Demokrasi Marah-marah !!!

Kalau Gak Ngerti Politik Mending Mundur Aja

Kalau Gak Ngerti Politik Mending Mundur Aja

*)  Anda seorang demokrat? Anda paham makna demokrasi? Paham konsekuensinya?

*)  Demokrasi tidak cuma soal “dukungan mayoritas rakyat”: tapi juga menghormati aturan main dan siap menerima hasil proses-proses politik yang legal (konstitusional).

*)  Ketika salah seorang kandidat presiden dinyatakan kalah oleh KPU, dia siap menggugat ke MK, dan kemudian menerima hasilnya. Itu contoh sikap, taat prosedur dan tidak anarkhis.

 

*)  Tapi hari ini kita jadi heran melihat para penggiat demokrasi, politisi, partai politik, pejabat, pengamat, dan terutama MEDIA-MEDIA massa. Mereka kini jadi seperti BAHLUL dalam urusan demokrasi.

*)  Katanya, demokrat sejati, master demokrasi, avant garde-nya demokrasi, para pendekar pilih tanding rimba demokrasi, dan seterusnya; tapi ternyata sikap mereka, pernyataan mereka, kelakuannnya sangat menyedihkan.

*)  Ketika KMP memenangkan pertarungan politik sengit di level DPR/MPR, entah mengapa orang-orang itu mendadak marah-marah, emosi, memaki-maki, mengancam, memfitnah, dan seterusnya. Aneh.

*)  Mereka telah tahu beberapa hal di bawah ini:

== Pendukung partai-partai dalam KMP itu suaranya mayoritas.

== Rakyat ikhlas rela memilih partai-partai di KMP. Terbukti mereka tidak protes ketika disahkan UU Pilkada lewat DPRD. Rakyat dari Sabang sampai Merauke bersikap baik-baik saja. Tidak muncul gejolak aneh-aneh.

== Berbagai keputusan politik diperoleh lewat proses Parlemen secara fair dan wajar. Malah lebih cool dari proses-proses di masa sebelumnya.

== Dalam demokrasi ada saluran dan mekanisme yang disepakati.

*)  Nah, mengapa setelah semua itu, mereka marah-marah, emosi, menekan, mengancam ada “people power” segala. Mengapa dan mengapa? Kalau memang tidak mengerti politik, ya jangan masuk dunia itu.

*)  Bahkan yang lucu, mereka berkoar-koar: “Rakyat tidak setuju semua ini. Rakyat marah. Rakyat tidak terima. Ini merampas hak-hak demokrasi. Ini kemunduran demokrasi. Ini tanda kematian demokrasi.”

*)  Pertanyaannya: Kalian itu mengerti politik apa tidak? Hal-hal yang diraih secara legal, prosedural, sesuai konstitusi, kok kalian anggap melanggar demokrasi? Demokrasi yang mana tuh?

*)  Jujur saja. Kalau tidak mengerti politik, sebaiknya mundur sajalah. Daripada menciderai akal sehat.

*)  Sampai di sini dulu bincang-bincang sedikit tentang demokrasi (politik). Nanti kita sambung ya…

***

===> Ngomong-ngomong, daging kurban-nya masih ada gak? Kalau masih, ya syukur. Lumayan buat perbaikan gizi anak-anak. Memang prihatin juga yak…masak sih makan daging nunggu Idul Adha? He he he…

===> Oh ya, jangan lupa doakan saudara-saudaramu yang baru pulang Haji, masih di Tanah Suci, dan berencana berangkat ke sana. Doakan ya. Biasanya doa yang dibaca ini: “Allohummaj’al hum haj-jan mabru-ron wa sa’yan masy-kuron wa dzan-ban magh-furon wa tijarotan lan tabuur” (ya Allah jadikan mereka Haji mabrur, usahanya disyukuri, dosanya diampuni, dan perniagaan-nya dengan Allah jadi perniagaan yang tidak pernah merugi). Doakan ya sahabat-sahabat budiman. 🙂

(Polikisi).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: