Perih dalam Bertahan…

* Banyak org salah mengerti. Mereka menuduh dari kejauhan. Mereka menetapkan gelar ekstrem, radikal, garis keras; sambil tidak paham.

 * Sejujurnya… Lelah skali dengan perselisihan. Debat. Balas-balasan. Serang-serangan. 

* Fithrah kita merindukan damai, tenang, bersaudara, harga-menghargai, saling bantu & kerjasama.

* Coba renungkan kehidupan SURGAWI… Apa di sana penuh dengan amarah, dendam, kebencian; debat, serang-serangan, bom-boman? Jawabnya adalah: “laa yasma’una fiha laghwa wa laa ta’tsima, illa qilan salama salama.” (Al Waqi’ah 25-26).

* Sejatinya kita lebih suka suasana damai, tenang, sentosa. Spt doa yang sering kita baca unt Rasulullah Saw: “Ya Allah limpahkan salam, damai sentosa…baginya.”

* TAPI betapa banyak orang menyerang. Betapa lebat panah dusta & fitnah. Betapa kejam permusuhan pada Syariat. Betapa banyak darah dan tulang UMMAT berhamburan di bawah laras-laras kezhaliman. Betapa perih agenda konspirasi, ekstra konspirasi, serta ultra konspirasi…demi melumpuhkan nafas agama.

* Posisi kami lebih banyak BERTAHAN, membelai, menjaga hak-hak khusus & umum. Mereka slalu memulai, kembali & kembali memulai. Kami sebatas bertahan…

* Ya Allah, kami rindukan damai & tenang bagi Ummat ini. Tapi mereka terus MENGOBAR API. Ya Allah, pada-Mu kami pasrah & berlindung.

* Mungkin inilah yang disebut Nabi Saw sebagai “qabdhi ‘alal jamri” (menggenggam bara api). Kalau bara dilepas, api padam; kalau terus digenggam, tangan hangus.

* Kita tak suka berselisih. Tapi DIPAKSA TERUS berselisih. Bila tidak angkat bicara, agama kan ditikam; bila angkat bicara kita babak belur. Wallahul Musta’an.

* Biarlah…manusia tahu, bahwa kami hanya bertahan, melindung diri, menjaga hak-hak.

* Pahamkan hati-hati mereka ya Rabbi ya Rahmaan ya Malik; agar mencintai KEDAMAIAN ISLAM lebih dari lainnya. Amin amin ya Allah.

(WaterFlow).  

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: