Gak Kuat Pedes…

(Special for TWO my daughter that very interest with chilly).

* Kini zaman kuliner ekstrem. Banyak yg menawarkan “sensasi pedas”.

* Di Bandung ada pioner, keripik singkong dg aneka grade “kepedesan”. Tingkat 1 sampai 10 (huh segitunya).

* Ada juga kafe, sedia ayam bakar. Bergaya militer. Tingkat pedes terendah 12 cabe, yang tertinggi 60 cabe (huh itu makanan atau “siksa neraka”? segitunya).

"Dunia Sepi Tanpa Kepedesan"

“Dunia Sepi Tanpa Kepedesan”

* Katanya, cabe terpedas dari India. Ada juga yang bilang dari Inggris. Kalau orang baru makan itu, dijamin masuk RS. (astaghfirullah…)

* Cabe itu aromanya khas, unik, rasa menantang. Tapi tak semua kuat rasa pedes (bener, bener, gua setuju, tak dukung full…).

* Kalau rata-rata orang Minang kuat makan pedas, ada juga yg gak kuat (kayak guwe…wakakak…).

* Pengalaman yg sering terjadi, sehabis makan yg pedas, perut jadi sakit, perih, kalau BAB sangat sakit, karena efek pedesnya belum tercerna dengan baik (ha ha ha…buka rahasia…tapi itu sih guwe banget).

* Tapi ada yang bilang: “Itu bisa diatasi kok? Ada kiat-kiatnya.” (halah sok tahu lo… lo gak ngrasain yg guwe rasain sih…).

* Ini bukan soal kiat, teknik, dan seterusnya. Soal gak kuat pedes ini ada yang dirasakan SEJAK MASA KECIL. Jadi kayak bakat bawaan dari kecil. (hi hi hi…guwe bingits tuh…tahu aja)

* Ya intinya kami tidak suka dengan kebiasaan Jokowi nampang terus dengan aksi-aksi aneh… (halah kok jadi ke Jokowi? ini kan lagi bahas cabe-cabean…).

* Eh maap…tadi ada intervensi sponsor. INTINYA, ada yg suka pedes, dan ada yg gak suka. Mohon saling hormat-menghormati. (Suetujuh banget, Bang. Ini hak asasi perkulineran. Harus dihormati).

Publication by: KOGSUPE (komunitas gak suka pedes).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: