Manfaat Kulit Pisang

September 8, 2014
Kita bahas tentang manfaat praktis kulit pisang. Ya kulit pisang, yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebenarnya, kulit pisang banyak manfaatnya. Ada yang dipakai sebagai bahan membuat “nata de banana”, ada yang dipakai eksperimen pengganti “material batere”, bahkan kulit pisang sekedar sebagai makanan kambing.

Tip Sederhana Tapi Bermanfaat

Tip Sederhana Tapi Bermanfaat

Kulit pisang bermanfaat juga untuk menghaluskan kulit. Caranya, bagian dalam kulit pisang digosok-gosokkan ke kulit, terutama kulit kaki (betis). Biarkan kering sendiri. Nanti setelah agak lama dicuci kembali.

Kulit pisang di sini bermanfaat mengangkat kotoran dan menghaluskan permukaan kulit. Insya Allah.

Manfaat lain yang sering kami coba, ialah untuk MEMBERSIHKAN TANGAN, BIBIR, MULUT setelah kita makan daging, ikan, atau makanan berlemak tinggi dan berbau anyir (amis).

Caranya sederhana…

Setelah makan yang berlemak, biasanya kan tersebar bau anyir di sekitaran mulut, juga di telapak tangan (kalau makannya pakai tangan langsung). Nah, daerah-daerah yang terkena sisa lemak itu digosok-gosok dengan bagian dalam kulit pisang. Hanya begitu saja.

Setelah digosok akan terasa basah. Tapi ini sebentar. Kemudian akan kering lagi. Insya Allah meskipun digosok kulit pisang, tidak menimbulkan kotor di tangan atau mulut.  Tentu saat menggosoknya jangan terlihat di depan umum, nanti dikira akan “bersaing” dengan kambing.
Setelah digosok, biarkan kering sendiri. Kira-kira 5 menit sudah kering. Nah, saat itu akan terasa guna dari kulit pisang ini.
Selama ini ada teori, bahwa air lemon bisa jadi solusi mengatasi sisa-sisa lemak yang menempel. Memang benar, tapi pisang juga bisa.Tidak salah kalau pisang disebut sebagai buah “pencuci mulut”, karena memang punya guna membersihkan, secara alami.

Oke, boleh dicoba di rumah. Kalau ada masalah-masalah, segera hubungi “dokter terdekat”. Hie hie hie.

Semoga manfaat ya. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Iklan

Seputar Mimpi Bertani

September 8, 2014

Sejak kecil saya sangat terkesan dengan dunia pertanian. Maklum di sekitarku dulu kampung petani. Ayah, kakek, paman, rata-rata punya back ground tani.

Di TV (cuma TVRI) ada acara-acara favoritku sepertt: Dari Desa Ke Desa, Membangun Desa, Profil Desa, dan strusnya. Rata-rata acara brtema prtanian. Aku sndiri suka baca buku-buku pertanian, trmasuk majalah Trubus.

Sedikit kenangan…

Makan nasi “paling nikmat” yang pernah kurasakan, adalah makan nasi di tengah sawah; saat siang hari panas; tangan, kaki, badan penuh keringat & lumpur. Meskipun hanya menu ikan asin, tahu, mendol, sayur kol, sambel…masya Allah, nikmatnya luar biasa.

Kenangan di Masa Kecil

Kenangan di Masa Kecil

Pernah di masa kecilku, ada petani mentimun membebaskan kami (anak-anak kecil) unt mengambil mentimunnya. Asal dimakan di tempat, tidak dibawa pulang. Aku merasa sangat girang bahagia, karena biasanya dilarang. Kami seperti kalap, masuk kebun, mengambil mentimun yang paling hebat.

Waktu itu aku putuskan mencari mentimun paling gedhe. “Mumpung lagi era kemerdekaan.” Aku cari-cari mentimun terbesar, hingga dapat yang segedhe bayi. He he he. Memang besar, ujungnya sudah agak menguning.

Tanpa menunggu waktu lama, kumakan mentimun “bayi” itu. Kupikir ini nikmat skali. Ternyata…dagingnya keras dan rasanya masam.

Aku nyengir sndiri. Teman-teman ketawa melihatku. Kata mereka, mentimun sebesar itu untuk BENIH, bukan unt dimakan. “Oo…gitu ya.”

Di waktu lain, ada petani panen cabe merah yang besar-besar. Kami ikut bantu-bantu. Maklum anak kecil tidak makan cabe merah. Namanya anak kecil, kami main-main dengan cabe itu. Aku potong-potong cabe, lalu kugosok-gosokkan ke badan. Teman-teman cuma ketawa saja melihatku.

Saat sore hari, saat Maghrib. Kami duduk-duduk di masjid, menunggu waktu mengaji. Aku duduk sangat gelisah. Mengapa? Karena kulitku berasa panas, perih, pedas. Siang tak terasa, sorenya terasa. Begitu sakitnya, sampai aku menangis.

Sejak itu aku paham sebuah ungkapan: “Jangan maen-maen dengan cabe ya.” Harus pengalaman dulu, sebelum dapat pelajaran. He he he.

Waktu aku mengambil jurusan pertanian saat kuliah, karena memang ingin benar-benar paham TEKNIK BERTANI. Tapi sayang, materi kuliah rata-rata teoritik. Para dosen lebih kelihatan seperti PRIYAYI. Mereka jauh dari mencangkul, takut kena lumpur, ke sawah pake krim tabir surya, tak pernah nyabit rumput.

Sebagian besar mata kuliah mengulang pelajaran Biologi saat SMA dulu. Bayangkan, kami harus menggambar belalang & menghitung ruas kakinya. Kami harus menghafal nama-nama sel daun. Baru semester 7 ada praktek brtani; smester 8 sdh penelitian unt skripsi.

Dunia kuliah sangat tidak memuaskan, untuk mengejar mimpi dunia tani. Tani di mataku berbeda dengan konsep tani di bangku perkuliahan.

Salah satu tokoh petani yang menurutku hebat adalah Prof. Fukuoka, dari Jepang. Beliau pencetus “green revolution”. Beliau perintis pertanian organik, tanpa bahan-bahan kimia.

Demikian sekilas asa di dunia tani. Ada obsesi, tp ada realita. Sabar diri sangat perlu; rela atas pemberian Ilahi. Hidup adalah jalan, tuk brsyukur atas nikmat-Nya.

Rabbuna, jadikan kami ahli syukur; jauhkan dari kufur. Amin.


Apa Mesti Harus Sensasional ?

September 8, 2014

Seorang pemuda melamar kekasihnya jadi isteri dengan membuat bentuk instalasi “daun waru” merah dari bahan cabe sebanyak 99.999. Ini terjadi di Jepang.

Hebat sih, keren, cool…

Tapi apa dengan cara begitu ada JAMINAN pernikahan akan langgeng, sakinah, awet sampai puluhan tahun; bahkan sampai kakek-nenek? Coba siapa bisa jamin? Gak ada kan…

Bagaimana nanti kalau baru setahun menikah, isteri tiba-tiba gemuk, badan “gak karuan”, semangat cinta memudar; ada godaan dari kanan-kiri; ada skandal, affair, dan seterusnya? Apa mereka masih ingat dengan momen “99.999 cabe” yang pernah dibuat?

Maksudku…

Sensasi kadang perlu. Selebrasi kadang berkesan. Eksebisi kadang bermakna romantik.

Sensasi

Tapi bagi KAUM WANITA sendiri, mereka itu lebih butuh: KESUNGGUHAN, KEJUJURAN, KOMITMEN, dan tentu saja KETULUSAN CINTA dari suaminya.

Sensasi yang heboh hanya sebentar kesannya; setelah selesai, ya selesai juga sensasinya. Tapi tanggung-jawab, ketulusan, kesungguhan di hati akan terus bertahan mengiringi kehidupan; meskipun sang wanita sudah banyak mengalami perubahan dan kemunduran fisik.

Sebuah test sederhana. Beranikah Anda (para suami) mencium kening isteri di hadapan banyak orang? Berani tidak? Kalau berani, jempolan. 

Itu salah satu bukti ketulusan dan keberanian; meskipun tidak semua orang otomatis bisa melakukan hal ini.


KA ASH-FIN MA’KUL (Seperti Dedaunan Dimakan Ulat)

September 8, 2014

Sedikit berbagi tentang sandi-sandi operasi.

Para pejuang kemerdekaan Palestina dalam perlawanan mereka menghadapi serbuan tentara Israel yang lalu, mengangkat sandi: “Ka ash-fin ma’kul”. Artinya, seperti dedaunan yang dimakan ulat.

Sandi ini diambil dari filosofi Surat Al Fiil, yaitu pada ayat trakhir. Surat tersebut menceritakan tentang kisah Raja Yaman, Abrahah, dan pasukannya yang hancur-lebur saat mau merampas Ka’bah untuk dipindah ke Yaman.

Seperti Ulat Makan Dedaunan

Seperti Ulat Makan Dedaunan

Di Jazirah Arab ketika itu bangsa Yaman sudah beragama, yaitu agama Nashrani. Kaum Nahsrani Najran dikaitkan dengan orang-orang ini. Mereka telah membuat situs gereja besar, agar Yaman menjadi pusat wisata rohani dunia di zamannya. Namun gereja yang mereka buat tidak menarik minat kaum Arab. Mereka lebih tertarik ziarah ke Makkah. Mengapa? Karena di Makkah ada situs suci, yaitu Ka’bah. Nah, inilah alasan mengapa Abrahah ingin menginvasi Makkah dan merebut Ka’bah.

Penggunaan sandi-sandi sering dalam perang, operasi militer, operasi intelijen, gerakan klandestin, gerakan people power, dll.

Dulu tahun 1991 Amerika & Sekutu serang Irak dengan sandi operasi “The Dessert Storm” (badai gurun). Hampir dalam stiap invasinya, Amerika memakai sandi-sandi tertentu.

Para pejuang di Suriah, dalam gerak militernya juga memakai sandi seperti “Al Anfaal”, “Wa laa tafarraqu” (jangan berpecah belah), dan lainnya.

Sandi operasi selain untuk MOTIVASI dan ARAHAN; juga untuk merapikan gerakan. Dengan sandi yang jelas, diharapkan pasukan fokus; tdk cerai-berai. Selain itu juga bisa untuk menutup peluang infiltrasi dari pihak-pihak luar.

Bahkan istilah “Arabs Spring” bisa dimaknai sebagai sandi operasi juga; yg melibatkan rakyat, jaringan intel, media, internet, politisi, dll. Tidak mungkin gerakan semassif dan terstruktur seperti itu tidak ada yang mengaturnya. Rasanya mustahil.

Kadang sandi juga dipakai dalam gerakan politik saat even demokrasi. Misalnya ada yang mengangkat seruan: “Hanya kecurangan yg bisa mengalahkan si fulan.” Bisa jadi ungkapan seperti ini sandi juga. Hanya saja mungkin kita kurang menyadarinya.

Baiklah. Ini skedar wawasan, biar kita tahu. Semoga bermanfaat. Amin.