Rahasia Jodohmu…

Bismillah walhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa alihi wa ashabih.

Tahukah engkau tanda-tanda saat jodohmu sudah dekat? Mari renungkan.

<1>. SAAT keinginan menikah begitu kuat memenuhi dadamu. Bisa jadi ini dirasakan dalam waktu lama. Dalil: bagaimana jodoh akan datang, kalau impian saja tidak ada?

Menata Hati Menjemput Jodoh

Menata Hati Menjemput Jodoh

<2>. SAAT engkau memiliki ALASAN BAIK di hadapan Tuhanmu tentang pernikahan itu. Pernikahan bukan cuma urusan tidur sekasur, jalan-jalan bareng, bikin foto-foto selfie. Tapi engkau harus cari PEGANGAN KUAT di hadapan Rabb-mu.

Misalnya: “Aku mau menikah untuk punya keturunan saleh salehah; untuk menjaga diri dari dosa; agar hidup tenang, tidak terkena fitnah; agar bisa ibadah dg baik; agar bisa panen pahala, dll.”

Pegangan itu harus sangat kuat, sampai engkau kan menangis dalam doamu karena sangat mendambakan kebaikan itu.

Dalil: setiap amal tergantung niatnya. Maka itu luruskan niatmu.

< 3>. SAAT engkau sangat DEWASA dalam memandang pernikahan. Maksudnya, engkau sadar penuh bahwa menikah TIDAK CUMA ENAK-ENAK saja. Di sana ada lautan kesabaran, ketabahan, komitmen, kerja keras, pengorbanan.

Yang membuat jodoh begitu sulit karena kedewasaan ini belum tumbuh. Bukan Allah tidak memberi, tapi khawatir engkau tidak mampu kalau hanya berpikir ENAK MELULU. Dalil: Allah tidak membebani di luar kesanggupan insan.

<4>. SAAT engkau merasa siap berkorban, siap hadapi apapun kenyataan, dalam pernikahan. Saat hatimu PLONG, dadamu luas. Tiada gelisah apapun saat kau membayangkan dunia keluarga. Engkau siap, engkau kuat, engkau tabah.

Bila masih ada keraguan, walau setitik jua, jodohmu kan tertunda. Nanti kau akan lihat, jodoh tercepat adalah siapa yang paling siap berkorban; meski wajah biasa, lulus SMA, tidak kaya. Dalil: siapa yg bersyukur kepada Allah, akan Dia tambah nikmat-Nya.

<5>. SAAT hatimu lebih yakin kepada Allah daripada kepada calon suami/istrimu. Nah ini sumber kekuatan hebat.

Biasanya, sebelum menikah, orang sering bersandar pada KRITERIA CALON. Seolah baik buruknya kehidupan tergantung di PUNDAK si calon. Ini salah. Dalil: Allahus Shomad, Dia tempat kita bergantung.

Katakan: Ya Allah, aku yakin dengan pertolongan-Mu. Calon istri/suamiku hanya perantara datangnya kebaikan. Calonku bukan segala-galanya. Engkaulah ya Allah segala-galanya bagiku.

MAKSUDNYA, bila calonmu kurang sempurna rupa dan penampilan, jangan berpikir dia tak ada kebaikan. Siapa tahu di balik sederhananya ada sejuta kebaikan yang tak kau lihat. Bersandarlah kepada Allah wahai Saudara-Saudari!

WAL AKHIR, perbaikilah yang perlu diperbaiki. Masih ada waktu. Yakinlah, jodohmu telah lama menunggu.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(WaterFlow).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: