Departemen Agama Identik dengan Ketuhanan Yang Maha Esa

***   Terdengar isu tentang pembubaran Departemen Agama, lalu diganti Kementrian Haji, Wakaf, dan Zakat. Tentu saja isu ini menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia, khususnya Ummat Islam.

***  Tidak ada alasan untuk membubarkan Departemen Agama, karena adanya departemen ini menjadi bukti nyata bahwa negara merupakan negara beragama, bukan negara ateis atau anti agama.

Sebuah Langkah Menuju Menghapus Pancasila

Sebuah Langkah Menuju Menghapus Pancasila

***  Ide membubarkan Departemen Agama jelas-jelas melanggar sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini merupakan dalil yang mutlak bahwa negara kita menghormati agama, mengayomi agama, dan mengembangkan kehidupan agama.

***  Kalau ada kemauan membubarkan Departemen Agama, berarti ingin menghapus Pancasila dong? Bagaimana bisa hal itu terjadi?

***  Ya mula-mula dibubarkan dulu Departemen Agama; nanti kalau masyarakat sudah terbiasa dengan hilangnya Departemen Agama, baru Pancasila akan digusur, diganti Trisila atau Ekasila (Gotong-royong). Gerakan semacam ini kan menuju ke arah sana.

***  Lalu ada yang bilang: “Tapi kan masih ada Kementrian Haji, Wakaf, dan Zakat? Itu kan tandanya kehidupan agama masih dijamin dan didukung oleh negara.”

***  Kami jawab: “Ya, untuk tahap awal-awal masih ada yang mengurusi urusan agama, seperti Haji-Wakaf-Zakat itu, tapi lama kelamaan kan akan terus dikurangi sampai tidak ada perhatian sama sekali soal agama. Iya kan. Tujuannya ke arah sana kan?”

***  Tidak mungkinlah untuk membubarkan Departemen Agama ini dilakukan secara frontal, pastilah secara bertahap, sedikit demi sedikit, sampai ujungnya nanti: terhapus kehidupan beragama di negeri ini. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

***  Bahwa selama ini Depag RI memberikan porsi perhatian besar kepada Ummat Islam, itu wajar. Wong memang jumlah Ummat Islam mayoritas di negeri ini. Kalau RRC beri perhatian besar ke ideologi komunis/marxis, Amerika beri perhatian kepada Kristen, Itali beri perhatian besar ke Katholik; itu wajar sesuai azas proporsionalitas.

***  Janganlah begitu. Ide membubarkan Departemen Agama itu identik dengan membubarkan kehidupan beragama di negeri ini. Hal-hal semacam ini rawan konflik. Yakinlah, ada eskalasi konflik besar jika bermain-main dalam hal sensitif seperti itu.

Nas’alullah al ‘afiyah.

(Weare).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: