Bantu Media Islam dengan MEMBELINYA

* Sebuah media Islam, hampir mati. Beberapa tahun beredar, kini dalam situasi “death or live”. 
* Empat bulan gaji karyawan belum terbayar. Tanggal cetak mundur terus, karena biaya cetak krisis.
* Donatur mulai berguguran, karena tidak kuat terus memberi support.
* Media ini terbit dua minggu sekali, harga per eksemplar 9.000. Kalau langganan sebulan cuma 20 ribu. Sama dengan dua kali makan pas-pasan di warteg.
* Meski begitu kok sulit berharap dukungan Ummat ya? Padahal murah sekali.
* Kalau kita tidak membeli media Islam; mereka tidak dapat pemasukan; tanpa pemasukan, biaya produksi dan lain-lain tidak ada; lama-lama ya matilah media itu.
* Mau tidak kita bantu media Islam dengan cara: MEMBELINYA? Jangan minta atau berharap gratisan terus. 
* Kalau berharap gratisan atau dikasih, sama dengan membiarkan media itu “mati pelan-pelan”. Tegakah engkau… 

* Jangan juga bersikap TIDAK PEDULI. Untuk sekedar beli rokok saja, seseorang bisa habis hingga dua bungkus sehari. Minimal 20 ribu. Lha itu sama dengan langganan media tersebut sebulan. Apakah terasa berat?
* Media cetak dekat dengan masyarakat grassroot. Kalau online rata-rata di akses kalangan perkotaan saja.
 
* Hayu bantu kawan… Media Islam apa saja. Dengan cara: MEMBELINYA. Jangan berharap dikasih. Murah kok.
* Bantu nafas media Islam, dengan membelinya. Jazakumullah khair.

(Admin).

Foto Maz Jokow.

 

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: