Tanah Suci di Hati Ummat

Bismillahirrahmaanirrahiim.

>> Bila kau dengar ada saudaramu akan melaksanakan Haji/Umrah ke Tanah Suci…gembirakan hatimu, jangan merasa iri atau sesak dada.

>> Doakan barakah baginya. Doakan mendapat rahmat & ampunan Allah.

>> Jangan berprasangka buruk. Jangan meremehkan. Jangan mencela.

Tanah Suci Menguji Setiap Muslim Sesuai Keadaannya

Tanah Suci Menguji Setiap Muslim Sesuai Keadaannya

>> TAPI jangan juga merasa minder, merasa kecil, merasa lebih buruk iman Islam, merasa “tak layak jadi tamu Allah”. Jangan berkecil hati.

>> FAKTA, ada yang sehari-hari mukim di Tanah Suci, tapi tak lepas dari makriyat dan khianat. Tak ada beda baginya Tanah Suci atau negeri lain. Iman tidak memperbaiki amal-amalnya.

>> FAKTA LAIN…ada yang hidupnya habis untuk membela agama dan Ummat; tapi seumur hidup tidak pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Contoh, Sultan Shalahuddin Al Ayyubi. Belum pernah Haji/Umrah sampai wafatnya.

>> Sering atau jarangnya manusia bisa ziarah ke Tanah Suci. Tidak membuktikan dia LEBIH BAIK di sisi Allah Ta’ala. Ada yang ke sana untuk mengejar dunia; ada yang tulus lillahi Ta’ala.

>> Sering ziarah ke sana tidak menjadi bukti ketakwaan, sebagaimana jarang ke sana juga bukan bukti kelemahan iman.

>> Allah SWT berkata: “manistatha’a ilaihi sabilan” (bagi yang mampu menempuh jalan ke sana). Artinya, Allah saja memaklumi ketidakmampuan insan; selama bukan berpura-pura tidak mampu.

>> Berkunjung ke Tanah Suci seperti BERTAMU ke rumah Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau adalah BAPAK TAUHID dan simbol LOYALITAS Syariat. Berkunjung ke Tanah Suci tanpa membawa keduanya (tauhid & loyalitas), ya hanya seperti rekreasi belaka.

>> Tidak ada PARAMETER PASTI tentang kualitas ketakwaan seseorang terkait ibadah Haji/Umrah. Manusia satu berbeda dengan lainnya. Masing-masing punya warna, takaran, martabat di sisi Allah Al ‘Azhim.

>> Maksudnya, ada orang yang setiap tahun bolak-balik ke sana, lalu merasai kebosanan, kemudian mengeras hatinya, lalu memburuk akhlaknya. Ada pula, yang mati-matian untuk sampai ke sana; setelah sampai, dia lakukan IBADAH TERBAIK sekali seumur hidupnya. Hanya sekali. Namun setelah itu tak henti-hentinya dia memuji Ar Rahmaan atas nikmat ibadah itu.

>> Mana yang TERBAIK bagimu: sekali namun sangat berkesan, lalu dibawa mati dalam keadaan BERSYUKUR; atau berulang kali, tapi semata hanya mengejar dunia, sampai hati mengeras laksana batu granit? Mana yang kau pilih?

>> TANAH SUCI adalah syiar Allah Ta’ala di muka bumi. Sebagai TANAH BARAKAH dan NEGERI NAN AMAN. Setiap Muslim DIUJI dengannya sesuai keadaan dirinya masing-masing.

>> Jangan meremehkan yang tertinggal. Sebagaimana jangan silau dengan yang selalu menziarahi. Setiap orang diuji sesuai keadaan, tempat, dan peluangnya.

>> “Wasykuruu lillahi in kuntum iyyahu ta’buduun” (dan bersyukurlah kepada Allah, jika kalian benar-benar hanya beribadah kepada-Nya).

>> KUNCI mencintai Tanah Suci adalah dengan BERSYUKUR kepada Allah Al Ghafuur.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: