Isi Hidupmu dengan Beberapa Perkara Ini…

Mei 23, 2015

[1]. Memulai perbuatan baik dengan BASMALAH, dan menutupnya dengan HAMDALAH.

[2]. Menunaikan urusan-urusan, sebaik-baiknya, sesuai daya dan kekuatan.

[3]. Senantiasa DZIKIR dan DOA mohon pertolongan Allah SWT.

[4]. Berbagi kebaikan, apa saja, semampunya.

[5]. PASRAH DIRI kepada Allah atas apapun kenyataan yang terjadi.

Smoga hidupmu baik. Smoga barakah, selamat, mencapai husnul khatimah. Amin amin ya Rahmaan. (Khas).

Faith Islam

 

Iklan

Jadikan Orang-orang Ini Sebagai Temanmu !!!

Mei 23, 2015

[1]. Seseorang yang hormat dan sopan kepada ORANGUA-nya. Dia tak akan menyakitimu.

[2]. Laki-laki yang PEMALU kepada wanita. Dia tak akan menyakiti wanita-wanitamu. Dan dia juga BUKAN seorang homo.

[3]. Seorang pendekar atau jago BELADIRI. Dia akan mengajarimu cara bertahan hidup.

[4]. Laki-laki yang tekun ke MASJID. Insya Allah dia amanat dan punya moralitas.

[5]. Seorang GURU. Jika akhlaknya kurang baik, dia tetap punya ilmu untuk dibagi.

[6]. Orang MISKIN yang sopan. Mereka adalah pendukung setia & tidak khianat.

[7]. Orang yang mau MENDENGAR. Dia bukan orang fanatik, dan mau mendengar kebenaran.

KENALI 7 kelompok itu dan jadikan temanmu. Semoga Allah memimpin jalan kita kepada Ridha-Nya. Amin amin amin. (Khas).

Teman Baik Teman yang Jujur

Teman Baik Teman yang Jujur


Inilah Era Merunduq…

Mei 23, 2015

+ Sudahlah Bang. Jangan merunduk terus. Tak baik itu.
~ Ya tanggung. Dikit lagi.
+ Saking merunduk, sampai tidak ingat ada kawan.
~ Maaf, maaf. Tadi keasyikan.
+ Orang zaman sekarang aneh. Merunduk di mana-mana.
~ He he he. Asyik sih.

"Maen Gadget Tak Mengenal Tempat"

“Maen Gadget Tak Mengenal Tempat”

+ Sadarlah Bang. Dunia tak selebar kotak gadget.
~ Iya betul. Setuju.
+ Abang setuju, tapi update status terus.
~ Status?
+ Ia maen medsos. Atau maen fesbuq.
~ Apa medsos? Apa fesbuk?
+ Lagi maen gadget kan?
~ Apa gadget? Ra ngerti aku.
+ Aah sudahlah. Gak ada guna ngomong sama orang keras kepala.
~ Hhmm… TARA !! Beres sudah. Alhamdulillah. Gak merunduk lagi sekarang. Leher terasa pegel.
+ Sudah diposting statusnya Bang?
~ Status apa sih? Ra ngerti aku.
+ Lha dari tadi Abang ngapain merunduk terus?
~ JAHIT BAJU. Ni baju robek-robek. Saya perbaiki.
+ Hah, jahit baju?
~ Iya. Ini bajunya. Lihat sudah dijahit.
+ Astaghfirullah. Kirain…
~ Tenang saja. Santai. Kalem…
+ Itu teman Abang yang merunduk di sana ngapain? Dari tadi tangannya keliatan ketak ketik?
~ Dia lagi ngitung dagangan. Pake kalkulator segedhe Ipad.
+ Terus yang di sana, di pojokan? Dia juga merunduk terus?
~ Dia lagi “metani” (cari) kutu kucing. Hobinya gitu, kalau lagi rehat belajar.
+ Lha itu Bapak-bapak, dari tadi aku lihat dia merunduk terus? Ngapain dia?
~ Dia sakit leher. Salah posisi tidur.
+ Astaghfirullah… Aku salah sangka. Ternyata di sini merunduk sebenarnya. Astaghfirullah…
~ Tenang saja, santai. Cool, calm, confident…

TAMAT.

(WeAre).


Masalah Terbesar Ummat Islam Sedunia

Mei 11, 2015

>> Mau tahu masalah terbesar Ummat kita?

>> POIN 1: SEMUA Muslim meyakini bahwa Islam adalah SATU-SATUNYA JALAN PENUNTUN KE SURGA. Semua sepakat dengan ini.

>> POIN 2: BANYAK Muslim tidak RIDHA jika saudara-saudaranya, sesama Muslim, akan sama-sama masuk surga. Mereka ingin masuk surga dengan kawan-kawannya sendiri.

>> POIN 3: DUA hal di atas memicu SENGKETA ABADI di kalangan Muslimin. Itu jadi penyebab kekalahan kita menghadapi tekanan orang-orang di luar Islam.

>> PADAHAL Rasulullah SAW lebih senang jika Ummat Islam menjadi “bagian terbesar” penghuni surga. Beliau akan bangga dengan hal itu.

>> Hayuh ikuti JEJAK NABI, merasa suka dengan sebanyak-banyak Muslim MASUK SURGA. Surga sangat luas, banyak tempat buat saudara-saudaramu yang lain.

>> Bagaimana kalau nanti di surga ketemu SETERU selama di dunia? Mudah saja. Tinggal TERTAWAKAN DIRI SENDIRI. Ternyata orang yang dimusuhi di dunia, menjadi teman baik selama di surga.

>> Bolehkah meneruskan permusuhan di surga? TIDAK BOLEH. Di surga hanya ada “salaman salaman” (keselamatan keselamatan). Tidak ada permusuhan. Siapa yang mau bermusuhan di sana, silakan meluncur ke neraka. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

(WeAre).


Imam Al Albani dan Jihad

Mei 11, 2015

>> Beliau sering dikritik tentang Jihad. Tapi tak ada salahnya kita lebih BIJAK memahami pendapatnya.

>> Smula saya ikut mengkritik juga, tapi kemudian merasa LEBIH BAIK bersikap BIJAK. Tentu posisi saya sekedar pengamat, bukan ulama.

>> Dua pendapat Imam Al Albani yang sering dikritik: a. Jihad harus ada imam terlebih dulu; b. Para pejuang Palestina hendaknya hijrah dulu keluar dari Palestina, lalu susun kekuatan untuk melawan Zionis Israel.

Sikapi Ulama dengan BIJAKSANA

Sikapi Ulama dengan BIJAKSANA

[1]. Dari dua pendapat di atas sebenarnya ada BUKTI bahwa beliau setuju dg Jihad tanpa imam. Buktinya beliau dukung perlawanan kontra Zionis, tanpa mensyaratkan ada imam dulu.

[2]. Kalau mau jujur, bicara dalam level Syariat Islam, namanya JIHAD FI SABILILLAH, memang harus ada imam. Jihad Nabi Saw, Khulafaur Rasyidin Ra, imam-imam kaum Muslimin, MAYORITAS bersama imam. Mungkin Imam Albani berpijak di sini.

[3]. Tapi BUKAN BERARTI Jihad membela diri, meski tanpa imam, dianggap tidak boleh. Tentu bukan begitu. Sebab riwayat-riwayat banyak berbicara, keutamaan membela harta, jiwa, agama, kehormatan. Pastilah Imam Albani tahu riwayat-riwayat itu.

[4]. Terkait Jihad di Palestina, hal ini membuktikan bahwa beliau dukung Jihad membela diri. Dalam satu fatwa tentang bom ISYTIHAD, beliau juga dukung, dengan syarat atas perintah imam/komando Jihad. Bagaimana tidak mendukung, beliau dan keluarga keluar dari Albania karena agresi kaum komunis -laknatullah ‘alaihim-.

[5]. Saat beliau fatwakan Muslim Palestina hijrah, tentu bukan agar mengosongkan negeri agar Zionis leluasa menguasainya. Tapi mengeluarkan sebagian pejuang agar bisa MEMPERKUAT DIRI di wilayah aman. Setelah kuat, balik lagi ke Palestina untuk melawan Zionis. FAKTANYA, dengan atau tanpa fatwa itu, para pejuang Palestina membangun kekuatan di luar wilayah Palestina Israel. Itu sudah dilakukan dan banyak.

>> BILA ada kekurangan-kekurangan pada fatwa JIHAD Syaikh Al Albani, mungkin karena beliau “kurang mahir” dengan dunia Jihad di lapangan. Tak ada salahnya memaklumi.

>> UNTUK ulama sekaliber beliau, kalau kita tidak mau memberi ‘udzur, lalu siapa lagi yang akan selamat? Wallahi, kita perlu bersikap bijak kepada pelayan-pelayan Sunnah Nabawiyah.

Wallahu a’lam bisshawab.

(WaterFlow).


Tanah Suci di Hati Ummat

Mei 11, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

>> Bila kau dengar ada saudaramu akan melaksanakan Haji/Umrah ke Tanah Suci…gembirakan hatimu, jangan merasa iri atau sesak dada.

>> Doakan barakah baginya. Doakan mendapat rahmat & ampunan Allah.

>> Jangan berprasangka buruk. Jangan meremehkan. Jangan mencela.

Tanah Suci Menguji Setiap Muslim Sesuai Keadaannya

Tanah Suci Menguji Setiap Muslim Sesuai Keadaannya

>> TAPI jangan juga merasa minder, merasa kecil, merasa lebih buruk iman Islam, merasa “tak layak jadi tamu Allah”. Jangan berkecil hati.

>> FAKTA, ada yang sehari-hari mukim di Tanah Suci, tapi tak lepas dari makriyat dan khianat. Tak ada beda baginya Tanah Suci atau negeri lain. Iman tidak memperbaiki amal-amalnya.

>> FAKTA LAIN…ada yang hidupnya habis untuk membela agama dan Ummat; tapi seumur hidup tidak pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Contoh, Sultan Shalahuddin Al Ayyubi. Belum pernah Haji/Umrah sampai wafatnya.

>> Sering atau jarangnya manusia bisa ziarah ke Tanah Suci. Tidak membuktikan dia LEBIH BAIK di sisi Allah Ta’ala. Ada yang ke sana untuk mengejar dunia; ada yang tulus lillahi Ta’ala.

>> Sering ziarah ke sana tidak menjadi bukti ketakwaan, sebagaimana jarang ke sana juga bukan bukti kelemahan iman.

>> Allah SWT berkata: “manistatha’a ilaihi sabilan” (bagi yang mampu menempuh jalan ke sana). Artinya, Allah saja memaklumi ketidakmampuan insan; selama bukan berpura-pura tidak mampu.

>> Berkunjung ke Tanah Suci seperti BERTAMU ke rumah Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau adalah BAPAK TAUHID dan simbol LOYALITAS Syariat. Berkunjung ke Tanah Suci tanpa membawa keduanya (tauhid & loyalitas), ya hanya seperti rekreasi belaka.

>> Tidak ada PARAMETER PASTI tentang kualitas ketakwaan seseorang terkait ibadah Haji/Umrah. Manusia satu berbeda dengan lainnya. Masing-masing punya warna, takaran, martabat di sisi Allah Al ‘Azhim.

>> Maksudnya, ada orang yang setiap tahun bolak-balik ke sana, lalu merasai kebosanan, kemudian mengeras hatinya, lalu memburuk akhlaknya. Ada pula, yang mati-matian untuk sampai ke sana; setelah sampai, dia lakukan IBADAH TERBAIK sekali seumur hidupnya. Hanya sekali. Namun setelah itu tak henti-hentinya dia memuji Ar Rahmaan atas nikmat ibadah itu.

>> Mana yang TERBAIK bagimu: sekali namun sangat berkesan, lalu dibawa mati dalam keadaan BERSYUKUR; atau berulang kali, tapi semata hanya mengejar dunia, sampai hati mengeras laksana batu granit? Mana yang kau pilih?

>> TANAH SUCI adalah syiar Allah Ta’ala di muka bumi. Sebagai TANAH BARAKAH dan NEGERI NAN AMAN. Setiap Muslim DIUJI dengannya sesuai keadaan dirinya masing-masing.

>> Jangan meremehkan yang tertinggal. Sebagaimana jangan silau dengan yang selalu menziarahi. Setiap orang diuji sesuai keadaan, tempat, dan peluangnya.

>> “Wasykuruu lillahi in kuntum iyyahu ta’buduun” (dan bersyukurlah kepada Allah, jika kalian benar-benar hanya beribadah kepada-Nya).

>> KUNCI mencintai Tanah Suci adalah dengan BERSYUKUR kepada Allah Al Ghafuur.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).


Bantu Saudaramu Menunaikan Haji

Mei 11, 2015

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Pembaca Budiman, mohon perhatian sejenak. Ada saudara kita sedang dalam kesulitan untuk pembiayaan Ibadah Haji. Mungkin di antara Anda ada yang berkenan membantunya.

"Ya Maula Ibrahim, tolonglah hamba-Mu ini mewujudkan niat baiknya. Engkaulah sebaik-baik penolong."

“Ya Maula Ibrahim, tolonglah hamba-Mu ini mewujudkan niat baiknya. Engkaulah sebaik-baik penolong.”

KISAHNYA: Beliau mengikuti program pembiayaan Haji untuk pembimbing Haji di Bank Syariah Mandiri. Mulanya ada salah paham, dikiranya semacam bantuan modal untuk usaha, lalu hasilnya digunakan untuk biaya Haji. Ternyata itu pinjaman biasa (talangan). Beliau mau mundur, tapi disarankan oleh donatur untuk tetap jalan. Donatur siap membantu. Seiring waktu, dari donatur ada gangguan pembiayaan. Akibatnya, sudah 3 kali masuk daftar jamaah berangkat, tapi tidak jadi terus. Kini datang kesempatan terakhir. Kalau tidak jadi, ya sudah hilang kesempatan berangkat Haji ke Tanah Suci.

Kali ini pihak Bank Syariah Mandiri memberi batas toleransi, paling akhir sampai tanggal 20 Mei 2015. Tinggal beberapa hari ke depan. Jika sampai batas itu belum juga melunasi dana talangan dari bank, otomatis kesempatan berangkat ini dibatalkan/dihapus.

Bila Ada di antara Anda berkenan membantu menyumbang, berapapun nilainya, silakan kirim langsung ke rekening berikut ini: Bank Syariah Mandiri no. rek. 701 866 9228. Rekening ini langsung terhubung ke bank, karena mereka sudah mengambil buku tabungannya sebagai “persiapan penutupan” akun.

Sebagai konfirmasi, bisa menghubungi kami dengan no. ponsel 0823 2029 1325.

Silakan bagi yang bersedia membantu, bila ada kelapangan rezeki dan kesiapan hati. Sebelumnya kami sampaikan ucapan terimakasih yang setulus hati. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan pertolongan, kemudahan, serta keberkahan dalam hidup kita semua. Amin Allahumma amin.

(Admin).