritual, serta mengagungkannya seperti mengagungkan simbol-simbol keagamaan.

SIMBOL SEBUAH BANGSA dan PERINGATAN MOMEN KEMERDEKAAN

SIMBOL SEBUAH BANGSA dan PERINGATAN MOMEN KEMERDEKAAN

Dalam hal ini, kami ingin menjelaskan suatu perspektif moderat yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum Muslimin di negeri ini. Bendera Merah-Putih memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak boleh diabaikan; tetapi cara menyikapinya juga jangan berlebihan, seolah ia memiliki nilai “sakral” yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Mari kita melihat isu ini lebih dekat…

[1]. Sungguh, bendera Merah-Putih memiliki kelebihan dibanding bendera-bendera lain. Dalam bendera ini HANYA ADA PADUAN WARNA saja, tanpa ikon, simbol, atau bentuk-bentuk tertentu. Benar-benar murni hanya warna saja, sehingga nilai bendera ini ya tergantung pemaknaan warna itu sendiri.

[2]. Makna yang kita kenal selama ini, MERAH artinya berani; sedangkan PUTIH artinya suci. Makna berani dan suci, keduanya merupakan makna-makna positif dalam ajaran Islam. Dalam Al Qur’an disebutkan makna keberanian: “Wa lam yakhsya illa Allah” (tidak merasa takut, selain hanya kepada Allah). Ayat ini jelas bermakna keberanian. Kemudian dalam hadits disebutkan: “Ath thahuru minal iman” (kesucian adalah bagian dari iman). Bahkan dalam ayat disebutkan, Allah menyukai orang-orang yang menjaga kesucian dirinya.

[3]. Dari sisi warna, Rasulullah SAW menyukai warna putih. Beliau juga memiliki jubah berwarna merah. Disebutkan oleh sebagian Shahabat RA, manakala Rasulullah memakai jubah warna merah, serasa tidak ada lelaki lain yang lebih tampan dari beliau. Baik warna putih atau merah, keduanya termasuk warna yang disukai Rasulullah SAW.

[4]. Kalau kita perhatikan kostum umumnya kaum Muslimin di Arab, terutama di Saudi; mereka banyak memakai warna putih-putih, dengan mengenakan sorban garis-garis merah. Hal ini merupakan pemandangan yang lazim. Sorban di kelapa warna merah, pakaian gamis dan celana putih. Merah-putih.

[5]. Bagi bangsa Indonesia sendiri, bendera merah putih merupakan PERINGATAN PERJUANGAN MEREBUT KEMERDEKAAN. Dulu orangtua-orangtua kita berjuang merebut kemerdekaan, dengan simbol Merah-Putih. Saat ini kaum Muslimin sedunia terus mendoakan agar bangsa Palestina mendapatkan kemerdekaan dari Zionis Yahudi. Nah kemerdekaan seperti itu yang dulu diperjuangkan oleh orangtua-orangtua kita (para pejuang).

[6]. Secara umum, Allah Ta’ala menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar saling mengenal. Kita sebagai bangsa Indonesia adalah buah dari ketetapan dan takdir Allah, sebagai sebuah bangsa. Tidak mengapa sebuah bangsa memiliki ciri atau simbol tertentu, asalkan SIMBOL ITU TIDAK BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT. Jika melihat simbol bendera MERAH-PUTIH, insya Allah tidak ada yang bertentangan dengan Syariat; malah selaras.

Mungkin akan menjadi pertanyaan: Bagaimana dengan ritual hormat bendera setiap hari Senin? Bagaimana dengan sikap hormat bendera? Bagaimana dengan sikap mensakralkan bendera dengan sikap-sikap ritualis tertentu?

JAWABAN atas pertanyaan ini mungkin lebih tepat jika diajukan kepada para ulama yang kompeten, seperti para ulama MUI dan semisalnya.

Adapun kami sendiri jika boleh berpendapat, akan bersikap kira-kira sebagai berikut:

= Tidak mengapa mengibarkan bendera Merah-Putih, sebagai identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Begitu juga mengibarkan bendera, untuk memperingati momen perjuangan para pendahulu dalam melawan dan mengusir penjajah.

= Sikap hormat bendera, sebaiknya dilakukan sebagai bentuk formalitas,

tanpa diniatkan di hati untuk mengagung-agungkan seperti layaknya simbol keagamaan yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya.

= Orang-orang yang melakukan hormat bendera, janganlah dituduh sebagai bagian dari kemusyrikan; karena hal-hal demikian ini bukan perkara besar yang bisa mengeluarkan manusia dari batas-batas keimanan. Hendaknya kita berhati-hati tatkala berbicara tentang keimanan.

Demikian beberapa tulisan sederhana. Semoga bermanfaat dan bisa memberi sedikit tambahan wawasan. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abah).


SOLUSI untuk Warga Ghaza dari Penghancuran Zionis

Agustus 5, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sampai saat ini agresi rudal-rudal Zionis Yahudi ke Ghaza telah memakan korban sangat banyak. Sekitar 1.800 jiwa sudah meninggal, 8000 manusia terluka, ratusan rumah, gedung-gedung, pasar, dan fasilitas sosial hancur lebur. Subhanallahu wa masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah; tsumma nas’alullah al ‘afwa wal a’fiyah zhahira wa bathina. Amin.

Di sini kami akan coba sampaikan sebuah SARAN SOLUSI untuk menghadapi bencana-bencana serupa di masa nanti. Kita tahu bahwa bombardemen Zionis Yahudi ini sudah dilakukan pada tahun-tahun lalu, baik tahun 2008 maupun 2012. Caranya sama, sadisnya sama, korbannya juga kurang lebih sama. Dengan melihat model serangan yang sama, masyarakat Ghaza bisa melakukan SOLUSI AKTIF untuk mengantisipasi serangan serupa.

Kami sangat berharap kepada siapapun di antara kaum Muslimin, atau pembaca risalah ini, untuk menyampaikan saran solusi ini kepada saudara-saudara kita di Ghaza sana. Mohon bantuannya untuk translate, serta disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan di Ghaza sana. Insya Allah saran yang kami ajukan ini cukup realistik dan mudah dilaksanakan.

Bunker Perlindungan di Bawah Tanah

Bunker Perlindungan di Bawah Tanah

Seperti biasa, mari kita baca fakta-faktanya sebelum akhirnya mengemuka pada solusi kongkret:

[a]. Sebagian besar korban jiwa atau terluka di Ghaza saat ini adalah karena terkena reruntuhan bangunan, dinding, tembok, atap, kayu, dan sebagainya. Artinya, saat terjadi serangan rata-rata warga Ghaza berada di rumah mereka. Ini FAKTA besar yang mesti kita perhatikan dengan cermat.

[b]. Kalau melihat modus serangan Zionis Yahudi ke warga Ghaza, sebagian besar menggunakan rudal, roket, tembakan bom, mortir yang diarahkan ke rumah-rumah, gedung-gedung, pemukiman, dan sebagainya. Model serangan serupa pernah ditujukan kepada masyarakat Irak saat invasi Amerika 1991 dan 2003. Ketika itu Amerika dan Sekutu juga menghujani penduduk Irak dengan ribuan ton bom dengan harga triliunan dolar Amerika. Cara yang sama juga dilakukan Amerika ketika menghujani Afghanistan dengan ribuan rudal untuk meruntuhkan pemerintah Thaliban. Korban dari serbuan rudal demikian hingga jutaan manusia Muslim. Nas’alullah al ‘afwa wal ‘afiyah.

[c]. Pada Perang Teluk tahun 1991 dan 2003, banyak sekali rakyat Irak menjadi korban keganasan rudal-rudal Amerika. Tapi herannya, militer Irak cukup mampu bertahan dan melakukan perlawanan. Bagaimana caranya? Mereka sembunyi pada bunker-bunker persembunyian di bawah tanah. Bahkan Saddam Husein pun ditemukan saat dia sedang bersembunyi di lubang persembunyian bawah tanah yang cukup dimasuki untuk dirinya sendiri.

[d]. Masyarakat California Amerika sering mengalami serangan Tornado. Tornado jika sudah menyerang, bisa menerbangkan rumah-rumah, pohon, mobil, benda-benda berat, dan lainnya. Rata-rata pemukiman yang diserang Tornado rata dengan tanah. Masyarakat di sana menyiasati serangan Tornado dengan membuat bunker persembunyian di bawah tanah. Bagi mereka, hancurnya rumah masih bisa diperbaiki, asalkan nyawa mereka tetap selamat.

[e]. Para pejuang Hamas sendiri selama ini sangat terkenal dengan keahliannya membuat terowongan-terowongan bawah tanah. Meskipun mereka diboikot dari berbagai arah, tetapi tetap eksis dengan giat membuat terowongan-terowongan. Meskipun banyak yang ditutup atau diruntuhkan oleh Zionis Yahudi dan Mesir, tetapi terowongan itu terus bermunculan. Artinya, kalangan Hamas dan rakyat Ghaza sudah sangat familiar dengan bentuk-bentuk konstruksi bawah tanah.

Dari fakta-fakta di atas, maka warga Ghaza perlu memikirkan cara mengamankan diri dengan cara sederhana, tetapi cukup efektif untuk menjaga keselamatan dan eksistensi kehidupan. Untuk itu kami menyarankan beberapa poin sebagai berikut:

Lindungi Nyawa Warga Ghaza

Lindungi Nyawa Warga Ghaza

[1]. Jika nanti perang sudah mereda, silakan bereskan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang berserakan. Setelah itu hendaknya setiap rumah atau gedung membuat tempat-tempat persembunyian (bunker) di bawah tanah.

[2]. Bunker ini fungsinya adalah untuk tempat berlindung sementara dari risiko tertimpa bangunan, tembok, batu, kayu, dan sebagainya. Prinsip yang dipegang di sini: “Biarkan gedung/bangunan hancur karena serangan, tetapi nyawa manusia masih bisa diselamatkan.”

[3]. Tentu saja bunker ini harus dilengkapi sarana-sarana untuk bertahan hidup dalam waktu tertentu, misalnya di sana ada tempat makanan, minuman, obat-obatan, saluran udara, sumber cahaya, serta alat-alat darurat yang dibutuhkan.

[4]. Upaya memakai bunker-bunker ini sifatnya sementara saja, selama masyarakat Ghaza mendapat gempuran bom-bom dari Zionis Yahudi. Jika keadaan sudah mereka. Silakan keluar dan beraktivitas kembali.

[5]. Pihak pemerintah di Ghaza harus membantu usaha membuat bunker-bunker perlindungan ini, serta membuat SIRINE UMUM yang sewaktu-waktu dinyalakan secara intensif jika Zionis Yahudi tiba-tiba melakukan serangan. Setiap ada serangan Yahudi, sirine harus dibunyikan, untuk meminimalisir jatuhnya korban.

Dengan cara demikian, maka warga Ghaza tidak akan menjadi bulan-bulanan Zionis Yahudi. Mereka bisa tetap hidup, tumbuh, berkembang, dan terus berjuang untuk mencapai kemerdekaan, kedaulatan, serta martabat hidup. Tentu saja, cita-cita bagi bebasnya MASJIDIL AQSHA yang diberkahi Allah Ta’ala.

Demikian, semoga saran sederhana ini bisa membantu meminimalisir jatuhnya korban-korban kaum Muslimin akibat kekejaman Zionis Yahudi -semoga Allah segera merobohkan pilar-pilar angkara murka mereka-. Amin.

Terimakasih, alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).