Cuma Kesenggol Kok….

Oktober 30, 2014

*)  Muke gile….kata orang Betawi. Kebobrokan moral yang dipertunjukkan politisi PPP ketika membanting dua meja, oleh Romeo disebut sebagai KESENGGOL. Sangat berlebihan.

Muke Gile Dah...

Muke Gile Dah…

*) Romeo yang masih satu klub dengan Si Emon “Topi Afghan” itu mau menutupi kebobrokan moral dengan kata-kata penuh dusta. Padahal melalui video-video yang beredar jelas itu Si Irul sengaja merobohkan meja di barisan depan. Bukan hanya meja dia sendiri, tapi juga meja tetangganya (Hanure).

*) Kebobrokan para anggota klub Si Emon “Topi Afghan” sangat jelas di depan mata masyarakat Indonesia. Sudah berkhianat, tak becus lagi jadi politisi. Aneh bin ajaib.

*) Kalau Si Romeo masih tidak percaya, coba lihat beberapa video di bawah ini:

*) Coba perhatikan gerakan tangan Si Irul itu. Dia benar-benar sengaja membanting meja. Bahkan ketika ada temannya yang mengambil barang-barang yang terhambur dari meja, lagi-lagi dia membalikkan meja lagi sehingga mengenai paha temannya itu.

*) Kira-kira kita lebih percaya omongan siapa, Si Romeo atau rekaman video tersebut?

*) Andaikan dibenarkan omongan dia bahwa itu “cuma kesenggol” pastilah banyak meja yang akan berjatuhan juga; karena risiko meja-meja lain tersonggol juga sangat terbuka.

*) Ada baiknya Si Romeo belajar dusta lebih canggih lagi dengan mengatakan: “Ooooh, itu kan video yang telah direkayasa. Itu hanya hoax. Itu sudah diedit di sana-sini.”

*) Manusia-manusia sampah ada di mana-mana. Mereka tak tahu malu dan miskin budi. Hidup bagi mereka hanyalah untuk memuja syahwat.

*) Dalam Al Qur’an, Allah SWT suatu saat nanti berdialog dengan manusia ketika mereka sudah berada di neraka. “Berapa lama kamu hidup di dunia?” Kemudian dijawab sekian-sekian. Lalu Allah katakan, bahwa hidup di dunia itu hanya SEBENTAR SEKALI dibandingkan kehidupan abadi di akhirat.

*) Kalau sudah begitu, mengapa harus menjadi amoral, semata demi syahwat dunia?

(Shakera).

 


Profesor Pratikno dan Karakter Orang Indonesia

Oktober 28, 2014

==> Kalau umumnya pengamat melihat posisi Susi Pudjiastuti di jajaran Kabinet Kerja. Kami coba melihat sisi lain yang tak kalah pentinya, yaitu sosok Menteri Sekretaris Negara, Prof. Praktikno, mantan Rektor UGM.

==> Ketika beliau diumumkan menjadi anggota Kabinet Kerja, kami langsung mengelus dada. “Ya Allah, bagaimana tokoh satu ini? Kemarin teriak-teriak tentang dominasi asing terhadap aset bangsa, sekarang malah jadi menteri sebuah rezim yang banyak diyakini ditopang kekuatan asing?”

==> Profesor Pratikno sempat membuat heboh, ketika mengatakan bahwa 70 % aset bangsa dikuasai oleh asing. Pernyataan ini langsung menjadi perhatian besar masyarakat peduli bangsa.

==> Banyak sekali pihak-pihak yang mencatat tentang pernyataan Profesor Pratikno itu, antara lain link berikut:

http://www.antaranews.com/berita/404321/asing-kuasai-70-persen-aset-negara

http://www.jurnal3.com/asing-kuasai-80-aset-vital-indonesia-resmi-dijajah/

http://www.scribd.com/doc/194527378/Refleksi-Akhir-Tahun-2013-docx

==> Kalau link di atas suatu saat hilang, kami coba rekam kembali berita yang dimuat oleh situs Antaranews.com, yaitu sebagai berikut:

“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,”

Kendari (ANTARA News) – Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan hingga saat ini aset negara sekitar 70–80 persen telah dikuasi bangsa asing. “Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,” katanya saat membawakan arahan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari, Sabtu.

Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen. Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen. “Kecuali sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas, asing baru menguasai 40 persen. Namun demikian kita harus waspada agar tidak semua aset negara itu harus dikuasi asing,” katanya.

Oleh karena itu, kata Rektor UGM itu, untuk mempertahankan aset-aset yang belum dikuasai asing tersebut, perlu kebijakan dan terobosan yang lebih hati-hati dalam melahirkan keputusan sehingga aset yang belum dikuasi itu tetap milik bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, memang sebuah ironi apabila rakyat Indoneia masih belum merasakan wujud kemakmuran merata dan berkeadilan. Di usia kemerdekaan 68 tahun, meskipun kaya raya dengan sumber daya alam namun hingga kini masih banyak didaulat oleh perusahaan negara asing. Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir pada seminar nasional dengan judul Otonomi daerah dan konflik Pengelolaan Lahan mengatakan di era otonomi daerah saat ini seakan menjadi anak tiri yang selalu disalahkan. “Pertanyaan saya bahwa, apa yang salah dengan otonomi daerah. Atau jangan-jangan kita lebih suka kembali ketata kelola pemerintahan yang sentralistis dan otoriter,” katanya.

Menurut mantan anggota DPR-RI dari PDIP itu, langkah yang harus diambil untuk memwujudkan kedaulatan pangan khususnya daerah yang saat ini dipimpinnya di antaranya mengendalikan laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Untuk itu, kata Ganjar, seminar nasional ini diharapkan melahirkan kebijakan baru yang bisa diwujudkan dalam upaya pemandirian bangsa. (A056/H-KWR. Editor: Ruslan Burhani. COPYRIGHT © ANTARA 2013).

==> Maka, menurut kami sangat aneh, kalau sang profesor kini jadi bermain di kabinet dukungan asing. Kemarin dia mengkritik asing, kini ikut-ikutan cari nafkah di kafilah dukungan asing. Ironis sekali.

==> Katakanlah orang akan berkata: “Dengan jadi menteri, mudah-mudahan dia bisa menghambat regulasi-regulasi yang menguntungkan dominasi asing.”

==> Pertanyaan kami: Wong dia hanya menjabat Menteri Sekretaris Negara; apa bisa berperan menghadang aturan-aturan pro asing? Sebagai mantan rektor, apa dia punya nyali untuk membuat gebrakan. Dari pengalaman yang sudah-sudah, sulit untuk meng-handle aturan sesuai keinginan kita. Bukan sekali dua kali lho ada pejabat menteri dengan back ground rektor. Tapi rata-rata “masuk angin”.

==> Ya beginilah KARAKTER KHAS orang Indonesia. Tidak konsisten, dua muka, plin plan, cari aman, dan seterusnya. Maka itu tak heran negeri ini 70-80 % dikuasai asing. Wong mental manusianya memang tempe.

==> Maaf ya kalau agak kasar. Tapi bagi kami, sejak lama orang Indonesia itu gayanya begitu. Cari aman melulu untuk diri dan kelompoknya sendiri. Sayang sekali.

==> Terimakasih untuk perhatian dan konsistensinya. Jazakumullah khair.

(Shakera).


HIDUP TANPA ULIL AMRI

Oktober 22, 2014

Bismillah. Ulil Amri adalah seorang pemimpin Muslim yang menggantikan posisi Nabi SAW unt memimpin Ummat. Singkat kata, dia seorang Khalifah. Jadi urusan ini TIDAK KELUAR dari lingkup Syariat Islam.

***) Dalil sangat kuat bahwa urusan kepemimpinan ini tidak boleh keluar dari Syariat, adalah adanya ayat-ayat Al Qur’an yang MELARANG KITA MENJADIKAN ORG KAFIR SBG PEMIMPIN.

Antara lain: “Ya aiyuhalladzina amanu laa tat-takhidzul kafirina auliyaa’a min dunil mukminin! Aturiduna an taj’alu lillah ‘alaikum sulthonan mubinan.

(Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin, dengan meninggalkan orang-orang beriman! Apakah kalian hendak maemberi alasan bagi Allah untuk -menyiksa/menghukum- kalian?). Surat An Nisaa’: 144.

Ayat ini benar-benar melarang KELUARNYA urusan kepemimpinan dari tangan orang Mukmin (pro Syariat). Di sana ada kata kunci “auliyaa’a min dunil mukminin” (pemimpin-pemimpin selain orang Mukmin).

Jelas tegas, tanpa basa basi. Kepemimpinan harus dalam DAIRAH IMAN (lingkup keimanan). Dalam ayat selanjutnya dijelaskan sifat tercela orang munafik dan sifat mulia orang Mukmin. Bukankah banyak yang ngaku Islam (Muslim KTP), padahal hatinya anti Syariat?

***) Dalil lain yang sangat kuat, tak terbantahkan; hingga pendapat ulama-ulama besar yang menyelisihinya, baik ulama Salaf maupun Khalaf, rontok semua. Semua qaul ulama yang berbeda dg dalil ini, dianggap BATHIL.

Dalil apakah itu? YAITU perbuatan Nabi Saw dan Khulafaur Rasyidin Ra, dengan menjadi pemimpin Islam di bawah naungan Syariat Islam. Nah, dalil perbuatan Kenabian ini tidak bisa dibantah oleh TAFSIRAN apapun.

Andai pendapat Ibnu Taimiyah rahimahullah dan ulama-ulama lain berbeda dengan ini (perbuatan Nabi Saw dan Khulafaur Rasyidin Ra); maka pendapat mereka dianggap bathil, tanpa keraguan!

***) Dalil Ushul Fiqih, bahwa tujuan pelaksanaan Syariat adalah untuk: melindungi agama, jiwa, harta, akal, keturunan kaum Muslimin. Kalau suatu kepemimpinan tidak punya MISSI demikian, ia tidak dianggap bagian dari urusan Islam. Apalagi mau disebut Ulil Amri?

*) Bagaimana kalau kepemimpinan itu jatuh ke tangan SELAIN ORANG-ORANG MUKMIN? Ya itu musibah namanya, bahkan musibah berat. Karena Allah mengancam, kalau ada pemimpin kafir (bukan Mukmin), kita seperti memberi alasan kepada-Nya untuk menyiksa hidup kita.

Maka itu jangan heran, kalau selama hidup di bawah pemimpin sekuler, Islamphobia, anti Syariat; hidup kita susah melulu, miskin, pecah-belah, tidak berwibawa. Itu sesuai ancaman Allah.

*) Mungkinkah kita hidup tanpa Ulil Amri? Mungkin. Karena Nabi Saw dan Sahabat Ra pernah 13 tahun hidup tanpa Ulil Amri di Makkah. Itu jadi dalil bhw bisa saja suatu masa terjadi KEKOSONGAN Ulil Amri.

Seperti kondisi di sini, selagi belum ada kepemimpinan Mukmin, ya selama itu -secara Syariat- belum ada Ulil Amri. Sampai kapan? Ya Allah Maha Tahu sampai kapan.

*) Lalu orang bertanya: “Apakah berarti Anda menyuruh memberontak kepada penguasa? Apa Anda akan kudeta? Apa Anda akan memerangi pemerintah sekuler?”

JAWAB kami: Tidak mesti dipahami begitu. Masalah terbesar adalah menjelaskan perkara ini sesuai Syariat. Adapun untuk melaksanakan kepemimpinan Islam, kita tempuh cara-cara yg memungkinkan. Misalnya, mendakwahkan keutamaan Syariat, memperbaiki Umat, melaksanakan Siyasah Islami, menasehati penguasa, dll.

Jadi jangan ada “piktor” (pikiran kotor) dan “jisad” (jiwa hasad). Seolah kalau orang berbeda dg rezim sekuler, selalu dituduh mau berontak, doyan kudeta, kaum revolusioner. Memang gak ada ide lain, selain “piktor” ye?

*) Kita tidak boleh mengklaim HALAL-HARAM, kecuali dg timbangan Syariat. Daging sembelihan, kalau tidak sesuai Syariat, kita tolak. Itu masalah makanan. Apalagi urusan KEPEMIMPINAN? Masak kita klaim sesuatu yang jahiliyah sebagai Islami? Tidak mungkin.

Demikian, semoga manfaat. Amin. Terimakasih.


APAKAH MR. PRESIDENT ITU ULIL AMRI ?

Oktober 22, 2014

Bismillah. Kami ambil pemahaman paling umum, bahwa Ulil Amri (Wulatul Amri) adalah pemimpin yg mengurus kehidupan kaum Muslimin; sedangkan dia beragama Islam.

Kami akan lakukan pengujian sederhana, untuk membuktikan apakah seorang pemimpin layak disebut Ulil Amri kita atau tidak.

Silakan jawab pertanyaan-pertanyaan tester di bawah:

*) Apakah sang pemimpin selalu sibuk mencari masjid setiap hari? Karena shalat jamaah hukumnya dikerjakan stiap hari.

*) Apakah setiap hari sang pemimpin bertanya: Bagaimana keadaan Ummat Islam di sana-sini? Kalau dia cuek, berarti memang tidak peduli dg urusan Ummat.

*) Kalau ada masalah-masalah, ke mana dia cari solusi? Ke masjid, ke Al Qur’an, ke ulama, ke Allah (lewat doa), atau ke saudara Muslim? Kalau tidak satu pun ke sana, berarti dia bukan bagian dari pemimpin Umat.

*) Tatkala terjadi sengketa, hukum apa yang paling dia utamakan? Hukum Allah, atau selain-nya?

*) Masalah apa yang paling membuatnya sibuk? Masalah keselamatan Umat (dunia-akhirat) atau urusan materi?

*) Bisakah kita jadikan pemimpin itu imam shalat kita?

*) Bisakah dia berkhutbah Jumat atau khutbah Id?

*) Bisakah dia menjawab masalah-masalah fikih yg ditanyakan Umat?

*) Apakah dia mengutamakan ekonomi Syariat daripada ekonomi liberal kapitalistik?

*) Beranikah dia membela Umat dg senjata dan kekuatan?

*) Dan lain-lain pertanyaan semisal.

Kalau hasil jawaban dari semua di atas, kebanyakan NEGATIF. Berarti TIDAK ADA sifat Ulil Amri pada yang bersangkutan. Kalau seorang pemimpin lepas dari sifat-sifat tersebut: Atas alasan apa kita menyebutnya Ulil Amri? Toh dia mendedikasikan kepemimpinannya bukan untuk Islam dan Ummat. Apa yang semacam itu akan diberi label Syariat, sebagai Ulil Amri?

Hendaklah orang-orang yang berilmu menjelaskan masalah ini dengan terbuka, jelas, tanpa menyembunyikan kebenaran. Janganlah mendustai Umat dengan perkara-perkara yang serius di dunia dan akhirat.

Semoga goresan kecil ini bermanfaat. Amin.


MENGKRITIK PEMIMPIN NEGARA

Oktober 22, 2014

*) Sebelum Pilpres banyak penuntut ilmu mengkritik -kasarnya menjelek-jelekkan- calon pemimpin tertentu. Katanya, banyak mafsadat, madharat, sudah maklum keadaannya.

*) Tapi setelah pemimpin “ahlul mafsadat” itu terpilih, seketika berubah hukum baginya: Tidak boleh dikritik, tidak boleh dicela di depan umum, harus didoakan, harus sabar, dinasehati diam-diam. “Kalau dia mau nurut, itulah yang kita inginkan. Kalau dia keras kepala, setidaknya Anda sudah menyampaikan.” Begitu kaidah populernya.

*) Ada satu lagi argumen, seperti retorika raja Muslim di masa lalu saat dia dikritik keras oleh seseorang. Raja itu brdalih: “Aku tidak sejahat Fir’aun, sedang Anda tidak sebaik Musa; tapi Musa diperintah untuk menasehati Fir’aun dengan qaulan laiyinan, kata baik-baik.” Bukan kritik, cela, hinaan, dll.

*) Singkat kata, bagaimana hukum mencela, mengkritik, mengejek pemimpin sekuler (non pemimpin Syariat), khususnya “ahlul mafsadah” lewat media-media? Apakah mencela pemimpin begitu termasuk mencela Ulil Amri?

Sedikit berbagi…

*) Ulil Amri adalah pemimpin yang mengurus hajat hidup orang-orang MUSLIM di atas panduan Syariat Islam. Ibaratnya: “Dari Muslim, oleh Muslim, untuk Muslim.” Hal ini perlu DITEGASKAN agar hukum-hukum Syariat tidak diambil keuntungan oleh para politisi sekuler (Islamphobia).

*) KTP Muslim tidak menjamin seseorang otomatis jadi Ulil Amri; karena di zaman Salaf manusia dilihat dengan kaidah KEYAKINAN, UCAPAN, dan PERBUATAN. Bukan dilihat KTP-nya. Di zaman Salaf, tidak ada “kaidah KTP”.

*) Amal Shalat seorang pemimpin TDK JADI UKURAN, jika AKIDAH-nya sudah bermasalah. Dalilnya, di era Imam Ahmad ada pemimpin yg diingkari karena SESAT AKIDAH-nya; meskipun yang bersangkutan tidak meninggalkan shalat. Harus dipahami, sikap Islamphobia adalah termasuk bentuk kesesatan yang nyata, karena bermakna memusuhi Islam.

*) Meskipun seorang pemimpin berakidah lurus, tidak mengandung kesesatan; dia tetap bisa jatuh ke dalam kekafiran; JIKA membela orang kufar untuk memerangi Muslimin, membenci sebagian atau seluruh Syariat Islam, tidak ridha dengan berlakunya Syariat Allah di muka bumi, selalu memusuhi dan menyusahkan orang-orang Mukmin, bercanda melecehkan agama Allah. Dalil minimal: An Maa’idah 51 dan At Taubah 65-66.

*) Kaidah dasar yang harus diketahui seorang Mukmin, adalah BISA MEMBEDAKAN antara pemimpin yang membawa MASLAHAT & yang membawa MADHARAT; bagi kehidupan Islam dan Muslimin. Kalau mereka tidak tahu, hendaklah melihat mayoritas sikap ulama-ulama Islam, tokoh Ummat, lembaga-lembaga Islam yg kredibel. Kalau tidak tahu juga, jangan bicara politik.

*) Jika seorang pemimpin, berdasarkan bukti-bukti kuat, adalah bagian kaum Islamphobia atau Antiislam; apakah harus kita mencela, mengkritik, menghinanya? JAWABNYA: tidak harus! Tapi dilihat mana yang lebih maslahat bagi Islam dan kaum Muslimin. Kalau dengan dikritik dia jadi bengis, menumpahkan darah Umat; hindari kritik terbuka. Kalau dengan dikritik dia SEMAKIN MELUNAK kezhaliman & maksiyatnya, ya lakukan hal itu.

*) Jadi inti dari urusan ini adalah AMAR MAKRUF dan NAHYUL MUNKAR. Kita tunaikan urusan ini kepada siapa saja, baik rakyat atau pemimpin. Karena agama memang jadi NASEHAT bagi siapa saja, atasan dan bawahan. Dalil minimal: Ali Imran 104.

*) Bagaimana dengan argumen raja Muslim yang membawa istilah qaulan laiyinan itu? Jawabnya, argumen itu hanya mengkritik sikap kasar dalam menasehati pemimpin; bukan menghilangkan hak menasehati pemimpin. Menasehati pemimpin dijamin sepenuhnya oleh Kitabullah dan Sunnah.

*) Kalau bisa menasehati secara damai, lembut, santun, lakukanlah. Kalau tidak bisa karena tidak efektif, ya lakukan cara lain yang lebih efektif dan menghasilkan pengaruh nyata.

Demikian, semoga bermanfaat. Amin.


SULITNYA MAEN GADGET…

Oktober 22, 2014

Anda mau main gadget di mana friends?

# main di ANGKOT, nanti dikira egois, tidak peduli penumpang kanan-kiri.

# main di JALAN RAYA, takut nabrak-nabrak, atau malah ditabrak motor.

# main di KANTOR, khawatir dicurigai “nyuri waktu kerja”.

# main sambil dengerin PENGAJIAN, dikiranya ngaji gak serius.

# main di TERMINAL/STASIUN sambil menunggu, dikiranya orang “sok sibuk” tidak bisa ninggalin gadget.

# main di RUMAH, katanya cuek dg anak-istri.

# main menjelang TIDUR malam, katanya “sudah ketagihan”.

# main di MASJID, katanya “org zaman sekarang selalu bawa2 HP ke masjid.”

# main DI LUAR SEMUA KEADAAN DI ATAS; sengaja sembunyi diri, dijamin tak ganggu siapapun; khusus sembunyi untuk main gadget slama 2 jam; apa hasilnya?

“Kemana aje, Bang? Tiba-tiba ngilang. Gak ada kabar, gak ada berite. Jadi curige, nih. Jangan-jangan, mau cari bini baru ye?”

Yo wis lah terserah… Susah bener jadi manusia. Eh maksudnya, susahnya main gadget.


RAHASIA PARA PEROKOK…

Oktober 22, 2014

Dalam situs Voa-islam.com dimuat pernyataan dari kalangan pengurus NU, bahwa mereka tak akan mengharamkan rokok selamanya, sampai Hari Kiamat. Jika pun ada sikap, paling menghukumi makruh (tidak disukai).

KOMENTAR KAMI:

Bismillah. Pro-kontra rokok sudah lama, sudah tua. Penemu rokok kretek di negeri kita, katanya para santri zaman Belanda dulu.

Kami tidak akan bicara dari perspektif ANTI ROKOK. Tapi kami akan berusaha melihat dari pihak PRO ROKOK, seperti kyai-kyai NU, dan lain-lain.

Mengapa mereka begitu SENGIT MENOLAK status haramnya rokok?

Sejatinya, pada rokok ada zat addictive yang membuat manusia KECANDUAN.

Intinya begini: Tatkala seseorang menghisap asap rokok; lama-lama partikel-partikel asap itu masuk paru-paru, lalu masuk darah. Ketika partikel ini semakin menumpuk di darah, jadi sumber aneka penyakit.

Tapi secara biologis, partikel-partikel asap rokok memang menimbulkan SAKIT pada diri perokok. Sakitnya seperti kepala pusing, gemetar, berkeringat, bingung, perasaan tak tenang, dll. Nah, smua sakit itu akan SEGERA HILANG, saat seseorang mulai merokok.

Jadi orang merokok itu bukan KARENA SUKA, tapi karena ingin MENGHILANGKAN SAKIT dari dirinya. Ibarat bocah pipis di celana, pasti ingin cepat-cepat ganti celana.

DAPAT DISIMPULKAN, industri rokok itu seperti industri “rasa sakit”. Membuat orang sakit dengan kecanduan; lalu menawarkan solusi penghilang sakit, lewat rokok. Rokok penyebab sakit, sekaligus penawarnya.

Kerja rokok di tubuh seperti kerja NARKOBA. Tapi tidak separah narkoba, dan tidak mematikan dengan cepat. Hal ini sulit dihentikan, kecuali dengan kemauan keras; dan izin Allah.

Ya ini biar kita paham situasi, dari sudut para PEROKOK. Mungkin terapi bekam atau DETOKSIFIKASI bisa membantu mengurangi derita para perokok.

Ada yang menyarankan, untuk mulai berhenti merokok, gantilah dengan makan makanan yang asin-asin. Katanya, makanan asin bisa menjadi “obat” rasa pahit di lidah atau tenggorokan tatkala tidak merokok.

Wallahu a’lam.

Sumber: postingan FB.