Masjid atau PT…?

>> Masjid ya masjid. PT adalah Perseroan Terbatas.

>> Masjid wahana ibadah murni. Netral. Tanpa orientasi komersil. PT bisnis murni, komersil total.

>> CERITANYA, setiap hari Jum’at kita shalat Jum’at. Sebelum shalat biasanya ada PENGUMUMAN NERACA KEUANGAN dulu. Jadi ada pelaporan portofolio terakhir.

>> Ada rasa kesal, kecewa, jengah. Ini kenapa masjid setiap pekan selalu buat laporan AKUNTAN PUBLIK? Ini perusahaan atau tempat ibadah?

>> Ini bid’ah yang nyata. Jangan diterus-teruskan. ROH BISNIS jangan dibawa ke masjid. Laporan keuangan ditempel saja di dinding. Jangan dibuat tradisi PELAPORAN AKUNTING PEKANAN. Itu bid’ah serius.

>> Pernah ada orang di zaman Nabi SAW berteriak-teriak mencari barangnya yang hilang di masjid. Nabi SAW tidak ridha dengan perbuatan itu. Kata beliau, masjid adalah untuk urusan akhirat, mencari pahala untuk bekal akhirat; bukan untuk urusan dunia.

>> Di tempat kita, rata-rata kesakralan masjid kurang terbina, karena hawa dunianya terlalu dominan. Pengumuman posyandu, ada orang wafat, ada rapat warga, dan lain-lain, sering diumumkan di masjid.

>> Di masjid dipakai pengumuman keuangan, di sana ada istilah PENDAPATAN, PENGELUARAN, SALDO? Ini benar-benar istilah yang dipakai di dunia bisnis murni. Sejak kapan masjid berorientasi PENDAPATAN?

>> Pengumuman begitu, secara tidak langsung, mengajak jamaah CINTA DUNIA terus. Kapan mau fokus ibadah? Pikiran kalkulasi duit melulu.

>> Kita harus jaga agar masjid-masjid kita tetap SAKRAL, KHUSYUK, NON KOMERSIL. Billahit taufiq wal huda.

TERIMAKASIH.

(Rainbow).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: