KH. Hasyim Asyari dan Wahabi

>> Sebuah rahasia penting. Jarang diungkap. Padahal perlu diketahui.
>> Terus terang saya sebal sekali dengan kawan-kawan ASWAJA yang gemar memvonis Wahabi sesat, serupa Syiah.
>> Padahal ya, sekeras-kerasnya Wahabi (Salafi) mengkritik ASWAJA, paling seputar bid’ah atau amal-amal yang didakwa mengandung kesyirikan. Tidak pernah Wahabi memandang ASWAJA sebagai aliran sesat, seperti Syiah.
>> Pandangan Wahabi kepada ASWAJA, tak beda dengan pandangan Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad kepada NU. Kurang lebih begitu.
>> Banyak kalangan ASWAJA mendasarkan sikapnya pada ajaran KH. Hasyim Asyari saat beliau mengingkari Wahabi.
>> Kritik seperti itu sebenarnya berangkat dari TANGGUNGJAWAB Kyai Hasyim untuk melindungi & mengembangkan Jum’iyah NU-nya. Ibaratnya self protector-lah.
>> Tapi secara keumuman sebagai bagian dari Ummat, Kyai Hasyim mau sinergi dengan elemen-elemen Wahabi.
>> Anda tidak percaya? Anda sebut saya fitnah? Tidak. Ini benar-benar nyata. Ada buktinya.
>> Buktinya, saat terbentuk Partai Masyumi, yang menjadi Ketua Dewan Syuro-nya adalah Kyai Hasyim.
>> Padahal Masyumi dikenal sebagai gudangnya Wahabi. Tapi setelah merdeka. Stelah Kyai Hasyim wafat, pihak NU memilih menyisih dari saudara-saudaranya, kalangan Wahabi.
>> Kalau melihat kawan-kawan ASWAJA begitu nafsu menyerang Wahabi, kadang saya membatin: “Anda seolah merasa lebih alim dari Kyai Hasyim.”
>> Yo wis, gitu ajah. Matur nuwun.

(WeLook).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: