Puasa Arafah Saat Muslimin Wukuf di Arafah…

September 26, 2014

Bismillahirrahmaanirrahim.

=> Pada momen Idul Adha 1435 H ini tampaknya kaum Muslimin akan berbeda pendapat tentang Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dan momen Idul Adha. Pemerintah Indonesia memutuskan Hari Raya Idul Adha pada tanggal 5 Oktober, sehingga puasa Arafahnya tanggal 4 Oktober. Sementara kementrian agama Saudi menetapkan Hari Arafah pada 3 Oktober, sedangkan Idul Adha pada 4 Oktober.

=> Singkat kata, kita mau ikut yang mana ya? Mau ikut kementrian agama Saudi atau Depag RI?

=> Kalau merujuk fatwa ulama-ulama Saudi, termasuk lembaga Lajnah Daimah, mereka menasehatkan agar kaum Muslimin ikut keputusan pemerintah masing-masing di wilayahnya; tidak harus mengikuti keputusan kementrian agama Saudi. Jadi singkat kata: silakan puasa di negeri masing-masing, silakan berhari-raya di negeri masing-masing, sesuai keputusan pemerintah negeri masing-masing.

=> Kalau kami memandang: kaum Muslimin lebih layak mengikuti momen Wukuf yang sedang terjadi di padang Arafah, Kota Makkah. Jika Wukuf 9 Dzulhijjah pada tanggal 3 Oktober 2014, ya silakan puasa di hari itu, besoknya baru melaksanakan Shalat Idul Adha (jika ada yang menyelenggarakan).

Di Padang Arafah Ummat Melaksanakn Wukuf

Di Padang Arafah Ummat Melaksanakn Wukuf

=> Mengapa kami berpendapat demikian? Apakah kami coba membangkang kepada para ulama?

=> Ada sekian alasan yang bisa kami kemukakan untuk mendukung pendapat ini, antara lain sebagai berikut:

[1]. Hari Raya Idul Adha tidak identik dengan Hari Raya Idul Fithri. Ada perbedaan mendasar di sana, yaitu terkait kekhususan Kota Makkah yang memiliki Padang Arafah di tengah-tengah kehidupan kaum Muslimin. Kekhususan ini sama seperti khususnya Padang Arafah, Mina, Kota Makkah untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah. Haji dan Umrah tidak bisa dilakukan, selain di Kota Makkah dan sekitarnya.

[2]. Coba perhatikan, saat para jamaah Haji sedang Wukuf di Arafah, apa yang mereka pikirkan tentang saudara-saudaranya yang tidak sedang melaksanakan Haji (Wukuf)? Pastilah mereka membayangkan, para saudaranya kaum Muslimin itu sedang melaksanakan puasa Sunnah Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah. Lha, kalau saat Wukuf malah kita yang tidak sedang melaksanakan Haji tidak berpuasa, malah berpuasa pada hari berikutnya; berarti salah satu bentuk Syariat Islam sudah gugur. Syariat yang mana? Ya itu dia, bagi jamaah Haji tidak berpuasa di Arafah, sedangkan bagi yang tidak Haji melaksanakan puasa Sunnah.

[3]. Alasan lain, di zaman Nabi SAW dan para Shahabat RA tidak ada perselisihan tentang masalah ini. Ketika di Makkah sedang Wukuf, maka rakyat Muslim di kota-kota lain melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Mereka tidak mengadakan momen-momen puasa sendiri mengikuti kehendaknya sendiri, tetapi melihat pelaksanaan Wukuf di Makkah.

[4]. Ada yang berdalil dengan “rukyat setiap negeri” pada hadits “rukyatnya Muawiyah di Damaskus”. Kalau hadits ini dijadikan dalil bagi pentingnya hari raya di setiap negeri sendiri-sendiri, maka akan terbit masalah besar. Masalah apa? Ingat, Damaskus itu adalah kota, seperti juga Madinah dan Makkah. Jika masing-masing kota melaksanakan acara sendiri-sendiri; maka Surabaya sendiri, Jakarta sendiri, Palembang sendiri, Medan sendiri, Makassar sendiri, Jayapura sendiri. Wallahu akbar, bagaimana nasib Ummat ini kalau setiap kota (seperti Damaskus) punya keputusan sendiri-sendiri. Sebenarnya dalam hadits “rukyat Muawiyah” itu ada illaj-nya (konteks). Di sana sang perawi tidak mengetahui informasi yang terjadi pada kota-kota berbeda, melainkan setelah melakukan perjalanan bulanan. Artinya, informasi rukyat itu tersekat antar kota; penduduk suatu kota tidak tahu keadaan kota yang lain. Di zaman modern, ketika piranti informasi/komunikasi dimudahkan, ya mestinya tidak menjadi masalah.

[5]. Mayoritas kaum Muslimin melaksanakan ibadah sesuai keadaan Wukuf di Kota Makkah. Dengan asumsi, mereka tahu informasi Wukuf di sana dan mereka tahu bahwa saat Wukuf sedang berlangsung, kaum Muslimin yang tidak melaksanakan Haji disunnahkan berpuasa. Jadi perhimpunan manusia yang sepakat dengan momen Wukuf ini adalah perhimpunan besar seluruh dunia; sedangkan yang menentukan rukyatnya sendiri-sendiri, mereka berbeda-beda satu sama lain. Perkumpulan ini sudah bisa dimaknakan sebagaimana dalam hadits “yauma tashumuna” (hari ketika kalian berpuasa). Faktanya, saat itu mayoritas kaum Muslimin di dunia sama sikapnya.

[6]. Menyamakan momen puasa Arafah dan Idul Adha dengan keputusan Wukuf di Kota Makkah, adalah jalan praktis untuk menghimpun Ummat dalam kesatuan, persatuan, dan persaudaraan. Di sini menutup pintu-pintu persengketaan, saling mencela, saling menghina; namun justru terbit harapan untuk saling bersatu, bersama, dan seragam. Hal-hal berupa nikmat Allah yang menghantar kepada Kesatuan Ummat harus disyukuri.

[7]. Bagaimana seandainya -paling kasarnya- sampai tidak terjadi Wukuf di Arafah, karena tidak ada pelaksanaan ibadah Haji di sana? Ya, kalau kondisinya darurat, ya kita boleh melakukan rukyat sendiri-sendiri; tapi lebih utama kalau rukyat itu menghimpun jumlah kaum Muslimin yang besar. Semakin banyak yang bersatu, semakin baik.

[8]. Lalu bagaimana kalau keputusan kementrian agama Saudi asal-asalan, seenaknya sendiri menetapkan rukyat, tidak didukung data-data hisab dan astronomi? Jawabnya: Kalau mereka main-main, dosa manusia sedunia mereka tanggung di pundaknya; kita tidak ikut-ikutan menanggung dosa. Kita tetap dinilai beramal saleh sesuai niat dan kemampuan kita.

=> KESIMPULAN: Silakan laksanakan puasa Sunnah Arafah pada saat kaum Muslimin Wukuf di Padang Arafah, dan laksanakan Idul Adha sehari sesudahnya.

=> Demikian, semoga bermanfaat. Terimakasih. Billahil huda wat taufiq.

(Weare).

Iklan

Komando, Loyalitas, dan Militansi

September 26, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

*) KOMANDO adalah otoritas dari level pemimpin kepada para bawahan atau anak buah, yang ditaati secara penuh, tanpa reserve. Misalnya komando seorang perwira kepada prajurit; pimpinan ormas kepada pengikut; pimpinan aksi kepada para pendukung aksi.

*) LOYALITAS adalah kesetiaan seseorang/sekelompok orang kepada pihak tertentu, dengan alasan apapun. Misalnya, suporter bola loyal kepada timnya; para santri loyal kepada kyai pesantren; anggota partai loyal kepada garis kebijakan partainya.

*) MILITANSI adalah kerelaan berkorban, semangat pembelaan, serta ketangguhan untuk menjaga suatu paham, pemikiran, organisasi, dan sebagainya. Misalnya, militansi aktivis dakwah, militansi demonstran mahasiswa, militansi aktivis gerakan sosial, dan sebagainya.

Saling Dukung Mendukung Menjaga Ummat dan Agama

Saling Dukung Mendukung Menjaga Ummat dan Agama

*) Komando, Loyalitas, Militansi adalah tiga kata berbeda, tetapi ruang lingkupnya sama. Terkadang ketiganya berada dalam satu tempat, kadang terpisah-pisah. Misalnya pada kalimat berikut: “Pimpinan organisasi pemuda memberikan perintah aksi kepada para anggotanya yang terkenal loyal dan militan.” Anggota organisasi itu loyal, kemudian memiliki sifat militan, lalu diarahkan dengan komando-komando.

*) Mengapa sih kita bicara masalah ini? Apa urgensinya ya? Kok kesannya seperti mau ada peperangan?

*) Begini wahai saudara-saudaraku… Zaman kita ini terus bergerak. Perubahan-perubahan terus terjadi. Seringkali perubahan zaman lebih cepat dari kemampuan respon kita. Misalnya, kalangan Amerika, Eropa, dan negara-negara Sekutunya sedang melakukan rekayasa wilayah di negeri-negeri Muslim (Timur Tengah). Tentu saja mereka mengerahkan dana, tenaga, strategi, teknologi, dan seterusnya. Tapi kita sendiri kaum Muslimin di negeri ini masih “menggelar seminar tentang pentingnya pendidikan agama Islam“. Bukan mau menghina, tapi betapa jauhnya kecepatan kaum agressor dibandingkan program-program kita.

*) Pernahkah Anda memikirkan hal ini: “Orang-orang non Islam berhasil membuat rekayasa dunia sedemikian rupa, karena mereka berhasil mendidik generasi, menyiapkan SDM, membangun kesadaran, membangun pusat-pusat pendidikan, dan seterusnya.” Pernahkah berpikir begitu? Sering ya.

*) Bagaimana kalau faktanya begini: “Kaum non Islam melakukan audisi untuk merekrut tenaga-tenaga profesional. Mereka direkrut untuk melaksanakan program rekayasa dunia. Mereka dijanjikan income 100 juta sebulan. Segala kebutuhan hidup, jenjang karier, masa depan sudah dijamin. Kalau perlu diberi posisi politik. Hanya syaratnya, mereka (orang rekrutan itu) harus loyal mati-matian kepada agenda rekayasa.” Jadi sifat kerja mereka dipaksa, ditekan keras, diawasi secara ketat; karena mereka dibayar mahal.

*) Kalau kita baru mengandalkan KESADARAN UMMAT, mereka sudah memaksa dengan ketat. Kalau kita baru rencana, mereka sudah susun program satu abad (bukan 25 tahunan). Kalau kita baru diskusi tentang pentingnya, pentingnya, dan pentingnya; mereka sudah membuat “taman makam pahlawan” untuk para martir missinya. Kalau kita baru melakukan bantahan, mereka sudah melakukan indoktrinasi secara sistemik. Kalau kita baru mengedarkan proposal cari-cari bantuan; mereka sudah menguasai dana moneter dunia.

*) Inilah kenyataan yang ada di tengah kaum Muslimin (Nusantara) saat ini, yaitu ketidak-mampuan mengorganisasikan diri untuk menghadapi tantangan yang ada. Suka tidak suka, perih atau manis, itulah nyatanya.

*) Masalah utama kita kini, Ummat berjalan sendiri-sendiri, tidak terikat oleh komando. Ummat tidak memiliki loyalitas kepada agama; loyalnya kepada uang, kepopuleran, gaya hidup kosmopolitan. Ummat tidak memiliki militansi, kecuali militansi uang, cinta (wanita), ikut-ikutan.

*) Bila kita berhenti di satu titik perjalanan, lalu menoleh ke belakang, melihat seperti apa perjalanan selama ini; tampaklah kita sudah mengalami krisis akut dalam masalah: komando, loyalitas, militansi.

*) Pesan kami: Hal-hal seperti ini harus segera diperbaiki! Lakukan apa yang bisa dilakukan untuk menggerakkan Ummat secara efektif, massif, dan sistematik. Itu harus dilakukan, karena tantangan kehidupan ke depan ini semakin menakutkan. Mari kita berusaha, wahai saudara-saudara budiman!

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Wind Flow).


Sebuah Lingkaran Setan

September 22, 2014
Semoga ALLAH Memberikan Taufiq agar Lingkaran Setan Terputus

Semoga ALLAH Memberikan Taufiq agar Lingkaran Setan Terputus

*)  Lingkaran setan ialah suatu lingkaran sebab-akibat yang terus berputar dalam kezhaliman, tidak ada habisnya. Satu proses akan menjadi sebab bagi proses berikutnya, sampai proses terakhir akan menjadi sebab bagi proses paling awal.

*)  Orang sering menyebutnya “lingkaran setan” atau “satanic circle”. Ini lingkaran proses dalam kejahatan, kezhaliman, penindasan.

*)  Di dunia ini ada tiga jenis negara: negara penjajah, negara terjajah atau mantan terjajah, negara merdeka (tak pernah dijajah).

*)  Setiap negara penjajah pasti ingin terus melestarikan regim penjajahan, karena itu menguntungkan buat mereka. Seperti preman, mafia, atau tukang parkir liar yang tak mau “kehilangan sumber mata pencaharian”.

*)  Negara penjajah pasti selalu mencari metode, rumus, strategi untuk melanjutkan penjajah, karena mereka tahu pasti bahwa “menjajah itu enak”. Katanya.

*)  Lalu apa yang disebut lingkaran setan di sini?

*)  Ia adalah lingkaran: PENJAJAHAN — KEMISKINAN — PENGKHIANATAN. Ketiga faktor ini merupakan lingkaran setan.

*)  Penjajahan menimbulkan kemiskinan bagi rakyat negara yang dijajah; kemiskinan menyebabkan banyak warga negara terjajah memilih jadi pengkhianat, melayani nafsu para penjajah. Alasan mereka: “Guwa sudah bosan jadi orang miskin. Daripada miskin, lebih baik mati saja.” Katanya begitu. Lalu, dari pengkhianatan-pengkhianatan ini berakibat lestarinya penjajahan, tidak putus-putusnya, dan forever forever ever ever ever…to be continued terus penjajahannya.

*)  Inilah dia lingkaran setan atau lingkaran kezhaliman itu. Penjajahan menimbulkan kemiskinan; kemiskinan menimbulkan pengkhianatan anak bangsa; pengkhianatan melestarikan penjajahan selamanya.

*)  Bagaimana caranya agar semua ini berubah?

*)  Mari kita memohon kepada Allah Ta’ala agar Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana mematahkan lingkaran setan ini. Kalau kekuatan kita sendiri, sangatlah terbatas. Hanya Allah yang mampu membebaskan bangsa dari kezhaliman.

*)  Minimal, janganlah menjadi unsur yang memperpanjang usia lingkaran setan itu.

*)  Iya gak sih? Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk menempuh yang diridhai-Nya. Amin.

(Khami).


Departemen Agama Identik dengan Ketuhanan Yang Maha Esa

September 18, 2014

***   Terdengar isu tentang pembubaran Departemen Agama, lalu diganti Kementrian Haji, Wakaf, dan Zakat. Tentu saja isu ini menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia, khususnya Ummat Islam.

***  Tidak ada alasan untuk membubarkan Departemen Agama, karena adanya departemen ini menjadi bukti nyata bahwa negara merupakan negara beragama, bukan negara ateis atau anti agama.

Sebuah Langkah Menuju Menghapus Pancasila

Sebuah Langkah Menuju Menghapus Pancasila

***  Ide membubarkan Departemen Agama jelas-jelas melanggar sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini merupakan dalil yang mutlak bahwa negara kita menghormati agama, mengayomi agama, dan mengembangkan kehidupan agama.

***  Kalau ada kemauan membubarkan Departemen Agama, berarti ingin menghapus Pancasila dong? Bagaimana bisa hal itu terjadi?

***  Ya mula-mula dibubarkan dulu Departemen Agama; nanti kalau masyarakat sudah terbiasa dengan hilangnya Departemen Agama, baru Pancasila akan digusur, diganti Trisila atau Ekasila (Gotong-royong). Gerakan semacam ini kan menuju ke arah sana.

***  Lalu ada yang bilang: “Tapi kan masih ada Kementrian Haji, Wakaf, dan Zakat? Itu kan tandanya kehidupan agama masih dijamin dan didukung oleh negara.”

***  Kami jawab: “Ya, untuk tahap awal-awal masih ada yang mengurusi urusan agama, seperti Haji-Wakaf-Zakat itu, tapi lama kelamaan kan akan terus dikurangi sampai tidak ada perhatian sama sekali soal agama. Iya kan. Tujuannya ke arah sana kan?”

***  Tidak mungkinlah untuk membubarkan Departemen Agama ini dilakukan secara frontal, pastilah secara bertahap, sedikit demi sedikit, sampai ujungnya nanti: terhapus kehidupan beragama di negeri ini. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

***  Bahwa selama ini Depag RI memberikan porsi perhatian besar kepada Ummat Islam, itu wajar. Wong memang jumlah Ummat Islam mayoritas di negeri ini. Kalau RRC beri perhatian besar ke ideologi komunis/marxis, Amerika beri perhatian kepada Kristen, Itali beri perhatian besar ke Katholik; itu wajar sesuai azas proporsionalitas.

***  Janganlah begitu. Ide membubarkan Departemen Agama itu identik dengan membubarkan kehidupan beragama di negeri ini. Hal-hal semacam ini rawan konflik. Yakinlah, ada eskalasi konflik besar jika bermain-main dalam hal sensitif seperti itu.

Nas’alullah al ‘afiyah.

(Weare).


Selamat Jalan Ustadz Hassan Aboud….

September 11, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dari hati yang tulus dan mendalam kami ucapkan: Selamat jalan kafilah para pejuang Islam, Ustadz Hasan Aboud, Syaikh Abu Abdul Malik Asy Syar’i, dan para kesatria yang gugur di Idlib baru-baru ini.

Sulit mengucap apa yang mesti diucap. Perjuangan memang timbul-tenggelam; gugur lalu tumbuh lagi; silih berganti antara kemenangan dan kekalahan mendera. Namun betapa dukanya sekedar tuk merangkai kata-kata sederhana, melepas kepergian kalian semua -rahimakumullah-.

Kalian-lah manusia pilihan, para kesatria, yang mencintai TAUHID dan menjunjung tinggi SYARIAT NABAWIYAH.

Duka Cita 9 September 2014

Duka Cita 9 September 2014

Kalian berdiri terdepan menolong Ummat yang teraniaya, tertindas oleh angkara dan kesempitan jiwa.

Kalian putra-putra terbaik yang menegakkan kembali IZZAH bangsa Syam yang nyaris ambruk karena ditelan monster kesesatan dan materialisme. Kalian ingatkan dunia, bahwa negeri Syam adalah benteng Ummat.

Kalian putra-putra negeri Syam, yang mengingatkan kami semua pada perjuangan para pendahulu, Ustadz Marwan Hadid dan ribuan para pejuang lainnya -rahimahumullah jami’an-.

Kalian-lah manusia-manusia penyabar, yang berdiri pertengahan di antara paham KHAWARIJ dan IRJA’. Tidak bermudah mengkafirkan Ummat, sebagaimana tidak memejamkan mata peremehkan hukum Syariat dalam kehidupan negara.

Kalian-lah para pejuang yang berlaku sabar dan tabah, meskipun terus dirongrong oleh kaum ghuluw.

Terlalu berat wahai saudara, terlalu berat wahai sahabat, mengenangi kepergian yang terlalu cepat ini. Rasanya Ummat ini masih ingin terus melihat kegagahan dan sikap keperwiraan kalian, yang sulit dicari bandingannya.

Namun apa daya, takdir Ar Rahmaan Ar Rahiim berkehendak lain. Kami tak kuasa sebagai hamba tuk mencegah ketetapan-Nya.

Kami bergembira atas kemenangan putra-putra Syam yang lain di negeri Baitul Maqdis, namun kami berduka atas kepergian yang berat ini. Ya Allah ajirna ‘ala mushibati hadzihi, wa ajir li ahlihim wa lil Ummati jami’an.

Sebagai manusia biasa kami menyukai hidupmu, wahai para pejuang. Namun Sang Pemilik hidup dan kematian, lebih menyukai kalian hidup di sisi-Nya di bawah naungan restu dan cinta-Nya.

Selamat jalan Ustadz Hassan Aboud dan para ikhwah pejuang Islam. Ja’alakumullah minas syuhada’i wa shalihin wa hasuna ulaika rafiqa. Amin amin Allahumma Tabaraka wa Ta’ala amin.

Setiap kebaikan mesti disyukuri; dan setiap kekurangan menjadi bahan introspeksi untuk menata lebih baik.

Sekali lagi, selamat jalan para pejuang Ummat! Sampaikan salam kami “assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh” kepada penghulu para pejuang agama ini, shallallah ‘alaihi wa sallam.

(Al Faqir ila Rahmatillah).


Rahasia Wanita Salihah

September 8, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kumulai dg sbuah pertanyaan: “Apa sejatinya yang paling disukai oleh kaum laki-laki dari diri wanita?”

Orang pun menjawab:

CANTIK WAJAH-nya, SEKSI TUBUH-nya, TINGGI POSTUR-nya, PANJANG RAMBUT-nya, MENGGODA SUARA-nya, TERBUKA AURAT-nya, GANAS SIKAP-nya, RAME MAKE-UP nya, MODIS PAKAIAN-nya, BRANDED AKSESORIS-nya. Dan lain-lain.

Dalam Dirinya Tersembunyi Barokah Melimpah

Dalam Dirinya Tersembunyi Barokah Melimpah


Pertanyaan berikutnya: “Setelah ada hal-hal itu, apa yang bisa didapat kaum laki-laki dari wanita tersebut?”

Orang pun menjawab:

* Ya sedap dipandang. Kita jadi nafsu kalau melihat wanita begitu.

* Kita merasa ada gengsi, bangga, keren, karena wanita kita dipuji-puji banyak laki-laki (yg mata keranjang).

* Kalau brcinta dg wanita begitu, dijamin puas, puas, dan terus puas.

* Wanita begitu tidak bosenin, tampak seger, mata kita jernih terus. Dan lain-lain.

JIKA demikian jawabannya, berarti TIDAK ADA TEMPAT dong bagi wanita-wanita salihah yang menutup aurat, santun, menjaga kehormatan, menjaga penampilan, dan menjauhi EKSPOSE DIRI di hadapan publik?

Benarkah bahwa wanita seksi-seksi, cantik, bahenol, pamer aurat, binal bisa MEMBAWA BAHAGIA CINTA bagi laki-laki?

Saya tidak percaya itu. NONSENSE. Yang bisa diberikan oleh wanita-wanita itu hanyalah NIKMAT INSTAN. Laki-laki bisa seneng-seneng dg mereka 10-15 menit; lalu “say good bye“.

Ya sensasi apa yg akan didapat dari birahi fisik doang ini? Tak ubahnya spt makhluk lain berkembang biak. Ada fisik-fisikan, kmudian sirna. Tak lebih.

FAKTA… Angelina Jolie dan Brad Pitt brtahun-tahun jadi pasangan kekasih. Baru kemarin mereka menikah. Apa yang kurang dari pasangan pesohor itu? Kalau mereka bahagia, mengapa baru kemarin menikah? Sebegitu takutnya mereka sampai begitu lama menunda pernikahan.

Adakah di antara Anda, laki-laki atau wanita, yang merasa lebih hebat dari pasangan itu? Secantik apa Anda dibandingkan Jolie?

Di sinilah saudaraku, kami ceritakan RAHASIA para wanita Salihah.

Mereka itu diberi cinta yang banyak. Diberi kasih yang luas. Diberi rasa malu, kehormatan, kesyukuran di hati. Mereka diberi barokah besar di balik jilbab, hijab, dan akhlaqnya.

Jilbabnya, tampak usang. Gayanya, tampak kuno. Perilakunya, spt orang kampung. Kesopanannya membuat org tidak sabar. Harga dirinya, terkesan berlebihan.

TAPI di balik smua itu, mereka punya segunung cinta, punya lautan kesetiaan, punya kehangatan asli, punya akhlak terpuji, punya semangat maju; punya kecerdasan pilihan.

Lho, kok bisa begitu? Ini benar atau cuma ngibul?

Ini benar saudaraku. Sungguh benar. Tiada dusta.

Alasannya adalah ayat ini: “Bi yadikal khair, innaka ‘ala kulli syai’in qodiir” (di Tangan-MU -ya Allah- sgala hakikat kebaikan, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas sgala sesuatu).

Kmudian ayat ini: “Wallahu laa yahdil qaumal fasiqin” (dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik).

Jadi yg menentukan HEBAT-TIDAKNYA wanita, bukanlah penampilan, keseksian, ketelanjangan, kebinalan mereka; tapi sejauhmana wanita-wanita itu BAIK di Mata Allah Ta’ala? Kalau baik, Allah akan limpahkan lautan nikmat kepadanya. Kalau tidak baik, Allah akan menahan banyak karunia baginya.

Wanita-wanita SALIHAH di matamu seperti kampungan, ndeso, mati gaya. Padahal di diri mereka terdapat BAROKAH yang melimpah.

Sdangkan wanita-wanita CANTIK-SEKSI-MODIS yang banyak ditemui di mana-mana…mereka hanya sebatas PAJANGAN belaka. Tak banyak kebaikan yg bisa diharapkan di sana.

Smoga tulisan kecil ini brmanfaat. Maaf kalau terlalu brterus terang. Maaf kalau menyinggung perasaan. Terima kasih.

<<< Jangan Kau Takut Kehilangan Pesona di Mata Manusia! Takutlah Jika Dirimu Kehilangan BAROKAH Melimpah! >>>


Manajemen Makan Berat

September 8, 2014
Makan Siang Jangan Ditinggalkan

Makan Siang Jangan Ditinggalkan

Sedikit berbagi tentang cara mengatur makan berat. Makan berat, ya makan nasi, lauk-pauk, sayur, dan lainnya. Dikenal sbg makan pagi (sarapan), makan siang, makan malam.

Ini ada bebarapa kiat boleh dicoba:

[1]. Lebih baik kita dahulukan makan buah sbelum makan nasi, bukan sebaliknya. Zat-zat mineral pada buah cepat dicerna; sdangkan nasi, lauk, sayur lebih lambat dicerna. Kalau makan nasi dulu, nanti buah-buahan yg belakangan masuk perut jadi “membusuk”. Maksudnya, orisinalitas gizinya jadi hilang/berkurang.

[2]. Buah-buahan bisa menjadi pengganti makan berat, bila nasi dan lain-lain tdk ada. Pilih buah yg netral keasamannya & tdk terlalu manis. Buah asam khawatir tdk cocok dg penderita magh. Buah trlalu manis tdk cocok bg penderita diabet. Contoh, pepaya, melon, blewah, alpukat, pisang, korma. Bayangkan, dengan makan dua potong pepaya matang 75%, ukuran telapak tangan org dewasa, Anda sdh kekenyangan.

[3]. Korma bisa jadi persediaan makan berat yg sewaktu-waktu bisa dikonsumsi. Bisa disimpan di kulkas. Tapi pilih korma yg bagus, spt merk “Tunisia Dates”. Kalau korma curah, apalagi sudah basah, kulit mengelupas, biasanya kurang bagus.

[4]. Untuk sarapan pagi, tak usah banyak-banyak, apalagi kekenyangan. Sekedar untuk “mengisi perut” saja, biar tidak kosong. Kalau kosong, slain akan lemas, khawatir magh. Kalau kepenuhan, nanti akan ngantuk, tidak fokus dlm aktivitas.

[5]. Pada keluarga modern kadang sarapan dg dua lembar roti tawar, selai, dan susu. Kami sarankan, jangan sarapan dg roti tawar atau biskuit; karena smua itu dibuat dg pengembang (ragi roti). Hal ini bisa sebabkan sakit perut. Coba Anda lakukan di rumah, buat adonan terigu tanpa ragi. Hanya dicampur air, gula, atau garam (unt rasa). Lalu masak dg minyak sdikit, atau mentega, atau tanpa minyak sama skali. Roti begini baik unt sarapan, tdk menyebabkan sakit perut; karena tdk pake ragi.

[6]. Makan siang harus dilakukan. Jangan ditinggal, kcuali saat puasa. Inilah sumber nutrisi kita sbenarnya. Makan siang, jangan diganti jajan, bakso, dan lainnya. Harus benar-benar serius. Agak banyak tdk apa-apa, asal jangan over. Smua yg over tdk baik.

[7]. Kalau makan siang masih kurang, silakan ditambah makan sore. Batas waktu kita maksimal jam 5 sore. Boleh makan sore kalau tubuh masih lemas; masih selera makan; dan ada menu-menu istimewa.

[8]. Bagaimana dg makan malam? Kami sarankan, tdk perlu makan malam. Makan malam kalo terpaksa saja; untuk acara-acara formal atau dalam resepsi. Bila mesti makan malam, menu yg ringan-ringan saja spt ikan, tahu tempe, buah, snack, kacang, sayur, susu. Hindari makan padat gula (nasi, coklat, permen, sirup, teh manis, dll) saat malam hari. Mgapa demikian? Karena sbntar lagi kita tidur. Saat tidur dg perut kenyang karbohidrat, tidak bagus. Anda akan cepat gemuk, susah bangun, dan metabolisme tubuh akan brjalan sibuk. Sgat baik saat istrhat malam, organ-organ tubuh kita lebih santai, tdk sibuk skali.

Kata Nabi SAW, umumnya sumber penyakit manusia adalah perutnya. Maka itu kita perlu manajemen mengatur cara makan, agar tidak menjadi sumber penyakit.

Yuk jaga hidup kita dg POLA KONSUMSI YG SEHAT. Bismillah ya. Smoga brmanfaat. Amin.