Setitik Rahasia di Balik RISALAH AMMAN

* Risalah Amman (Amman Message) adalah semacam “deklarasi damai” antara para tokoh dan ulama Muslim anggota OKI. Disepakati di ibukota Yordan Amman, pada 4-6 Juli 2005.

* INTI risalah itu adalah seruan damai bagi penduduk negeri-negeri Muslim (khususnya anggota OKI). Hendaknya tidak saling menyerang/perang antar sesama bangsa; meski punya perbedaan-perbedaan paham.

* Kesepakatan ini tidak lepas dari situasi konflik di Irak pada 2003 dan Afghanistan pada 2001. Jadi antisipasi supaya konflik/perang tidak makin meluas ke negeri-negeri Muslim lain.

* Dalam Syariat Islam berdamai boleh. Dengan Ahlul Kitab, boleh; seperti Piagam Madinah; di sana ada damai dg Yahudi. Dengan orang musyrikin, boleh; seperti perjanjian Hudaibiyah antara Rasulullah Saw dg orang-orang musyrik Makkah. Dengan kaum sesat seperti Khawarij, boleh; seperti Khalifah Ali Ra biarkan Khawarij Nahrawan, sampai mereka membuat serangan, baru diperangi. Damai dg sesama Muslim, lebih boleh lagi.

* KESIMPULAN, akad damai dengan siapapun boleh. Karena damai lebih baik daripada perang.

* Tapi kalangan Syiah selalu mengklaim, bahwa ULAMA-ULAMA SUNNI MENGAKUI KEABSAHAN SYIAH lewat Risalah Amman. Ini klaim mengada-ada. Tidak benar seperti itu. (Kalau klaim itu benar tentu ulama-ulama Sunni itu akan mudah saja menyeberang menjadi pengikut Syiah).

* SATU LAGI, setelah Risalah Amman beredar tahun 2005, Iran Syiah justru sangat agressif menyerbu negeri-negeri Muslim dengan makar revolusinya. Itu berjalan sampai skarang. Banyak negeri Sunni berkobar akibat Syiah ini seperti: Irak, Yaman, Bahrain, Libanon, Suriah, Saudi Timur, bahkan aromanya sudah tercium di Indonesia.

* SEOLAH para ulama dijebak agar “sepakat dg keabsahan Syiah” lebih dulu; setelah itu agen-agen Syiah merajalela tawarkan revolusi Khomeiniyah.

Nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. Amin.

(JoinNow).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: