Sudah Putus Asa…

* Seorang kawan menelpon lama. Dalam pembicaraan dia ngaku sudah skeptis dengan negeri ini. Dia sudah muak bicara karut marut dunia politik. Terus, dia sudah meyakini bahwa Indonesia sudah “tak ada”. Dia sudah siap terima kenyataan “negeri ini tiada”.

* Sambil bercanda, saya tanggapi. “Kalau sedang melihat foto elit politik dari kaum politisi busuk, baca saja: a’udzubillahi minas syaithonir rojiim.” Smoga dia paham apa maksudnya.

Ayo Tetap Semangat

Ayo Tetap Semangat

* Kawan ini background enginer, teknik sipil. Biasa berpikir tentang kalkulasi, analisis, logika proses, dll. Kmudian beliau terapkan dalam lingkup politik SAAT INI. Hasilnya…skeptis atau putus asa.

BEBERAPA SARAN:

1. Ketika melihat kondisi yang sangat prihatin, jangan buru-buru memvonis negeri ini hancur. Tapi BERDOALAH mohon KESELAMATAN kepada Allah. Contoh doa simple: “Ya Allah, selamatkan negeri kaum Muslimin ini. Beri hidayah kepada pemimpin dan rakyatnya untuk memperbaiki diri. Tolaklah makar orang-orang zhalim yang menghendaki kerusakan.” Baca doa seperti ini stiap selesai shalat. Itu sudah KONTRIBUSI POLITIK. Namanya “politik langitan” atau “politik transenden”; maksudnya, minta pertolongan pada ALLAH Jalla Jalla Luhu.

2. HINDARI orang-orang bodoh yang bicara politik. Maksudnya, hindari omongan politik MINUS IMAN. Siapa pun juga yang ngomong politik apakah Ketua MK, anggota DPR, pakar ekonomi, media massa, pengamat politik, pakar akademisi, aktivis twitter, paranormal, pakar hukum, lembaga surve, dll. Kalau dalam omongannya tidak ada kata “Allah dan Rasul-Nya”, maka tinggalkan omongan mereka. Samakan omongan mereka dengan “suara jangkrik”.

“Wa idza khotobal jahiluna qolu salama” (kalau orang-orang jahil berbicara, mereka (orang saleh) cukup bicara yang baik-baik saja).

3. BANYAK-banyaklah berpikir, berbuat, berkontribusi kebaikan; dengan niat amal saleh. Jangan pedulikan kondisi politik karut marut. Kontribusi ini akan MEMPERPANJANG UMUR KEBAIKAN di tengah masyarakat. Tentu kontribusi semampunya saja. Ikhlas. Jangan banyak Selfie (RIYA’).

4. KALAU mau lakukan kontribusi politik, untuk perbaikan. Boleh. Tapi harus “berani syahid”, cerdas bertindak, dan kuat mental. Ancaman maut, dijebak, dan tekanan psikologis jadi risiko. Kalau modal tanggung, jangan. Sebaiknya banyak berdoa saja.

* JADI dalam kondisi seburuk apapun, peluang berbuat baik tetap ada. Tidak pernah tertutup. Peluang tertinggi MERAIH SYAHID, dengan menantang sekian risiko. Peluang moderat, terus menebar kebajikan tanpa lelah. Peluang termudah, BERDOA kepada Allah SWT. Tapi harus sabar dan kontinue.

* HINDARI media-media yang hanya bikin stress saja. Banyak-banyak BACA Al Qur’an, berdzikir, baca fikih, baca Sirah Nabawi dan Sejarah Khulafaur Rasyidin.

* Demikian saran dari kami. Jangan putus asa ya. Kalau Anda putus asa, nah itu yang dituju oleh setan-setan. Setan menggoda ke sana. Na’udzubillah min kulli dzalik. Terimakasih.

(WeAre).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: