Di Balik Bom Ada Hadiah…

Juni 21, 2015

* Ini fenomena paling aneh di dunia. Dari ide buat bom, nanti lahir hadiah prestisius.
* Lihatlah Alfred Bernhard Nobel. Penemu peledak dinamit, ranjau, dan aneka peledak lain.
* Bom yang dia buat jadi bahan material PERANG. Tapi uang yang dia dapat, menjadi sumber pembiayaan Hadiah NOBEL.
* Bisa dikatakan, Nobel adalah hadiah paling prestisius di dunia. Tapi dari sumber “asap ledakan”.
* Konon, dalam hati Alfred Nobel ada penyesalan terkait perang di mana-mana. Maka dia menebus kesalahan dg buat anugrah Nobel Prize.
* Orang kafir juga…ternyata masih punya rasa sesal di hatinya.
* Oh ya, Alfred terus membujang sampai akhir hayat.

(Wind&Wind).

Iklan

Pemuda Atheis dan Salafi

Juni 21, 2015

* Nama pemuda itu Ahmad Husein Harqan. Asal dari Mesir. Katanya dia mantan penghafal Al Qur’an. Sekarang jadi atheis. Na’udzubillah min dzalik.
* Sebenarnya dia bukan syaikh, masih anak muda. Konon, dia 5 tahun berguru pada Syaikh Yasir Burhami.
* Dalam analisis di sebuah blog dikatakan: “Model keislaman ala Salafi rentan sekali, sebab dasarnya adalah kepercayaan pada teks, dan memusuhi penalaran rasional. Begitu seorang Salafi mau berpikir kritis, maka dasar-dasar keimanan Salafi langsung rontok. Ahmad Husein Harqan contoh yang sangat bag us.”
* BANTAHAN…
* (1). Justru berpegang kepada TEKS itu sangat kokoh. Dilukiskan spt Al Urwah Al Wutsqa. Tali yang sangat kokoh.
* (2). Ahmad Harqan itu tampaknya memahami Al Qur’an dengan nalar sekelas anak SMP/SMA, jadi wajar kalau masih galaw.
* (3). Anehnya, anak muda itu, sebagai orang Arab, enggan belajar SASTRA ARAB. Kalau dia belajar, pasti tidak buruk sangka kepada Al Qur’an.
* (4). Bantahan yang sangat telak: memang untuk memahami ilmu-ilmu Syariat dg berbagai cabang-cabangnya, tidak butuh rasio? Dari mana akan paham kalau otak gak jalan?
* (5). Bantahan terakhir, sebuah FAKTA BESAR, di dunia kini ada 1 miliar Muslim lebih. Mayoritas mereka berpegang kepada TEKS. Jadi kamu mau apa?
* Kita beragama tanpa rasio, bagaimana akan memahami? Tapi dalam Syariat, rasio dikendalikan oleh ayat-ayat dan hadits Nabawiyah yang suci.
* Begitu dech… Salam manis.

(WeLook).


KH. Hasyim Asyari dan Wahabi

Juni 21, 2015

>> Sebuah rahasia penting. Jarang diungkap. Padahal perlu diketahui.
>> Terus terang saya sebal sekali dengan kawan-kawan ASWAJA yang gemar memvonis Wahabi sesat, serupa Syiah.
>> Padahal ya, sekeras-kerasnya Wahabi (Salafi) mengkritik ASWAJA, paling seputar bid’ah atau amal-amal yang didakwa mengandung kesyirikan. Tidak pernah Wahabi memandang ASWAJA sebagai aliran sesat, seperti Syiah.
>> Pandangan Wahabi kepada ASWAJA, tak beda dengan pandangan Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad kepada NU. Kurang lebih begitu.
>> Banyak kalangan ASWAJA mendasarkan sikapnya pada ajaran KH. Hasyim Asyari saat beliau mengingkari Wahabi.
>> Kritik seperti itu sebenarnya berangkat dari TANGGUNGJAWAB Kyai Hasyim untuk melindungi & mengembangkan Jum’iyah NU-nya. Ibaratnya self protector-lah.
>> Tapi secara keumuman sebagai bagian dari Ummat, Kyai Hasyim mau sinergi dengan elemen-elemen Wahabi.
>> Anda tidak percaya? Anda sebut saya fitnah? Tidak. Ini benar-benar nyata. Ada buktinya.
>> Buktinya, saat terbentuk Partai Masyumi, yang menjadi Ketua Dewan Syuro-nya adalah Kyai Hasyim.
>> Padahal Masyumi dikenal sebagai gudangnya Wahabi. Tapi setelah merdeka. Stelah Kyai Hasyim wafat, pihak NU memilih menyisih dari saudara-saudaranya, kalangan Wahabi.
>> Kalau melihat kawan-kawan ASWAJA begitu nafsu menyerang Wahabi, kadang saya membatin: “Anda seolah merasa lebih alim dari Kyai Hasyim.”
>> Yo wis, gitu ajah. Matur nuwun.

(WeLook).


SOLUSI PERSELISIHAN Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal

Juni 21, 2015

Bismillahir rahmaanir rahiim.
* FAKTA… Sejak zaman reformasi, kaum Muslimin di negara kita sering berselisih tentang awal Ramadhan & Idul Fithri; juga momen Idul Adha.
* Mengapa terjadi hal ini? Ia merupakan dampak langsung fenomena “kebebasan ekspresi”. Termasuk dalam amaliah keagamaan. Mau tak mau, suka tak suka, itu terjadi.
* Kita tak bisa hanya cela sana-sini, karena perbedaan ini. Yg paling memungkinkan kita brsikap BIJAK, mengeliminir dampak buruk perselisihan.

Boleh Berbeda Tapi Kita Tetap BERSATU

Boleh Berbeda Tapi Kita Tetap BERSATU

* Berikut SOLUSI yang bisa ditempuh…


[1]. Mengikuti pengumuman yang disampaikan Departemen Agama RI. Dengan alasan:
>> a. Ia mewakili bagian terbesar Ummat Islam di negara kita;
>> b. Ia didukung penuh oleh MUI;
>> c. Bahwa Nabi Saw mengutamakan jumlah komunitas Muslim yang lebih besar.

Baca entri selengkapnya »


Level Mengajar

Juni 21, 2015

* Mengajar (teaching), beda dengan ceramah (speaking).
* Mengajar punya makna: membentuk, membangun, memberdayakan, mengajak paham.
* Saya belum pernah khusus belajar ilmu-ilmu PEDAGOGIK (seputar dunia mengajar). Tapi lingkungan saya guru. Kakak guru, isteri guru, kakek guru, adik juga guru, ipar guru.
* Ilmu pedagogik terutama saya SELAMI dari pengalaman menjadi murid. Tanpa disengaja, saya selalu “meresapi” cara guru-guru dalam mengajar.
* Pengalaman pertama mengajar, yaitu saat SD mengkoordinir bocah-bocah yunior main bola. Lalu mengajar teman-teman sekelas materi ulangan. Lalu mengajar adik persiapan EBTANAS SD.
* Level mengajar paling tinggi, saat memberi pelatihan para ustadz di pesantren Aa Gym.
* Level paling rendah, ngajar anak TK. Anda gak percaya? Saya pernah jadi “visitor teacher” mengajar anak TK konsep dasar “menulis buku”. Ha ha ha…lucu ya.
* Ngajar bapak-bapak pernah, ibu-ibu sampai nenek-nenek juga pernah. Tapi tidak sering.
* Ngajar paling menantang, menghadapi anak remaja SMP/SMA. Karena mereka gampang bosenan. Kalau bosan, jadi ribut.
* Paling enak mengajar aktivis, kader dai, mahasiswa. Karena frekuensinya sudah klop. Mereka siap, sadar, dan cerdas.
* PERNAH saya ngajar pemuda-pemuda di gang. Kajian di masjid. Itu sekitar masjid seperti penuh “dry ice”. Tapi ini dari asap rokok para pemuda tersebut. (Sy tahan hadapi rokok, tapi gak tahan hadapi isu konflik. Lebih memilih ngalah saja).
* Bahkan pernah saya mengajar mbak-mbak mualaf yang kalau belajar ngaji, tuh pakaian ya…seksi amat. Saya pura-pura tenang, padahal hati bergemuruh. Maklum masih normal. Wakakak…
* Rata-rata kendala sulit mengajar karena ada “bisik-bisik konflik” di sana, dan saya cenderung tak mau masuk pusaran begitu. Sudah “trauma konflik” sejak SD/SMP.
* Demikian sekedar berbagi. Ringan & santai. Smoga Allah Ta’ala maafkan atas stiap yang berlebihan. Dan Dia berkahkan atas kebaikan-kebaikan. Amin.
* Mohon maaf bila tak berkenan.

(Me).


Meluruskan Jalan JIHAD

Juni 21, 2015

Bismillahir Rahmaanir Rahiim.

* Para Mujahid adalah insan yang paling LEMBUT HATI dan PENGASIH. Mereka berkorban segala-galanya demi membela kaum Muslimin.

* Sedangkan TAKFIRI, justru mulai melangkah dengan menebarkan TEROR TAKFIR kemana-mana. Muslim yang jelas-jelas pun tak segan mereka kafirkan.

* Para Mujahid berperang melawan musuh untuk menolak kezhaliman, penindasan, kesewenangan. TAKFIRI berperang dengan kejam, untuk memuaskan amarah atas ajaran mereka yang tak dipatuhi.

* Semakin kuat kekuasaan Mujahid, semakin tersebar RAHMAT ke seluruh alam. Semakin kuat kekuasaan TAKFIRI, Ummat dan Syariat semakin teraniaya.

* Nama baik Mujahid semerbak harum karena keikhlasan amalnya; sedang TAKFIRI didukung manusia karena pencitraan rekayasa & dusta.

* Ada segolongan orang coba berpura-pura menjadi Mujahid, namun perlahan Allah Ta’ala singkap hakikat permusuhannya kepada perjuangan Islam.

* Dosa terbesar kaum TAKFIRI itu adalah kepada JIHAD FI SABILILLAH sendiri. Mari kita amati sebagiannya…

[1]. Saat Presiden Mursi dizhalimi As Sissi, jamaah TAKFIRI bukan hanya mengejek Ikhwanul Muslimin, tapi juga mengkafirkannya, karena mereka ikut proses demokrasi.

[2]. Kelompok itu juga mengkafirkan Hamas, memurtadkannya, juga karena alasan demokrasi.

[3]. Kelompok itu berniat menyerang Saudi, untuk merebut Makkah dan Madinah. Mereka juga sesumbar akan menaklukkan semua negara demokrasi. (Pernah sesumbar merebut Baghdad dalam beberapa bulan tak juga terlaksana, tapi sok menebar ancaman fantastik).

[4]. Di Suriah mereka mengkafirkan Ahrar Syam dan Jabhah Nusrah. Juga mengkafirkan faksi-faksi lain dengan menuduhnya sebagai SHAHAWAT (milisi nasionalis).

[5]. Mereka meremehkan Al Qaidah, melecehkan, bahkan memecah belah barisannya. Padahal ia adalah induk asal kaum TAKFIRI itu. Hanya karena Al Qaidah berhati-hati dalam masalah Takfir, mereka serang organisasi itu.

[6]. Fakta terbaru, mereka merebut wilayah Thaliban, membuka front dengannya; membuat perpecahan pejuang Islam di Kaukasus, Libya, Maghribi, juga Yaman.

[7]. Paling mengherankan, mereka memusuhi SURURI. Padahal entitas ini sedikit urusannya dengan mereka. Dan dari mana mereka peroleh istilah Sururi? Sangat misterius.

* SEMUA faksi pejuang Islam, garis keras atau lunak, mereka musuhi. Tak ada yang selamat, selain Syiah & Zionis.

* Melihat karakter begitu, kami teringat PARTAI BA’ATS Irak dan Suriah. Keduanya amat sangat anti PEJUANG ISLAM. Sejak dulu sampai kini.

* Mereka berkoar-koar menyebut para Mujahidin sebagai SHAHAWAT. Padahal saat Jihad Irak, merekalah yang menyandang nama itu. Kini kaum Shahawat memakai baju Mujahid; sedang Mujahid asli disebut Shahawat.

* Apakah kita masih percaya dengan KONSEP JIHAD ala kaum TAKFIRI itu? Nas’alullah al ‘afiyah.

* Dulunya…mereka sangat ghirah ingin memerangi kufar. Tapi sayang, kini malah sibuk memerangi sesama Muslim dan para pejuang. Kasihan sekali jalan kalian, wahai Saudaraku!

* SEMUA FAKSI PEJUANG ISLAM DIMUSUHI. Padahal antar faksi Mujahidin sendiri biasa terjalin kerjasama erat dan hangat.

TIDAK ADA JIHAD, TANPA RAHMAT, PERSAUDARAAN, & KERJASAMA DALAM TAKWA.

(WellView).


Beberapa Rahasia Politik…

Juni 21, 2015

>> Kalau disebarkan, berarti bukan rahasia lagi? Ya, akur. Atau jadi “rahasia umum”.

>> Sepintas lalu, pendirian politik kami seolah SELALU ANTI REZIM BERKUASA. Padahal tidak selalu begitu.

>> KAIDAH politik kami sangat sederhana: “Siapa yang pro Islam dan Ummat, kami dukung. Siapa yang anti Islam dan Ummat, kami berlepas diri.”

>> Kepentingan Ummat, kami terjemahkan sebagai “5 Perkara Dasar Muslim”: Agamanya, jiwanya, ekonominya, moralnya, dan eksistensi generasinya. Sering disebut Al Maqashid Asy Syariah.

>> Dalam sistem Non Syariah, kami tidak membawa-bawa istilah ULIL AMRI, karena tidak relevan. Ulil Amri hanya untuk pemerintahan Syariat.

>> RAHASIA 1:

Sejujurnya, saya termasuk TIDAK SETUJU pada Gerakan Reformasi 1998. Mengapa? Karena konsep Reformasi Pak Amien Rais ketika itu ingin MEROMBAK Orde Baru secara total.

Padahal: (a). Tidak semua produk Orde Baru jelek. Indonesia belum pernah Swasembada Beras, selain di era Orde Baru. Waktu itu saya berpikir, jika ada beberapa gerbong kereta rusak, gantilah gerbong itu. Jangan dibakar seluruh kereta dari depan sampai belakang.

(b). Di 7 tahun terakhir pemerintah Soeharto, beliau sangat APRESIATIF dengan ide-ide Islami.

>> RAHASIA 2: Sejujurnya, saya TIDAK PERNAH mengkritik Pemerintah Habibie (Mei 1998 – Oktober 1999). Karena saya meyakini, beliau adalah bagian dari kepentingan Islam di negeri ini.

Beberapa hari sebelum Sidang Umum MPR Oktober 1999, saya tulis artikel ke Republika, memuji Habibie dan membandingkan dg Gusdur dan Megawati. Tapi sayang, tulisanku ditolak redaktur Republika.

>> Itulah dua pengalaman penting, bahwa kami TIDAK SELALU MEMUSUHI REZIM. Kami hanya galau dengan rezim ANTI ISLAM, semisal Gusdur, Megawatt, SBY, dan Jokovic saat ini.

>> Dari mana kami simpulkan mereka Anti Islam? Ya dari konsep, ideologi, kebijakan mereka yang nyata-nyata MERUGIKAN urusan agama, jiwa, harta, akal, keturunan Ummat Islam.

>> Begitu. Smoga yang sedikit ini menginspirasi. Amin. Alhamdulillahi Rabbil A’la.

(WalkOn).