Di Balik Bom Ada Hadiah…

Juni 21, 2015

* Ini fenomena paling aneh di dunia. Dari ide buat bom, nanti lahir hadiah prestisius.
* Lihatlah Alfred Bernhard Nobel. Penemu peledak dinamit, ranjau, dan aneka peledak lain.
* Bom yang dia buat jadi bahan material PERANG. Tapi uang yang dia dapat, menjadi sumber pembiayaan Hadiah NOBEL.
* Bisa dikatakan, Nobel adalah hadiah paling prestisius di dunia. Tapi dari sumber “asap ledakan”.
* Konon, dalam hati Alfred Nobel ada penyesalan terkait perang di mana-mana. Maka dia menebus kesalahan dg buat anugrah Nobel Prize.
* Orang kafir juga…ternyata masih punya rasa sesal di hatinya.
* Oh ya, Alfred terus membujang sampai akhir hayat.

(Wind&Wind).


Pemuda Atheis dan Salafi

Juni 21, 2015

* Nama pemuda itu Ahmad Husein Harqan. Asal dari Mesir. Katanya dia mantan penghafal Al Qur’an. Sekarang jadi atheis. Na’udzubillah min dzalik.
* Sebenarnya dia bukan syaikh, masih anak muda. Konon, dia 5 tahun berguru pada Syaikh Yasir Burhami.
* Dalam analisis di sebuah blog dikatakan: “Model keislaman ala Salafi rentan sekali, sebab dasarnya adalah kepercayaan pada teks, dan memusuhi penalaran rasional. Begitu seorang Salafi mau berpikir kritis, maka dasar-dasar keimanan Salafi langsung rontok. Ahmad Husein Harqan contoh yang sangat bag us.”
* BANTAHAN…
* (1). Justru berpegang kepada TEKS itu sangat kokoh. Dilukiskan spt Al Urwah Al Wutsqa. Tali yang sangat kokoh.
* (2). Ahmad Harqan itu tampaknya memahami Al Qur’an dengan nalar sekelas anak SMP/SMA, jadi wajar kalau masih galaw.
* (3). Anehnya, anak muda itu, sebagai orang Arab, enggan belajar SASTRA ARAB. Kalau dia belajar, pasti tidak buruk sangka kepada Al Qur’an.
* (4). Bantahan yang sangat telak: memang untuk memahami ilmu-ilmu Syariat dg berbagai cabang-cabangnya, tidak butuh rasio? Dari mana akan paham kalau otak gak jalan?
* (5). Bantahan terakhir, sebuah FAKTA BESAR, di dunia kini ada 1 miliar Muslim lebih. Mayoritas mereka berpegang kepada TEKS. Jadi kamu mau apa?
* Kita beragama tanpa rasio, bagaimana akan memahami? Tapi dalam Syariat, rasio dikendalikan oleh ayat-ayat dan hadits Nabawiyah yang suci.
* Begitu dech… Salam manis.

(WeLook).


KH. Hasyim Asyari dan Wahabi

Juni 21, 2015

>> Sebuah rahasia penting. Jarang diungkap. Padahal perlu diketahui.
>> Terus terang saya sebal sekali dengan kawan-kawan ASWAJA yang gemar memvonis Wahabi sesat, serupa Syiah.
>> Padahal ya, sekeras-kerasnya Wahabi (Salafi) mengkritik ASWAJA, paling seputar bid’ah atau amal-amal yang didakwa mengandung kesyirikan. Tidak pernah Wahabi memandang ASWAJA sebagai aliran sesat, seperti Syiah.
>> Pandangan Wahabi kepada ASWAJA, tak beda dengan pandangan Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad kepada NU. Kurang lebih begitu.
>> Banyak kalangan ASWAJA mendasarkan sikapnya pada ajaran KH. Hasyim Asyari saat beliau mengingkari Wahabi.
>> Kritik seperti itu sebenarnya berangkat dari TANGGUNGJAWAB Kyai Hasyim untuk melindungi & mengembangkan Jum’iyah NU-nya. Ibaratnya self protector-lah.
>> Tapi secara keumuman sebagai bagian dari Ummat, Kyai Hasyim mau sinergi dengan elemen-elemen Wahabi.
>> Anda tidak percaya? Anda sebut saya fitnah? Tidak. Ini benar-benar nyata. Ada buktinya.
>> Buktinya, saat terbentuk Partai Masyumi, yang menjadi Ketua Dewan Syuro-nya adalah Kyai Hasyim.
>> Padahal Masyumi dikenal sebagai gudangnya Wahabi. Tapi setelah merdeka. Stelah Kyai Hasyim wafat, pihak NU memilih menyisih dari saudara-saudaranya, kalangan Wahabi.
>> Kalau melihat kawan-kawan ASWAJA begitu nafsu menyerang Wahabi, kadang saya membatin: “Anda seolah merasa lebih alim dari Kyai Hasyim.”
>> Yo wis, gitu ajah. Matur nuwun.

(WeLook).


SOLUSI PERSELISIHAN Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal

Juni 21, 2015

Bismillahir rahmaanir rahiim.
* FAKTA… Sejak zaman reformasi, kaum Muslimin di negara kita sering berselisih tentang awal Ramadhan & Idul Fithri; juga momen Idul Adha.
* Mengapa terjadi hal ini? Ia merupakan dampak langsung fenomena “kebebasan ekspresi”. Termasuk dalam amaliah keagamaan. Mau tak mau, suka tak suka, itu terjadi.
* Kita tak bisa hanya cela sana-sini, karena perbedaan ini. Yg paling memungkinkan kita brsikap BIJAK, mengeliminir dampak buruk perselisihan.

Boleh Berbeda Tapi Kita Tetap BERSATU

Boleh Berbeda Tapi Kita Tetap BERSATU

* Berikut SOLUSI yang bisa ditempuh…


[1]. Mengikuti pengumuman yang disampaikan Departemen Agama RI. Dengan alasan:
>> a. Ia mewakili bagian terbesar Ummat Islam di negara kita;
>> b. Ia didukung penuh oleh MUI;
>> c. Bahwa Nabi Saw mengutamakan jumlah komunitas Muslim yang lebih besar.

Baca entri selengkapnya »


Level Mengajar

Juni 21, 2015

* Mengajar (teaching), beda dengan ceramah (speaking).
* Mengajar punya makna: membentuk, membangun, memberdayakan, mengajak paham.
* Saya belum pernah khusus belajar ilmu-ilmu PEDAGOGIK (seputar dunia mengajar). Tapi lingkungan saya guru. Kakak guru, isteri guru, kakek guru, adik juga guru, ipar guru.
* Ilmu pedagogik terutama saya SELAMI dari pengalaman menjadi murid. Tanpa disengaja, saya selalu “meresapi” cara guru-guru dalam mengajar.
* Pengalaman pertama mengajar, yaitu saat SD mengkoordinir bocah-bocah yunior main bola. Lalu mengajar teman-teman sekelas materi ulangan. Lalu mengajar adik persiapan EBTANAS SD.
* Level mengajar paling tinggi, saat memberi pelatihan para ustadz di pesantren Aa Gym.
* Level paling rendah, ngajar anak TK. Anda gak percaya? Saya pernah jadi “visitor teacher” mengajar anak TK konsep dasar “menulis buku”. Ha ha ha…lucu ya.
* Ngajar bapak-bapak pernah, ibu-ibu sampai nenek-nenek juga pernah. Tapi tidak sering.
* Ngajar paling menantang, menghadapi anak remaja SMP/SMA. Karena mereka gampang bosenan. Kalau bosan, jadi ribut.
* Paling enak mengajar aktivis, kader dai, mahasiswa. Karena frekuensinya sudah klop. Mereka siap, sadar, dan cerdas.
* PERNAH saya ngajar pemuda-pemuda di gang. Kajian di masjid. Itu sekitar masjid seperti penuh “dry ice”. Tapi ini dari asap rokok para pemuda tersebut. (Sy tahan hadapi rokok, tapi gak tahan hadapi isu konflik. Lebih memilih ngalah saja).
* Bahkan pernah saya mengajar mbak-mbak mualaf yang kalau belajar ngaji, tuh pakaian ya…seksi amat. Saya pura-pura tenang, padahal hati bergemuruh. Maklum masih normal. Wakakak…
* Rata-rata kendala sulit mengajar karena ada “bisik-bisik konflik” di sana, dan saya cenderung tak mau masuk pusaran begitu. Sudah “trauma konflik” sejak SD/SMP.
* Demikian sekedar berbagi. Ringan & santai. Smoga Allah Ta’ala maafkan atas stiap yang berlebihan. Dan Dia berkahkan atas kebaikan-kebaikan. Amin.
* Mohon maaf bila tak berkenan.

(Me).


Meluruskan Jalan JIHAD

Juni 21, 2015

Bismillahir Rahmaanir Rahiim.

* Para Mujahid adalah insan yang paling LEMBUT HATI dan PENGASIH. Mereka berkorban segala-galanya demi membela kaum Muslimin.

* Sedangkan TAKFIRI, justru mulai melangkah dengan menebarkan TEROR TAKFIR kemana-mana. Muslim yang jelas-jelas pun tak segan mereka kafirkan.

* Para Mujahid berperang melawan musuh untuk menolak kezhaliman, penindasan, kesewenangan. TAKFIRI berperang dengan kejam, untuk memuaskan amarah atas ajaran mereka yang tak dipatuhi.

* Semakin kuat kekuasaan Mujahid, semakin tersebar RAHMAT ke seluruh alam. Semakin kuat kekuasaan TAKFIRI, Ummat dan Syariat semakin teraniaya.

* Nama baik Mujahid semerbak harum karena keikhlasan amalnya; sedang TAKFIRI didukung manusia karena pencitraan rekayasa & dusta.

* Ada segolongan orang coba berpura-pura menjadi Mujahid, namun perlahan Allah Ta’ala singkap hakikat permusuhannya kepada perjuangan Islam.

* Dosa terbesar kaum TAKFIRI itu adalah kepada JIHAD FI SABILILLAH sendiri. Mari kita amati sebagiannya…

[1]. Saat Presiden Mursi dizhalimi As Sissi, jamaah TAKFIRI bukan hanya mengejek Ikhwanul Muslimin, tapi juga mengkafirkannya, karena mereka ikut proses demokrasi.

[2]. Kelompok itu juga mengkafirkan Hamas, memurtadkannya, juga karena alasan demokrasi.

[3]. Kelompok itu berniat menyerang Saudi, untuk merebut Makkah dan Madinah. Mereka juga sesumbar akan menaklukkan semua negara demokrasi. (Pernah sesumbar merebut Baghdad dalam beberapa bulan tak juga terlaksana, tapi sok menebar ancaman fantastik).

[4]. Di Suriah mereka mengkafirkan Ahrar Syam dan Jabhah Nusrah. Juga mengkafirkan faksi-faksi lain dengan menuduhnya sebagai SHAHAWAT (milisi nasionalis).

[5]. Mereka meremehkan Al Qaidah, melecehkan, bahkan memecah belah barisannya. Padahal ia adalah induk asal kaum TAKFIRI itu. Hanya karena Al Qaidah berhati-hati dalam masalah Takfir, mereka serang organisasi itu.

[6]. Fakta terbaru, mereka merebut wilayah Thaliban, membuka front dengannya; membuat perpecahan pejuang Islam di Kaukasus, Libya, Maghribi, juga Yaman.

[7]. Paling mengherankan, mereka memusuhi SURURI. Padahal entitas ini sedikit urusannya dengan mereka. Dan dari mana mereka peroleh istilah Sururi? Sangat misterius.

* SEMUA faksi pejuang Islam, garis keras atau lunak, mereka musuhi. Tak ada yang selamat, selain Syiah & Zionis.

* Melihat karakter begitu, kami teringat PARTAI BA’ATS Irak dan Suriah. Keduanya amat sangat anti PEJUANG ISLAM. Sejak dulu sampai kini.

* Mereka berkoar-koar menyebut para Mujahidin sebagai SHAHAWAT. Padahal saat Jihad Irak, merekalah yang menyandang nama itu. Kini kaum Shahawat memakai baju Mujahid; sedang Mujahid asli disebut Shahawat.

* Apakah kita masih percaya dengan KONSEP JIHAD ala kaum TAKFIRI itu? Nas’alullah al ‘afiyah.

* Dulunya…mereka sangat ghirah ingin memerangi kufar. Tapi sayang, kini malah sibuk memerangi sesama Muslim dan para pejuang. Kasihan sekali jalan kalian, wahai Saudaraku!

* SEMUA FAKSI PEJUANG ISLAM DIMUSUHI. Padahal antar faksi Mujahidin sendiri biasa terjalin kerjasama erat dan hangat.

TIDAK ADA JIHAD, TANPA RAHMAT, PERSAUDARAAN, & KERJASAMA DALAM TAKWA.

(WellView).


Beberapa Rahasia Politik…

Juni 21, 2015

>> Kalau disebarkan, berarti bukan rahasia lagi? Ya, akur. Atau jadi “rahasia umum”.

>> Sepintas lalu, pendirian politik kami seolah SELALU ANTI REZIM BERKUASA. Padahal tidak selalu begitu.

>> KAIDAH politik kami sangat sederhana: “Siapa yang pro Islam dan Ummat, kami dukung. Siapa yang anti Islam dan Ummat, kami berlepas diri.”

>> Kepentingan Ummat, kami terjemahkan sebagai “5 Perkara Dasar Muslim”: Agamanya, jiwanya, ekonominya, moralnya, dan eksistensi generasinya. Sering disebut Al Maqashid Asy Syariah.

>> Dalam sistem Non Syariah, kami tidak membawa-bawa istilah ULIL AMRI, karena tidak relevan. Ulil Amri hanya untuk pemerintahan Syariat.

>> RAHASIA 1:

Sejujurnya, saya termasuk TIDAK SETUJU pada Gerakan Reformasi 1998. Mengapa? Karena konsep Reformasi Pak Amien Rais ketika itu ingin MEROMBAK Orde Baru secara total.

Padahal: (a). Tidak semua produk Orde Baru jelek. Indonesia belum pernah Swasembada Beras, selain di era Orde Baru. Waktu itu saya berpikir, jika ada beberapa gerbong kereta rusak, gantilah gerbong itu. Jangan dibakar seluruh kereta dari depan sampai belakang.

(b). Di 7 tahun terakhir pemerintah Soeharto, beliau sangat APRESIATIF dengan ide-ide Islami.

>> RAHASIA 2: Sejujurnya, saya TIDAK PERNAH mengkritik Pemerintah Habibie (Mei 1998 – Oktober 1999). Karena saya meyakini, beliau adalah bagian dari kepentingan Islam di negeri ini.

Beberapa hari sebelum Sidang Umum MPR Oktober 1999, saya tulis artikel ke Republika, memuji Habibie dan membandingkan dg Gusdur dan Megawati. Tapi sayang, tulisanku ditolak redaktur Republika.

>> Itulah dua pengalaman penting, bahwa kami TIDAK SELALU MEMUSUHI REZIM. Kami hanya galau dengan rezim ANTI ISLAM, semisal Gusdur, Megawatt, SBY, dan Jokovic saat ini.

>> Dari mana kami simpulkan mereka Anti Islam? Ya dari konsep, ideologi, kebijakan mereka yang nyata-nyata MERUGIKAN urusan agama, jiwa, harta, akal, keturunan Ummat Islam.

>> Begitu. Smoga yang sedikit ini menginspirasi. Amin. Alhamdulillahi Rabbil A’la.

(WalkOn).


Teori Evolusi dan SYARIAT

Juni 12, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

* Sebuah pandangan Islami untuk membantah Teori Evolusi Darwin. Berdasar Kitabullah & fakta sains.

* BAHWA manusia bukanlah makhluk bumi. Tapi makhluk dari langit, yaitu sejak Adam As & Hawwa’ diturunkan ke dunia. Dalilnya Surat Al Baqarah: 30-39.

"Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA"

“Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA”

* JADI kita manusia ini, termasuk Darwin, tidak mengalami PROSES EVOLUSI di bumi. Kita turun ke bumi sudah dalam KEADAAN SEMPURNA as human being.

* MUNGKIN saja hewan-hewan mengalami evolusi, jika merujuk teori Darwin. Tapi manusia TIDAK. Manusia sudah sempurna.

* APA manusia sendiri tidak mengalami evolusi?

* SECARA hakiki manusia mengalami evolusi postur, bentuk, warna kulit. Tapi masih dalam RANAH KERAGAMAN manusia.

* Dulunya Nabi Adam As sangat tinggi besar, lalu manusia smakin kecil. Awalnya wajah Nabi Adam satu bentuk, lalu jadi aneka etnis & warna kulit. Itu evolusi juga. Tapi dalam lingkup manusia.

* Secara pemikiran, spiritual, budaya manusia juga evolusi. Maka SYARIAT para Nabi/Rasul semakin lama semakin maju dan komplek.

* YAKINI sebenar-benarnya, bahwa manusia adalah MAKHLUK LANGIT. Tidak mengalami proses evolusi biologis seperti teori Darwin. Andai terjadi evolusi, ia terbatas dalam LINGKARAN KEMANUSIAAN.

* FAKTA: adanya sisa-sisa kehidupan kaum-kaum masa lalu yang sudah Allah binasakan. Mereka manusia, sama seperti kita.

* KONTRA FAKTA: Adapun terkait fosil-fosil yang macam-macam, dengan bentuk aneh, usia sekian juta atau ribu tahun.

JAWAB: Kita tak tahu hakikat benda-benda itu karena TAK ADA INFORMASI dari Allah dan Rasul-Nya. Tapi jika bentuknya beda dengan manusia, berarti mereka itu MAKHLUK BUMI. Beda dengan manusia yang turun dari langit dalam keadaan SEMPURNA.

* Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Note: Sebenarnya, secara sains teori Darwin itu juga tidak benar. Hanya lain kali kami sampaikan, insya Allah.


Dilema Jin Main Medsos…

Juni 12, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

>> Saat pertama ada yang share foto-foto percakapan medsos dengan jin, hal itu membuat kami terkesima. Ooh, sebuah fakta baru. Sangat menarik. Perlu kita kaji dan lihat lebih jauh.

>> Sebagai awam dunia per-jin-an, rasanya kita tak percaya atau “setengah geli”. Tapi melihat ada puluhan picture sebagai bukti rekam jejak percakapan itu, kami menganggap ini serius.

>> Di sini kami tidak akan “bermain soal hati”, tapi mari melihat masalah ini murni dari kacamata Syariat Islam. Biarlah soal hati, Allah yang menilai; tapi kita punya hajat terkait kasus itu sebab ia berkaitan dengan kepentingan Ummat secara luas.

>> PERTANYAAN KAMI SANGAT SIMPEL: Apakah jin bisa menjalankan aplikasi medsos? Jawabnya, bisa IYA bisa TIDAK.

>> Jika kita jawab: JIN TIDAK BISA MAIN MEDSOS. Seketika, selesai masalah. Tidak ada keributan lagi, tidak ada dilema, tidak ada musykilah. Urusan medsos kembali ke domain urusan manusia. Fatwa ulama seputar medsos tetap jalan sebagaimana mestinya; begitu juga UU ITE berlaku sesuai ruang lingkupnya. Artinya, masalah kembali normal lagi.

>> Namun jika kia jawab: JIN BISA MAIN MEDSOS. Bahkan bisa main aneka rupa teknologi manusia lainnya. Nah, jika demikian jawabnya, konsekuensinya tidaklah kecil. Justru sangat luas. Mungkin kita tidak pernah menyangka bahwa jawaban BISA ini akan melebar kemana-mana.

>> KONSEKUENSI 1: Jika jin bisa main medsos, berarti mereka juga bisa main teknologi komputer, gadget, komunikasi virtual, dan seterusnya. Boleh jadi mereka juga piawai di bidang otomotif, analis kimia, bioteknologi, ilmu kedokteran, dan seterusnya. KHAWATIRNYA, hal seperti ini akan menyebarkan KHURAFAT yang banyak. Nanti manusia akan berandai-andai, berangan-angan, berkhayal tentang aneka macam capaian teknologi jin. Sedangkan semua itu tak bisa kita buktikan.

>> KONSEKUENSI 2: Keyakinan akan kehebatan jin dalam aplikasi teknologi modern ini, akan berimplikasi pengakuan akan kemampuan mereka di bidang-bidang teknologi lain. Akhirnya, kita jadi terkondisikan untuk berpikir FATALIS (kurang kreatif). Jika ada masalah-masalah tertentu, dengan mudah di-judge sebagai urusan jin yang harus diselesaikan dengan ruqyah. Seperti contoh nyata, ada komputer rusak dengan sangkaan gangguan jin, lalu si komputer perlu diruqyah. (Ini nyata, karena pernah dialami teman saya).

>> KONSEKUENSI 3: Dari sisi sosial, akan melahirkan banyak sikap prasangka/praduga (zhan) di antara sesama Muslim. Jika ada hal-hal musykilah (problem), bisa diprasangkai sebagai hasil perbuatan jin yang bersifat ghaib. Misalnya, ada seorang wanita hamil, dengan tidak jelas siapa pelakunya. Bisa saja, orang akan berbisik-bisik: “Pelakunya mungkin jin.” Kondisi demikian jika terjadi, tentu amat sangat melelahkan hidup kita. Karena kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak jelas ujung-pangkalnya.

>> KONSEKUENSI 4: Hal ini menurut kami termasuk yang paling serius, yaitu nanti manusia bisa mencari udzur (alibi) atas kejahatan yang dilakukannya. Terutama untuk kejahatan-kejahatan yang tak bisa dilihat pelakunya secara langsung, tapi bukti-buktinya ada. Misalnya, dalam akun, blog, situs, atau media milik seseorang terdapat konten terlarang dan berbahaya; lalu si pemilik mengingkari perbuatannya, meskipun fakta-fakta ada; lalu dia beralasan: “Mungkin pelakunya jin.” Alibi demikian dapat dilakukan di berbagai bidang teknologi, jika asumsinya jin menguasai banyak media teknologi.

>> Kalau kami meyakini, jin tidak masuk ke dunia medsos. Alasannya sederhana, sulit membuktikan fakta itu; serta adanya konsekuensi-konsekuensi seperti di atas.

>> Ya tidak masalah jika karena pendapat ini kami disebut “jahil murakkab”. Tidak mengapa. Sebab suatu pendapat seringkali bertumpu pada alasan-alasan tertentu. Sejauh alasan tersebut Syar’i dan loyal kepada maslahat Ummat, ya kami akan mengalir bersamanya. Insya Allah.

>> Sebagai perbandingan, pernah tersebar buku DIALOG JIN MUSLIM, karya Muhammad Isa Dawud asal Mesir. Terbitan Pustaka Hidayah Bandung. Buku ini menjadi heboh. Masyarakat tiba-tiba keranjingan dunia perjinan. Ustadz-ustadz Salafi segera mentahdzir buku ini dan mengingatkan isinya banyak mengandung khurafat. Isa Dawud sangat terinspirasi dengan SEGITIGA BERMUDA. Sebagai gantinya, muncul kitab-kitab seputar dunia sihir karya Syaikh Abdussalam Bali, asal India. Kitab ini dianggap lebih syar’i, bijak, dan tidak kontroversial.

Masalahnya, apakah kini kita mau kembali ke pandangan versi Isa Dawud itu? Wallahu a’lam bisshawaab.

Demikian, semoga bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(SmileOn).


Katanya, Kami Ini Pendengki ISIS

Juni 12, 2015

Sebagian orang menuduh kami sebagai pendengki, karena kami sering mengkritik pemahaman dan tindak-tanduk ISIS.

[1]. Kita selalu diajarkan berdoa “wa laa taj’al fi qulubina ghillan lil ladzina amanuu” (ya Allah jangan jadikan dalam hati kami kedengkian kpada orang-orang beriman).

[2]. Karena dengki adalah sesuatu yang buruk. Pemakan kebaikan. Membuat rusak amal-amal.

[3]. Para pendukung ISIS sering menyerang kami dengan segala tuduhan. Katanya, kami tidak tahu masalah; kami tidak terjun ke medan; kami memakai sumber dari musuh-musuh ISIS; dan lain-lain. SINGKAT kata, kami disebut pendengki (haters). Nas’alullah al ‘afiyah.

[4]. TIADA untungnya bagi kami mendengki ISIS. Andaikan ISIS hancur lebur, maka kami tidak akan menggantikan posisinya. Begitu pula, andai ISIS sukses berjaya, itu juga tak akan merugikan kami. Lha wong kita tidak di bawah kekuasaannya.

[5]. INTI urusan kami terkait dengan ISIS ada dua hal:

PERTAMA, melindungi kehidupan dan jiwa kaum Muslimin Suriah dari segala kebrutalannya. Lebih-lebih kita harus menjaga NYAWA para mujahidin dan tokoh-tokohnya. Kalau tak bisa membantu melepaskan Ummat dari kezhaliman, maka jangan biarkan kezhaliman itu terus membesar menimpa Ummat.

Nabi SAW bersabda: “Unshur akhaka zhaliman au mazhluman” (tolong saudaramu yg zhalim dan dizhalimi). Menolong orang zhalim adalah MENGHENTIKAN/MENCEGAH kezhalimannya.

Untuk tahu kezhaliman telah terjadi, dengarkan JERITAN PARA KORBAN. Bukan terus mendengar PEMBELAAN SI PELAKU. Biarpun ISIS menolak dengan 1001 alasan, maka jeritan kaum TERZHALIMI dari Ummat ini harus kita prioritaskan. Mereka sudah dihajas Assadis, disikat ISIS pula.

SEKARANG bayangkan saja, andai keluarga Anda sendiri yang dipenggal oleh ISIS, disembelih, dibakar, disiram zat kimia mematikan, kepala dipamerkan jadi mainan; apa Anda setuju? Kalau setuju, berdoalah agar hal yang sama tidak menimpa keluarga Anda.

KEDUA, menolong Syariat Islam sekuat tenaga. Di mana ada kezhaliman, penindasan, kekejian; pasti di sana Syariat Islam teraniaya. Apalagi jika pelaku kezhaliman berbaju pejuang, mujahidin, ulama, pembela Syariat. Proses semacam ini sama dengan PELAN-PELAN MEMBUNUH SYARIAT ALLAH SWT. Minimal, syubhat akan merebak luar biasa. Yg salah disebut benar, yg benar disebut salah. Akibatnya sama, Syariat Allah akan perlahan mati di muka bumi. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Dalam Al Qur’an: “In tanshurullaha yanshurkum” (jika kamu menolong agama Allah, maka Dia akan menolongmu).

[6]. MENURUT kami, dosa sangat besar mendukung kezhaliman atas kaum Muslimin dan Syariat Islam. Apalagi, tujuan Syariat Islam pada hakikatnya adalah MENJAGA KEHIDUPAN AGAMA & UMMAT.

BAGI pendukung ISIS dan simpatisan, kami ingatkan agar menghindari DOSA BESAR ini. Anda berlelah-lelah mendukung, tidak mendapat apa-apa, selain SHARE DOSA saja. Setiap tetes darah Ummat tumpah karena kezhaliman ISIS, Anda ikut memikul dosanya. Keuntungan tak ada, dosa semakin menumpuk. Berhati-hatilah.

[7]. Awal perubahan sikap kami ke ISIS justru setelah membaca rilisan pernyataan tokoh-tokoh ISIS sendiri, lewat media mereka. Beberapa rilisan perlu disebut:

a. Pernyataan Amir ISIS yg mengecam IM setelah Presiden Mursi digulingkan. Bukan cuma mengecam, tapi juga mengkafirkan IM.
b. Pernyataan saat pendirian ISIS pada 2013. Ini kami baca di media-media lokal pro ISIS.
c. Risalah Al Adnani berjudul “maa kana minhajuna wa lam akun”. Hakikat takfiri sangat kelihatan di sini.
d. Risalah Al Adnani berjudul “udzran ya amiral qa’idah”. Di sini pekat pelecehan kpd para mujahidin Islam.
e. Risalah deklarasi Khilafah akhir Juni 2014. Di sini mereka membatalkan organisasi Islam, jamaah, tanzhim, juga batas-batas negara.
f. Dan lain-lain.

INI bukan fitnah. Tapi dipublish media resmi mereka sendiri, lalu diteruskan oleh para kompatriot medianya di Indonesia. Kami dulu termasuk pembaca shoutussalam, al-mustaqbal, kiblat, voa-islam. Namun sejak tahu perkara ini, kami tak lagi concern dengan media-media itu.

[8]. Bila jalan ISIS keliru, lalu jalan mana yang benar? Yang benar adalah MANHAJ KENABIAN seperti yang dicontohkan oleh Nabi Saw dalam membangun negara. Misalnya perbuatan Nabi Saw:

= Membentuk negara dengan batas-batas yang jelas.
= Mempersaudarakan orang-orang Mukmin, sehingga mereka bantu-membantu.
= Mengikat janji damai dengan Yahudi & kabilah-kabilah Arab.
= Menegakkan amal-amal jamaah.
= Menghidupkan masjid dengan ilmu, khutbah, nasehat.
= Menetapkan kewajiban ribath.
= Bereaksi atas serangan musuh. Bukan memulai.
= Melakukan Jihad bela diri dengan berbagai cara yang benar.
= Mengikat janji damai dengan musuh.
= Mengirim duta-duta dakwah.
= Memberi amnesti (ampunan) umum kepada musuh. Dll.

WAL AKHIRU, kami merasa tak ada gunanya mendengki ISIS. Hancur atau jayanya ISIS, insya Allah tidak berpengaruh bagi kami. Kami hanya berusaha menolong Syariat dan Ummat, semampunya.

Demikian, smoga bermanfaat.

(WaterFlow).