JASMERAH dan JASHIJAU

>> Di masa lalu, Ir. Soekarno kemukakan sbuah slogan hebat JASMERAH. Artinya: “JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH.” Ini lalu jadi slogan umum.

>> Filosof mengatakan: “Sebuah bangsa yang tidak peduli dengan sejarah, dia tak punya masa depan.”

>> Al Qur’an dan As Sunnah banyak skali bicara tentang SEJARAH kaum terdahulu, agar kita mereguk hikmah & renungan.

>> Tapi kenapa mesti JASMERAH? Mengapa bukan jas kuning, coklat, hitam, atau ungu? Ya karena “jas merah” identik warna PNI (partai Soekarno). Lihat PDIP merah juga. Partai komunis juga pakai warna merah.

>> Perlu juga kiranya kita kemukakan slogan JASHIJAU. Dalam kultur Nusantara, warna hijau menandakan warna Islam. Identik dengan warna DAUN dan ALAM NATURAL.

>> JASHIJAU…JAngan Sekali-kali HIlangkan JAsa Ummat (Islam).

>> Tiada Indonesia tanpa Islam. Kalau agama mayoritas bukan Islam, bangsa ini sudah TERPECAH BELAH sejak dulu. Karena kita ini MULTI KULTUR & ETNIS.

>> Saat Indonesia berbentuk RIS, pemimpin Masyumi, M. Natsir, galang dukungan agar kita kembali ke format NKRI. Itu dikenal sebagai MOSI INTEGRAL NATSIR.

>> Dalam perjuangan kontra kolonial dan kemerdekaan; Ummat Islam tak henti-henti mempersembahkan patriot, pahlawan, dan syuhada. Atas fakta itu lalu Ummat Islam “diberi hadiah” dengan adanya DEPARTEMEN AGAMA.

>> Tiada Indonesia tanpa Islam. Tiada NKRI tanpa jasa Ummat Islam.

>> Bila kini ada gerakan MASSIF & SISTEMIK untuk menyingkirkan Islam dari kehidupan bangsa dan negara. Maka kami katakan: “JASHIJAU… Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ummat!”

>> Dalam pertarungan politik masa kini, jangan ragu kemukakan: J.A.S.H.I.J.A.U.

>> Kata Nabi SAW: “Tidak bersyukur kepada Allah, siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia.”

Bumi Allah, 3 Mei 2015.
AM. Waskito.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: