Wahabi dan Tuduhan “Tanduk Setan”

Bismillahi laa haula wa laa quwwata illa billah. Bi nashrika ya Arhama Rahimin.

* Sangat sedih ketika sampai saat ini masih berseliweran tuduhan bahwa Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahab adalah “tanduk setan” seperti yg disebut dlm hadits-hadits Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu tuduhan itu diarahkan ke pengikut dan simpatisan dakwahnya.

* Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa akan muncul tanduk setan dari “arah timur madinah”. Ada juga disebut kata “dari Najd”. Karena Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahhab berasal dari Najd, maka dakwah beliau dituduh sbg “qarnus syaithon” (tanduk setan).

* Ya kita tahulah siapa-siapa yang terus menyebarkan tuduhan itu. Tapi demi keutuhan MUSLIMIN, mereka tak perlu disebut. Cukup dibantah kebathilan tuduhan mereka.

* Ada ulama-ulama yg membantah dg dalih NAJD = IRAK. Kami tidak memakai metode itu. Biarlah kita maklumi Najd ya wilayah pedalaman Saudi, atau arah timurnya Madinah. Biar begitu saja, lebih mudah diskusinya. 

BANTAHAN…

 (1). Ketika Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam sebut hadits “tanduk setan”, apa beliau sebut siapa TOKOH/PERSON yang dimaksud sebagai “tanduk setan” itu? Apa beliau sebut jika “tanduk setan” itu adalah Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahhab? Tidak ada kan bukti-bukti bahwa Nabi tunjuk hidung ke Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahhab?  Lha kenapa kok banyak orang lancang menuduh Syaikh sebagai “tanduk setan”? Apa mereka lebih tahu dari Nabi dan lebih mulia dari beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam?

(2). Tuduhan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sbg “tanduk setan” adalah fitnah dan su’uzhon. Mengapa? Karena beliau Muslim, tidak pernah murtad dari agama. Si penuduh tak punya dalil Kitabullah dan Sunnah yg menunjukkan bahwa “tanduk setan” itu adalah beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab). Ini hanya prasangka busuk. “Innaz zhanna laa yughni minal haqqi syai’an” (prasangka itu tak ada gunanya bagi kebenaran sedikit pun).

(3). Person “si tanduk setan” pastilah orang jahat, sesat, kafir. Tidak ada kebaikan Islam padanya. Para ulama sebutkan, mereka adalah oknum-oknum NABI PALSU seperti Musailamah, Sarjah (Nabi palsu wanita), dll. Memang mereka muncul di pedalaman Najd. Tapi ingat eranya era Salaf (zaman Khalifah Rasyidah). Sdgkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab muncul dakwahnya abad 18 M. Jauh skali jarak waktunya. Meski sama-sama di Najd.

(4). Tuduhan “tanduk setan” itu sifatnya PERSONAL, KOMUNITAS, atau SEBUAH BANGSA? Kalau ia bersifat personal, mengapa para pendukung atau simpatisan dakwah Wahabi terkena buruknya tuduhan itu juga? Kalau sifatnya komunitas atau bangsa, apa DALILNYA? “Haatuu burhanakum in kuntum shadiqin” (tunjukkan bukti kalian, kalau kalian benar!).

 (5). Tidakkah para penuduh “tanduk setan” itu sadar bahwa tuduhan tersebut adalah TAKFIR? Apa Anda tidak sadar? Ketika tuduhan “tanduk setan” diarahkan ke sesama Muslim, itu jelas TAKFIR. (Anda bisa dicap radikal, tukang mengkafirkan, teroris). Kecuali kalau tuduhan itu diarahkan ke orang-orang yg nyata-nyata murtad/kafir; itu bisa jadi cocok. TERNYATA, mereka hobi TAKFIR juga ya. Katanya Sunni, kok hobi mengkafirkan? 

(6). Andaikan sebutan “tanduk setan” itu berlaku bagi bangsa NAJD secara mutlak, dari dulu sampai kini; apakah ia berarti Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam telah memvonis kafir orang Najd secara mutlak? Jika demikian, tunjukkan dalil kalian bahwa Nabi telah memvonis kafir smua penduduk Najd? Jika tidak ada dalil, TAKUTLAH kalian dari menyelewengkan hadits-hadits Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam untuk membuat fitnah. Lihatlah Nabimu bersikap lembut pada Arab Badui (kaum Najd), beliau nasehati, doakan, diajari, serta dilembuti. Itu akhlak Nabimu! Bukan hobi mengkafirkan kaum Muslimin.

(7). Kalau Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dituduh sebagai “tanduk setan”, padahal sebelum dakwah beliau BERGURU ke Irak, Makkah, Madinah, Syam. Berarti ulama-ulama di kota-kota tersebut adalah “gurunya tanduk setan”? Jika demikian, di mana lagi masih ada Islam kalau para ulama dituduh “inspirator tanduk setan”? Tuduhan ke murid, pasti mengena ke guru; sdikit atau banyak.

(8). Secara jelas Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab memilih madzhab fikih HANBALI. Ia merujuk pendapat Imam Ahmad bin Hanbal. Itu yang dipakai Saudi SAMPAI HARI INI. Tidak ada yang mengingkari ini, kecuali jahil. Nah, apa tuduhan “tanduk setan” tersebut ujungnya mengenai Imam Ahmad? Bagaimana jawabmu wahai penuduh? Apa masih tersisa rasa malu di sana, ya ikhwah?

(9). Secara pemikiran, dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah ORIGINAL. Beliau banyak merujuk pendapat Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Katsir, Ibnu Rajab, Ibnu Qudamah, Adz Dzahabi, Asy Syathibi, Ibnu Hazm; imam-imam madzhab, imam-imam hadits. Apa mereka semua TEGA KALIAN TUDUH sebagai “tanduk setan”? Astaghfirullah, smoga mereka lekas taubat. Lalu membersihkan lisan & tulisannya.

(10). Bantahan paling kuat: Tunjukkan bukti-bukti, dalil, atau argumen bahwa dakwah Wahabi telah MELANGGAR SYARIAT, MENYIMPANG DARI KITABULLAH & SUNNAH, serta TELAH LAYAK DISEBUT KAFIR/SESAT. Tunjukkan bukti-bukti Syariat atas kesesatan kaum yang dituduh Wahabi saudara!

(11). Pilar dakwah Wahabi adalah TAUHID dan SUNNAH. Tauhid berarti tidak kafir dan syirik. Sunnah berarti tidak bid’ah. Apa ini salah? Bukankan Syahadat “laa ilaha illa Allah” maknanya TAUHID? Dan Syahadat “Muhammad Rasulullah” maknanya SUNNAH? Apa yang salah agamu sendiri? Apa engkau BERSYAHADAT tapi tidak mengerti maksudnya?

(12). Terakhir, kaum Wahabi telah menjadi penyelenggara Haji/Umrah sejak tahun 1920-an. Sudah ratusan juta manusia melaksanakan ibadah itu. Bagaimana status ibadah ini kalau penyelenggaranya “si tanduk setan”? Sah atau batal Pak? Mengapa para penuduh tidak menghentikan lalu lintas manusia ke sana?

* Nah, di sini dapati kesimpulan, tuduhan “tanduk setan” pada Muslimin NAJD itu: sangat ngawur, emosional, dan dosa sangat besar. Itu fitnah, tidak sesuai arah hadits Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Itu TAKFIR, sangat berbahaya. Dan orang yang menunggangi tuduhan itu sama dengan hendak MENGHAPUSKAN ISLAM di bumi Najd. Mereka lebih ekstrem dari Khawarij. Khawarij hanya mengkafirkan pelaku dosa besar; sedang mereka mengkafirkan semua yang lahir di Najd. Kalau Anda lahir di Najd, kebetulan Anda istimewa dan punya pandangan berbeda dengan mereka; Anda dapat divonis: Si Tanduk Setan. Astaghfirullah al ‘azhim. 

* Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam sangat lembut pada orang-orang Arab Badui, tapi para penuduh ingin MENGKAFIRKAN SMUA YANG LAHIR DI NAJD.

Akhirul kalam: Subhanallah, wastaghfiruhu, wa laa haula wa laa quwwata illa billah.

Sumber: dikopi dari akun facebook saudara Heru R, asal Surabaya. 

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: