Apa Mesti Harus Sensasional ?

Seorang pemuda melamar kekasihnya jadi isteri dengan membuat bentuk instalasi “daun waru” merah dari bahan cabe sebanyak 99.999. Ini terjadi di Jepang.

Hebat sih, keren, cool…

Tapi apa dengan cara begitu ada JAMINAN pernikahan akan langgeng, sakinah, awet sampai puluhan tahun; bahkan sampai kakek-nenek? Coba siapa bisa jamin? Gak ada kan…

Bagaimana nanti kalau baru setahun menikah, isteri tiba-tiba gemuk, badan “gak karuan”, semangat cinta memudar; ada godaan dari kanan-kiri; ada skandal, affair, dan seterusnya? Apa mereka masih ingat dengan momen “99.999 cabe” yang pernah dibuat?

Maksudku…

Sensasi kadang perlu. Selebrasi kadang berkesan. Eksebisi kadang bermakna romantik.

Sensasi

Tapi bagi KAUM WANITA sendiri, mereka itu lebih butuh: KESUNGGUHAN, KEJUJURAN, KOMITMEN, dan tentu saja KETULUSAN CINTA dari suaminya.

Sensasi yang heboh hanya sebentar kesannya; setelah selesai, ya selesai juga sensasinya. Tapi tanggung-jawab, ketulusan, kesungguhan di hati akan terus bertahan mengiringi kehidupan; meskipun sang wanita sudah banyak mengalami perubahan dan kemunduran fisik.

Sebuah test sederhana. Beranikah Anda (para suami) mencium kening isteri di hadapan banyak orang? Berani tidak? Kalau berani, jempolan. 

Itu salah satu bukti ketulusan dan keberanian; meskipun tidak semua orang otomatis bisa melakukan hal ini.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: