KA ASH-FIN MA’KUL (Seperti Dedaunan Dimakan Ulat)

Sedikit berbagi tentang sandi-sandi operasi.

Para pejuang kemerdekaan Palestina dalam perlawanan mereka menghadapi serbuan tentara Israel yang lalu, mengangkat sandi: “Ka ash-fin ma’kul”. Artinya, seperti dedaunan yang dimakan ulat.

Sandi ini diambil dari filosofi Surat Al Fiil, yaitu pada ayat trakhir. Surat tersebut menceritakan tentang kisah Raja Yaman, Abrahah, dan pasukannya yang hancur-lebur saat mau merampas Ka’bah untuk dipindah ke Yaman.

Seperti Ulat Makan Dedaunan

Seperti Ulat Makan Dedaunan

Di Jazirah Arab ketika itu bangsa Yaman sudah beragama, yaitu agama Nashrani. Kaum Nahsrani Najran dikaitkan dengan orang-orang ini. Mereka telah membuat situs gereja besar, agar Yaman menjadi pusat wisata rohani dunia di zamannya. Namun gereja yang mereka buat tidak menarik minat kaum Arab. Mereka lebih tertarik ziarah ke Makkah. Mengapa? Karena di Makkah ada situs suci, yaitu Ka’bah. Nah, inilah alasan mengapa Abrahah ingin menginvasi Makkah dan merebut Ka’bah.

Penggunaan sandi-sandi sering dalam perang, operasi militer, operasi intelijen, gerakan klandestin, gerakan people power, dll.

Dulu tahun 1991 Amerika & Sekutu serang Irak dengan sandi operasi “The Dessert Storm” (badai gurun). Hampir dalam stiap invasinya, Amerika memakai sandi-sandi tertentu.

Para pejuang di Suriah, dalam gerak militernya juga memakai sandi seperti “Al Anfaal”, “Wa laa tafarraqu” (jangan berpecah belah), dan lainnya.

Sandi operasi selain untuk MOTIVASI dan ARAHAN; juga untuk merapikan gerakan. Dengan sandi yang jelas, diharapkan pasukan fokus; tdk cerai-berai. Selain itu juga bisa untuk menutup peluang infiltrasi dari pihak-pihak luar.

Bahkan istilah “Arabs Spring” bisa dimaknai sebagai sandi operasi juga; yg melibatkan rakyat, jaringan intel, media, internet, politisi, dll. Tidak mungkin gerakan semassif dan terstruktur seperti itu tidak ada yang mengaturnya. Rasanya mustahil.

Kadang sandi juga dipakai dalam gerakan politik saat even demokrasi. Misalnya ada yang mengangkat seruan: “Hanya kecurangan yg bisa mengalahkan si fulan.” Bisa jadi ungkapan seperti ini sandi juga. Hanya saja mungkin kita kurang menyadarinya.

Baiklah. Ini skedar wawasan, biar kita tahu. Semoga bermanfaat. Amin.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: