SEJARAH “MADEG PANDITO”

# Anda tahu Presiden Soeharto, atau Pak Harto? Kalau gak tahu, ya udahlah dengerin aja.

# Di masanya Pak Harto disebut-sebut sebagai “the strong men in Asia”. Disegani di Asia Afrika.

# Anda perlu tahu, forum ASEAN & KTT Non Blok, keduanya ramai, semarak, disegani, karena PERAN PAK HARTO. Stl beliau lengser, forum negara-negara itu jadi sepi. Hebat kan?

Begawan Menyebarkan Hikmah

Begawan Menyebarkan Hikmah

# Di masanya, sebagian besar cita-cita Pak Harto tercapai. Hingga dia mau buka pabrik pesawat pun, itu terlaksana.

# Tapi ada SATU cita-cita beliau yg kandas, yaitu ingin MADEG PANDITO. Jadi seorang pendeta, atau begawan.

# Cita-cita itu terungkap skitar tahun 1995, saat ramai-ramai perayaan “50 Tahun Indonesia Merdeka”. Juga saat mulai nyaring terdengar isu “suksesi kepemimpinan”. Pak Harto menjawab isu itu dg kemauan “mau jadi pendeta” saja.

# Ini maksudnya jadi “ahli hikmah” atau “begawan ilmu”. Bukan jadi pendeta Hindu atau Budha.

# Kenapa Pak Haro gagal dalam cita-citanya?

# Menurut kami, beliau TIDAK BERBASIS ILMU. Jadi hikmah apa yang akan disebar? Beliau lebih mahir politik & militer, bukan “ahli hikmah”.

# Sebaliknya, sosok BJ. Habibie sangat kental “sisi begawan-nya” (bidang teknologi). Beliau jadi PRESIDEN RI TERSUKSES dalam waktu 17 bulan, seperti anugrah “Durian Runtuh” dari langit. Maka itu beliau mudah diakali oleh pendekar-pendekar politik; karena tabiatnya ilmuwan, bukan “sengkuni”.

# Bahkan cita-cita jadi “begawan ilmu” tanpa basis ilmu sesungguhnya, ia bisa “membunuh” seseorang. Berkuasa secara militer, politik, materi; sangat mungkin. Tapi INGIN berkuasa di bidang ilmu, bila tak memilikinya, sangat bahaya. Menara ilmu berbeda dg menara-menara lain.

# SAATNYA kini “Madeg Pandito”. Menyebar pesan damai, persatuan Ummat, empati, berdakwah secara tulus!

# Mari BERSANDAR sikap: hikmah, sabar, tawakkal, dan akhlak mulia. Mari kita mulai “madeg pandito” dalam pengertian Islami.

# MARI kawan-kawan! (Minimal sikap ini berlaku untuk kami sendiri).

(WeAre).

 

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: