Katanya, Kami Ini Pendengki ISIS

Sebagian orang menuduh kami sebagai pendengki, karena kami sering mengkritik pemahaman dan tindak-tanduk ISIS.

[1]. Kita selalu diajarkan berdoa “wa laa taj’al fi qulubina ghillan lil ladzina amanuu” (ya Allah jangan jadikan dalam hati kami kedengkian kpada orang-orang beriman).

[2]. Karena dengki adalah sesuatu yang buruk. Pemakan kebaikan. Membuat rusak amal-amal.

[3]. Para pendukung ISIS sering menyerang kami dengan segala tuduhan. Katanya, kami tidak tahu masalah; kami tidak terjun ke medan; kami memakai sumber dari musuh-musuh ISIS; dan lain-lain. SINGKAT kata, kami disebut pendengki (haters). Nas’alullah al ‘afiyah.

[4]. TIADA untungnya bagi kami mendengki ISIS. Andaikan ISIS hancur lebur, maka kami tidak akan menggantikan posisinya. Begitu pula, andai ISIS sukses berjaya, itu juga tak akan merugikan kami. Lha wong kita tidak di bawah kekuasaannya.

[5]. INTI urusan kami terkait dengan ISIS ada dua hal:

PERTAMA, melindungi kehidupan dan jiwa kaum Muslimin Suriah dari segala kebrutalannya. Lebih-lebih kita harus menjaga NYAWA para mujahidin dan tokoh-tokohnya. Kalau tak bisa membantu melepaskan Ummat dari kezhaliman, maka jangan biarkan kezhaliman itu terus membesar menimpa Ummat.

Nabi SAW bersabda: “Unshur akhaka zhaliman au mazhluman” (tolong saudaramu yg zhalim dan dizhalimi). Menolong orang zhalim adalah MENGHENTIKAN/MENCEGAH kezhalimannya.

Untuk tahu kezhaliman telah terjadi, dengarkan JERITAN PARA KORBAN. Bukan terus mendengar PEMBELAAN SI PELAKU. Biarpun ISIS menolak dengan 1001 alasan, maka jeritan kaum TERZHALIMI dari Ummat ini harus kita prioritaskan. Mereka sudah dihajas Assadis, disikat ISIS pula.

SEKARANG bayangkan saja, andai keluarga Anda sendiri yang dipenggal oleh ISIS, disembelih, dibakar, disiram zat kimia mematikan, kepala dipamerkan jadi mainan; apa Anda setuju? Kalau setuju, berdoalah agar hal yang sama tidak menimpa keluarga Anda.

KEDUA, menolong Syariat Islam sekuat tenaga. Di mana ada kezhaliman, penindasan, kekejian; pasti di sana Syariat Islam teraniaya. Apalagi jika pelaku kezhaliman berbaju pejuang, mujahidin, ulama, pembela Syariat. Proses semacam ini sama dengan PELAN-PELAN MEMBUNUH SYARIAT ALLAH SWT. Minimal, syubhat akan merebak luar biasa. Yg salah disebut benar, yg benar disebut salah. Akibatnya sama, Syariat Allah akan perlahan mati di muka bumi. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Dalam Al Qur’an: “In tanshurullaha yanshurkum” (jika kamu menolong agama Allah, maka Dia akan menolongmu).

[6]. MENURUT kami, dosa sangat besar mendukung kezhaliman atas kaum Muslimin dan Syariat Islam. Apalagi, tujuan Syariat Islam pada hakikatnya adalah MENJAGA KEHIDUPAN AGAMA & UMMAT.

BAGI pendukung ISIS dan simpatisan, kami ingatkan agar menghindari DOSA BESAR ini. Anda berlelah-lelah mendukung, tidak mendapat apa-apa, selain SHARE DOSA saja. Setiap tetes darah Ummat tumpah karena kezhaliman ISIS, Anda ikut memikul dosanya. Keuntungan tak ada, dosa semakin menumpuk. Berhati-hatilah.

[7]. Awal perubahan sikap kami ke ISIS justru setelah membaca rilisan pernyataan tokoh-tokoh ISIS sendiri, lewat media mereka. Beberapa rilisan perlu disebut:

a. Pernyataan Amir ISIS yg mengecam IM setelah Presiden Mursi digulingkan. Bukan cuma mengecam, tapi juga mengkafirkan IM.
b. Pernyataan saat pendirian ISIS pada 2013. Ini kami baca di media-media lokal pro ISIS.
c. Risalah Al Adnani berjudul “maa kana minhajuna wa lam akun”. Hakikat takfiri sangat kelihatan di sini.
d. Risalah Al Adnani berjudul “udzran ya amiral qa’idah”. Di sini pekat pelecehan kpd para mujahidin Islam.
e. Risalah deklarasi Khilafah akhir Juni 2014. Di sini mereka membatalkan organisasi Islam, jamaah, tanzhim, juga batas-batas negara.
f. Dan lain-lain.

INI bukan fitnah. Tapi dipublish media resmi mereka sendiri, lalu diteruskan oleh para kompatriot medianya di Indonesia. Kami dulu termasuk pembaca shoutussalam, al-mustaqbal, kiblat, voa-islam. Namun sejak tahu perkara ini, kami tak lagi concern dengan media-media itu.

[8]. Bila jalan ISIS keliru, lalu jalan mana yang benar? Yang benar adalah MANHAJ KENABIAN seperti yang dicontohkan oleh Nabi Saw dalam membangun negara. Misalnya perbuatan Nabi Saw:

= Membentuk negara dengan batas-batas yang jelas.
= Mempersaudarakan orang-orang Mukmin, sehingga mereka bantu-membantu.
= Mengikat janji damai dengan Yahudi & kabilah-kabilah Arab.
= Menegakkan amal-amal jamaah.
= Menghidupkan masjid dengan ilmu, khutbah, nasehat.
= Menetapkan kewajiban ribath.
= Bereaksi atas serangan musuh. Bukan memulai.
= Melakukan Jihad bela diri dengan berbagai cara yang benar.
= Mengikat janji damai dengan musuh.
= Mengirim duta-duta dakwah.
= Memberi amnesti (ampunan) umum kepada musuh. Dll.

WAL AKHIRU, kami merasa tak ada gunanya mendengki ISIS. Hancur atau jayanya ISIS, insya Allah tidak berpengaruh bagi kami. Kami hanya berusaha menolong Syariat dan Ummat, semampunya.

Demikian, smoga bermanfaat.

(WaterFlow).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: