Jangan Takut Badai Politik…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Badai politik adalah suatu tekanan kuat terhadap sistem perpolitikan di suatu negara. Arahnya bisa menjadi sebuah perubahan skema kekuasaan, bisa terjadi “perimbangan kekuatan” tanpa perubahan kekuasaan, atau bisa juga ia hanya menjadi konsumsi opini politik saja.

Sampai sejauh ini sebagian besar kaum Muslim di negeri kita berada dalam kondisi “tidak siap” dengan gejolak politik, atau “tidak mau”, bahkan “sangat takut”. Padahal kalau mau jujur, sebenarnya kita sebagai bangsa telah melewati banyak sekali “gempa politik”. Hampir setiap periode kekuasaan, bahkan setiap tahun, ada “gempa politik”. Nas’alullah al ‘afiyah.

Sering Terjadi Badai dalam Kehidupan Politik

Sering Terjadi Badai dalam Kehidupan Politik

Melalui pesan sederhana ini kami ingin menyampaikan agar kita, kaum Muslimin, tidak merasa galau, takut, atau panik dengan berbagai kenyataan politik di depan mata, sekalipun ia merupakan “badai politik” yang bisa mengubah skema kekuasaan secara drastis. Maksudnya, kejadian-kejadian semacam itu sangat mungkin terjadi dalam skala kehidupan politik sebuah bangsa.

Karena posisi kita lebih sebagai “obyek politik”, bukan “subyek politik” yang berperan menentukan warna dan konstruksi sebuah sistem kekuasaan; ya kita lebih banyak bersifat MERESPON. Ya bagaimana lagi, itulah kenyataannya.

Terkait upaya merespon ini, nasehat kami: jangan merasa takut dan gentar. Kita jalani kehidupan baik-baik saja, berlandaskan KEIMANAN kepada Allah Rabbul A’la, ketenangan, dan kewaspadaan.

Perubahan sangat mungkin terjadi dalam perpolitikan bangsa. Perhatikan saja, seseorang yang kemarin masih “menjadi walikota” kini sudah menjadi presiden. Bukankah ini adalah perubahan besar? Jika demikian, maka perubahan-perubahan ini memungkinkan terjadi lagi dan seterusnya.

Ada ayat yang sering menjadi nasehat bagi kita semua:

Wa man yakfur bit thaghuti wa yu’min billahi faqad istamsaka bil ‘urwatil wutsqa lan fishama laha wallahu sami’un ‘alim (dan siapa yang mengingkari segala sesembahan selain Allah, lalu dia beriman tauhid kepada Allah, maka dia telah berpegang kepada tali yang amat teguh, tak akan putus selamanya, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). Surat Al Baqarah 256.

Dalam situasi apapun, kita harus TETAP BERPEGANG kepada Iman Tauhid kepada Allah Azza Wa Jalla. Maka hal ini merupakan pegangan yang sangat kuat dalam kehidupan.

Wallahu a’lam bisshawaab.

(SilverPencil).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: