Selamat Malam, Jendral !!!

++ Jendral, kenapa Anda senang banget dg slogan “NKRI Harga Mati”.

>> Pasti dong. Stiap prajurit harus hafal slogan itu. Dan disebarkan dimana-mana.

++ Memang kenapa, Jendral?

"Selamat Malam, Jendral"

“Selamat Malam, Jendral”

>> Ya tahu sendirilah, slama ini banyak ancaman-ancaman terhadap keutuhan bangsa.

++ Contoh ancamannya apa dan dari mana?

>> Misalnya gerakan radikal, ektsrem, teroris. Itu membahayakan NKRI.

++ Apakah ancaman bagi NKRI cuma teroris saja, Jendral?

>> Ya teroris paling bahaya.

++ Bagaimana dg konglomerat yang punya dana triliunan rupiah, dan terus merusak dan menyandera kehidupan politik nasional?

>> No comment.

++ Bagaimana dg investor-investor asing yg terus merajalela menguasai aset-aset bangsa?

>> Gak tahu.

++ Bagaimana dg gerakan China Rantauan yg mau menguasai negeri ini?

>> Ra weruh.

++ Bagaimana dg gerakan PKI yg kian berani tampil terbuka dan buat manuver?

>> Oh ya, benarkah?

++ Bagaimana dg gerakan Syiah yg terus mematangkan revolusi di negeri ini?

>> Syiah bukan teroris kan. Dia orang Muslim kan? Kenapa antar Muslim tidak bersatu?

++ Aneh, bukan ulama, tapi sok tahu. Anda mau negeri ini jadi seperti Suriah, Yaman, Libanon, dan Irak?

>> Jangan didramatisir.

++ Bagaimana dg rezim penguasa yg terus menerus menghancurkan sendi-sendi agama, kekuatan ekonomi rakyat, dan menindas semena-mena?

>> Ya itu semua ada mekanismenya. Ada aturan. Smua ada UU-nya.

++ Jadi mau Anda apa Kopral, eh maksudnya, Jendral?

>> Pokoknya begini ya. Ini negara hukum. Ini negara Pancasila. Smua ada aturannya. Stiap aturan bisa KAMI AKALI. Eh maksudnya, harus dipatuhi. Apapun namanya…yang penting “NKRI harga mati”.

++ Aneh Anda Jendral! Orang-orang yg tulus membela bangsa, dimusuhi. Sedang yg jelas-jelas merusak bangsa, malah dibela. Aneh bin ajaib.

>> Itu hak saya dong. Mau apa kek, itu urusan saya.

++ Sangat menyedihkan, Jendral!

>> Apa maksudmu?

++ Dengan kata-kata “NKRI Harga Mati” itu seolah Anda mau menjual negara ini.

>> Kok bisa, apa alasannya?

++ Ya Anda bermaksud menjual negara ini tapi dengan “harga mati” atau “harga pas”. Tanpa tawar-menawar.

>> Bukan, bukan begitu maksudnya.

++ 1001 kata Anda mau membela diri, percuma Jendral. Rakyat melihat kelakuan, bukan omongan.

>> Terserah, suka-suka.

++ Selamat malam Jendral. Moga esok hari dapat pembeli dengan harga yang cocok.

PESAN: Ingat selalu saudaraku. Kita ini anak-cucu para pahlawan, para patriot! Jangan Anda gentar atas tekanan orang-orang yang tidak tulus mencintai bangsa dan rakyatnya sendiri.

(TheWall).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: