SERUAN dari Arena Pameran Buku IBF 2015 Istora Senayan Jakarta

* Bismillahirrahmaanirrahiim. Saya akan coba sampaikan beberapa cuplikan materi penting yang disampaikan berbagai narasumber dalam acara Islamic Book Fair ke-14 di Istora Senayan Jakarta. Di sini posisi saya lebih sebagai seorang JURNALIS.

* KHUTBAH JUMÁT. Ini disampaikan beberapa saat sebelum pembukaan IBF 2015. Khatib memberikan penekanan agar: “Kita lebih giat menyebarkan berita-berita baik, bukan melulu menyebarkan berita negatif.” Berita baik membuat optimis, berita negatif membuat pesimis. Boleh menyebarkan berita buruk, jika ada tujuan baiknya; tapi harus tepat sasaran dan cara. Khatib mengutip hadits Nabi SAW: “Yassiru wa laa tu’assiru, basy-syiruu wa laa tunaffiruu” (mudahkanlah, jangan dipersulit; berikan berita gembira, jangan buat manusia lari).

"Sebagian Risalah IBF 2015"

“Sebagian Risalah IBF 2015”

Khatib juga mengutip ayat tentang adab kepada orangtua: “Wa laa taqul lahuma úffin, wa laa tanharhuma, wa qul lahuma qaulan karima” (jangan kamu berkata kepada kedua orangtua ‘ah (mencela), jangan menghardik keduanya; tapi katakan kepada keduanya perkataan yang mulia). Surat Al Isra’. HIKMAH: Kalau bertemu orangtua, bicara dengan orangtua, yang enak-enak saja, jangan menambahi beban perasaan bagi mereka. Demikian.

* MUKJIZAT AL-QUR’AN. Disampaikan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, pimpinan Wahdah Islamiyah, di panggung utama. Termasuk satu paket acara pembukaan IBF 2015.

Ustadz Zaitun mempresentasikan: Banyak orang paham bahwa Al Qur’an adalah Mukjizat. Tapi mereka tak paham, mengapa disebut mukjizat. Di antara alasan Al-Qur’an disebut Mukjizat ada dua: (a). Al-Qur’an sangat mudah dipelajari (dibaca dan dihafal); (b). Al-Qur’an sangat mudah dipahami.

Dalil pertama ada dalam Surat Al-Qamar: “Wa laqad yassarnal qurán lid dzikri, fa hal min muddakir” (dan sungguh Kami telah mudahkan Al-Qurán untuk dipelajari, adalah di antara -manusia- yang mau memahami?). Hal ini dibuktikan dengan fakta-fakta, ada anak usia 3 tahun sudah KHATAM baca Al-Qurán; ada juga usia 7 tahun sudah hafal Al-Qurán, seperti bocah kecil bernama Musa asal Indonesia. Pada kompetisi tahun 2014, dia ditetapkan sebagai Hafizh Qurán termuda sedunia. Subhanallah.

Dalil kedua, adalah ayat Surat Ar Rahman: “Ar Rahmaan államal qurán, khalaqal insan, államahul bayan” (Allah Ar Rahmaan yang mengajarkan Al Qur’an, menciptakan insan, mengajarkan keterangan-keterangan). Argumentasinya: Al-Qur’an diturunkan sebagai PEDOMAN kehidupan, mungkinkah ia sulit dipahami? Jika sulit dipahami, bagaimana bisa dia menjadi pedoman hidup?

Kemudian Ustadz Zaitun Rasmin menyerukan, agar digalakkan GERAKAN RELAWAN QURÁN, untuk menyebarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat seputar Al-Qur’an, baik dari sisi MEMBACA, MENGHAFAL, dan MEMAHAMI.

Semoga Allah Ta’ala menolong, mendukung, dan memberkahi gerakan mulia ini. Amin Allahumma amin.

* SECRET OF SURAH LUQMAN. Materi ini dibawakan, setelah sesi Ustadz Zaitun Rasmin; dibawakan oleh Direktur AQL Center, Al-Qur’an Learning Center, yaitu Ustadz Bahtiar Nashir. Beliau membawakan tema, 9 RAHASIA PENDIDIKAN KARAKTER dalam Surat Luqman ayat 12-19.

Di antara 9 karakter itu adalah: Tidak menserikatkan Allah dengan sesuatu apapun; berbuat baik kepada orangtua; muraqabatullah (merasa diawasi); menegakkan shalat; melakukan amar makruf nahi munkar; sabar menghadapi kesulitan. Kemudian ditambah 3 poin akhlak: ramah dan bermuka manis; rendah hati (tawadhu); sopan santun dalam perkataan.

Satu pesan HEBAT yang saya tangkap dari Ustadz Bahtiar Nashir, kira-kira begini: “Bapak-ibu, anak itu adalah amanah Allah kepada orangtua; jika begitu mengapa anak kita titipkan kepada orang lain? Orangtua hanya memberi kebutuhan fisik pada anak, sementara otak dan hatinya diserahkan kepada orang lain. Orangtua adalah KEPALA SEKOLAH bagi anak-anaknya sendiri.” Ini pernyataan hebat yang sangat menginspirasi.

Beliau juga terangkan, ada anak-anak remaja nonton video porno di kelas; lalu dapat hukuman untuk menyalin ayat-ayat Al Qurán sampai khatam; dibagi-bagi beberapa orang. Tugasnya hanya menebalkan huruf saja. Luar biasa, setelah selesai tugas itu, mereka tiba-tiba berubah karakternya; mereka merasa sangat malu dan menyesal atas perbuatan sebelumnya. Itulah mukjizat Kitabullah.

* BEDAH BUKU “KONTROVERSI IMUNISASI” di panggung utama. Dibawakan oleh Dr. Piprim dari PROKAMI (Profesi Kedokteran Muslim Indonesia) yang mendukung gerakan imunisasi; lalu Dr. Amirsyah Tambunan, wakil Sekjen MUI, yang sejak lama juga ikut terlibat dalam sosialisasi imunisasi.

Sayang sekali, upaya penerbit untuk menghadirkan kalangan “anti vaksin” tidak berhasil, sehingga diskusi cenderung bersifat searah.

Dr. Piprim menjelaskan dalam presentasinya yang cukup panjang dan marathon (gerak cepat), poin-poin sebagai berikut:

= Umat Islam jangan phobia dengan ilmu kedokteran modern, karena para pendahulu ilmu ini adalah para ilmuwan Muslim juga, seperti Ibnu Sina, Ar Razi, Ibnu Nafis, dan sebagainya.
= Upaya imunisasi pertama kali dilakukan di Turki Ustmani, dengan media nanah sapi yang terkena penyakit; lalu menginspirasi Edward Jenner melakukan penemuan di bidang itu.
= Kalangan “anti vaksinasi” seperti Jerry D. Grey dan Ummu Salamah, bukanlah pakar kedokteran. Mereka tidak melakukan prosedur medis untuk sampai pada kesimpulan yang dapat dipertanggung-jawabkan. Alasannya sering berdasar TESTIMONI penderita ini dan itu; padahal ia termasuk pseudo science (ilmu pengetahuan palsu). Juga dicontohkan, ada “tabloid bekam” tapi bahas tentang imunisasi, tidak nyambung.
= Allah menurunkan ILMU QAULIYAH, berdasarkan Wahyu dari langit; dan ilmu KAUNIYAH berdasarkan proses riset, eksperimen, dan lainnya. Ilmu Qauliyah dalam hal pengobatan rata-rata tidak detail, sampai ke tataran praktis dan teknis; sedang ilmu kauniyah dibutuhkan sebagai pendukung. Misalnya, untuk mengatasi “jantung bocor”, tidak ada petunjuk praktis cara melakukan operasi, baik dalam Al-Qurán maupun As Sunnah. Maka kita jangan menafikan pentingnya ilmu-ilmu praktis ini, karena ia juga dari Allah, bukan dari setan.
= Beliau meminta Ummat Islam untuk lebih cerdas dalam bersikap, jangan mudah terpengaruh oleh hoax (pseudo science).

Saat acara sudah bubar, saya coba bicara dengan Dr. Piprim. Saya tanyakan, apakah beliau bersedia jika suatu saat dikonfrontir dengan pihak “anti vaksin”. Secara tegas, beliau bersedia; tapi diskusi harus diadakan di forum yang netral, bukan forum yang cenderung berpihak ke salah satu.

Sedang menurut Dr. Amirsyah dari MUI, lembaga MUI sudah menerbitkan fatwa halal untuk vaksin-vaksin tertentu, dan menetapkan haram untuk vaksin lainnya; dengan dasar analisis bahan-bahan pembuatan dan prosesnya. MUI tidak melakukan deal apapun dengan badan-badan farmasi. Juga MUI mendukung vaksin dengan pertimbangan, salah satu kaidah, shaddu dzariah (menutup pintu-pintu kemudharatan).

Demikian sekilas dari bedah buku KONTROVERSI IMUNISASI yang diterbitkan oleh PUSTAKA AL KAUTSAR Jakarta.

* Bedah buku PEMERINTAH BAYANGAN & BIG BROTHER. Terbitan Pustaka Al Kautsar. Diadakan di ruang Anggrek, dibawakan oleh Pak Munarman dan Rizal Darmawan (anak pakar intelijen Soeripto). Ini adalah buku konspirasi, secret society, gerakan bawah tanah, menuju satu kepemimpinan dunia.

Temanya sangat menarik, para peserta juga antusias; tapi sayangnya waktunya sangat terbatas, segera ada sesi berikutnya bertema parenting.

Saya kemukakan sedikit pandangan dari Pak Munarman tentang data-data secret society yang beliau ketahui:

= Ketika masih menjadi Ketua LBHI, beliau pernah mengikuti sebuah acara seminar “military laws” di Brussel Belgia. Ketika datang ke sana, ternyata acara diadakan di sebuah hotel komersil milik NATO, di markas NATO. Beliau datang lebih awal, sebelum acara seminar dilakukan. Sambil menunggu, beliau tanya di mana panitia? Katanya, panitia sedang berkumpul di ruang tertentu. Dia tertarik melihat apa yang dilakukan panitia di sana. Ternyata, mereka ada ribuan orang, sedang menghadap meja hidangan; mereka berpakaian baju putih, celana hitam, memakai jas hitam, berjenggot, dan memakai topi ala pendeta. Ya, ternyata mereka adalah orang-orang Yahudi. Itulah dia “sang panitia” ribuan orang.
= Dalam seminar yang diadakan itu, ternyata hasil-hasilnya sudah disidangkan terlebih dulu oleh panitia Yahudi; nanti seminar tinggal “ketuk palu” saja. Begitulah yang sering terjadi.
= Dalam seminar itu, ada pertanyaan dari utusan negara Muslim, bagaimana menghadapi kelompok yang tidak setuju dengan isi konsep hukum yang dirumuskan itu. Jawabannya sangat enak: “Segera saja tetapkan orang yang tidak setuju itu dengan TERORIS. Mudah kan.”
= Pelaksana Pemerintah Bayangan ini: Badan-badan PBB dan komisi-komisinya, pemerintah negara-negara pro Yahudi, dan gerakan-gerakan melalui media.
= Kedutaan Inggris, Australia, Amerika sering memberi sponsor beasiswa bagi wartawan untuk disekolahkan S2. Nanti mereka dipengaruhi gaya hidupnya, sehingga mendukung kerja-kerja mereka. Biasanya ada forum yang dipantau secara kontinue oleh kedutaan-kedutaan besar itu.
= Acara Big Brother yang pernah terkenal di TransTV, atau acara “Penghuni Terakhir” di ANTV, itu adalah kloningan cara mereka untuk menanamkan budaya permissif. Di acara Big Brother di negara-negara Amerika Eropa, peserta acara sampai ada yang berzina dengan sesamanya. Di Indonesia, wallahu a’lam.

Banyak yang ingin beliau sampaikan. Tapi sayang waktu sangat terbatas.

Demikian sekilas tentang acara-acara di forum IBF 2015. Sebagian acara didukung Pustaka Al Kautsar, sebagian lain oleh panitia IBF dari IKAPI Jakarta. Semoga bermanfaat. Maaf bila ada salah-salah kata dan kurang berkenan di hati.

Alhamdulillahi Rabbil álamiin.

(AM. Waskito).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: