SENI KEPEMIMPINAN

Suatu hari diadakan forum, menghadirkan berbagai profesi. Mereka berlomba membanggakan profesinya.

TEKNISI: “Kalo tidak ada kami, Anda semua tak akan dapat naik kendaraan ke tempat ini.”

WARTAWAN: “Tanpa kami, tidak ada berita terekspose. Jadi Anda semua akan mgalami buta informasi.”

PRAJURIT: “Kami setia menjaga keadaan aman damai. Siap komandan!”

GURU: “Kami yang mengajari Anda semua ilmu. Kami ini pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi stiap bulan dapat SLIP GAJI. He he he.”

USTADZ: “Kami yang memimpin Anda shalat, mendoakan, berkhutbah, dan memimpin penguburan Anda kalau wafat.”

Nilai Kepemimpinan: Menyatukan Potensi Perselisihan

Nilai Kepemimpinan: Menyatukan Potensi Perselisihan

POLITISI: “Kami bekerja mengurus isu-isu sosial. Jadi kami mendengar smua masalah orang.”

DOKTER: “Kami mengobati kalau Anda smua sakit.”

PETANI: “Kami menyediakan pangan untuk Anda smua. Tanpa makanan, Anda gak bisa bekerja.”

PEDAGANG: “Kami mengatur perniagaan agar ekonomi lancar. Smua dapat penghasilan.”

OWNER FESBUK: “Kami sediakan tempat ngobrol bagi Anda semua.”

Setelah semua profesi bicara, seorang KOKI masuk forum. Dengan penuh sopan santun dia merebut perhatian.

KOKI: “Kami ini hanya kerja di dapur. Tidak ada yg perlu dibanggakan. Tapi kami yakin, Anda semua saat ini sedang lapar. Mari mari… Kami sudah siapkan hidangan lengkap di ruang sebelah. Silakan Bapak, Ibu, dan saudara-saudara. Nikmati menu-menu terbaik dari kami!”

SEMUA: “Hore. Alhamdulillah. Ini yg dari tadi ditunggu. Hayuh sikat! Sudah laper banget nih.”

====………

# MEMIMPIN tidak sekedar “aku punya apa” atau “aku bisa apa”.

# MEMIMPIN ternyata merupakan gabungan:
(1) SOPAN SANTUN
(2) PINTAR MEMBACA SITUASI
(3) MENJAWAB KEBUTUHAN
(4) TULUS MELAYANI
(5) Dan satu lagi MENYATUKAN YANG BERPECAH-BELAH.

# Itulah “arts of leadership” yang dimainkan dengan baik oleh Sang KOKI.

Smoga bisa diambil hikmahnya. Amin ya Allah.

(WeAre).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: