Wanita Cantiq Tapi Lost…

>> Kata Nabi Saw: “Wa maa taraktu ba’di asyadda fitnatan lir rijaali minan nisaa’i” (tidaklah aku tinggalkan sesudahku, seberat-berat cobaan bagi laki-laki, selain dari perkara wanita).

>> ERA MODERN wanita pada cantik-cantik, narsis, dan berani pula. Allahu Akbar. Sudah begitu TEKNOLOGI sangat dahsyat.

>> Di zaman dulu, wanita “penjual cinta” rata-rata emak-emak, dandan menor, cari pelanggan di kolong-kolong jembatan. LHA sekarang, kayak artis-artis. 200 ribuan mau. Dandanan, pakaian, aksesoris…kereeen. Nas’alullah al ‘afiyah.

>> Mereka CANTIQ, kenapa kok murahan begitu? Harusnya modal kecantikan bisa jadi SATU BEKAL menuju sukses, bahagia, hidup mulia.

>> Inilah wanita yang MODAL CANTIQ, tapi kurang DZIKIR & DOA. Mereka kira, dengan CANTIQ, telah bisa menaklukkan kehidupan.

>> Saat mereka CANTIQ TAPI TANPA DZIKIR/DOA… segera saja kumpulan laki-laki penjahat menghampirinya. Mau apa lagi kalau bukan “mereguk madu” sang bunga yang CANTIQ.

>> Setelah dirayu-rayu, dipuji-puji, digombali sejuta jurus oleh BAJINGAN TENGIK, akhirnya sang wanita CANTIQ kehilangan kehormatannya. Setelah itu, dia ditinggalkan oleh si Bajingan.

 >> Setelah benteng moral runtuh, si wanita CANTIQ tak mau menyerah. Dia bertekad “balas dendam” ke semua lelaki, terutama ke laki-laki yang “sok suci & munafik”. Padahal bukan mereka pelakunya, tapi jadi sasaran juga. Si wanita itu sudah ternoda, lalu ingin “berbagi” noda duka lara. 

>> KARENA cuma mengandalkan CANTIQ, tidak menjaga pergaulan, dan minim DZIKIR/DOA, terjadilah kondisi seperti itu. Dan mereka itu lalu jadi “sumber godaan universal” bagi kaum laki-laki “munafik”.  

>> Andai mereka tahu, bahwa dengan BERDZIKIR (salah satunya menjaga Shalat), hal itu merupakan perlindungan universal bagi kehidupan seorang insan. “Fadzkuruni adzkurkum wasykuru liy wa laa takfurun” (ingat-ingatilah Aku, maka Aku akan mengingatimu; bersyukurlah kepada-Ku, jangan ingkar nikmat). Surat Al Baqarah. 

>> Hidup tidak sekedar modal cantiq atau ganteng, tapi juga DZIKRULLAH. Itulah perlindungan asasi yang dibutuhkan setiap insan. Demikian, semoga bermanfaat. Amin. 

 (Admin). 

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: