Karena Kita Kaum Penakut…

* SATU faktor besar yg membuat kaum Muslimin di negeri ini MARTABAT-nya rendah, dinista kaum-kaum lain, karena karakter PENAKUT.

* Kita dizhalimi, diam saja. Dirugikan, tinggal terima. Ada korupsi, dimaklumi. Diinjak laras panjang, sudah gemetaran. Keadilan dilecehkan, meneng wae. Sedikit ditekan, sudah trauma.

* Kita mengaku menyembah PENGUASA semesta. Berteladan NABI paling mulia. Membaca sejarah para PAHLAWAN. Sehari-hari tak lepas SHALAT 5 WAKTU. Tapi kenapa: Kelakuan kayak banci? Penakut, pengecut, tidak punya nyali?

* Katanya, RABB-nya ALLAH TA’ALA, tapi menghadapi segelintir manusia saja takut?

* Ingat kaidah ayat ini: “Wa in ta-lamuna fa innahum ya-lamuun, wa tarjuna ilallahi maa laa yarjuun” (kalau kalian merasai sakit, mereka (org kafir) juga sakit; akan tetapi kalian bisa berharap kepada Allah apa yg tidak bisa mereka harapkan). Surat An Nisaa’.

* Semua kaum merasai sakit, bukan hanya kita saja. Tapi sebagai Muslim kita bisa berharap RAHMAT, AMPUNAN, PERTOLONGAN, serta SURGA Allah Ta’ala. Semua itu tak bisa diharapkan oleh orang kafirin.  

* Masalah utama kita bukan ilmu, karena ilmu sudah tersebar luas. TAPI masalah kita adalah LENYAPNYA NYALI. Tumbuhnya karakter penakut, pengecut, lemah mental.

* Itulah yg dikatakan oleh Nabi Saw sebagai PENYAKIT AL WAHN: gila dunia & takut mati.

* MARI BERUBAH SAUDARAKU. Anda punya IZZAH (proudness) sebagai hamba RABB alam semesta. Apakah Sang Rabb akan meninggalkan hamba-Nya? Hayati Saudaraku, hayati. Bagaimana kita takut, sedangkan di belakang kita adalah RABB alam semesta.

* DIA di sana, di langit tertinggi, di atas ARASY, selalu mengawasi keadaan hamba-Nya. Dia tak meninggalkanmu, wahai Saudara budiman. Engkau yg selalu menjaga shalatmu, selalu dalam naungan-Nya.

(BeClear). 

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: