Teori Evolusi dan SYARIAT

Juni 12, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

* Sebuah pandangan Islami untuk membantah Teori Evolusi Darwin. Berdasar Kitabullah & fakta sains.

* BAHWA manusia bukanlah makhluk bumi. Tapi makhluk dari langit, yaitu sejak Adam As & Hawwa’ diturunkan ke dunia. Dalilnya Surat Al Baqarah: 30-39.

"Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA"

“Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA”

* JADI kita manusia ini, termasuk Darwin, tidak mengalami PROSES EVOLUSI di bumi. Kita turun ke bumi sudah dalam KEADAAN SEMPURNA as human being.

* MUNGKIN saja hewan-hewan mengalami evolusi, jika merujuk teori Darwin. Tapi manusia TIDAK. Manusia sudah sempurna.

* APA manusia sendiri tidak mengalami evolusi?

* SECARA hakiki manusia mengalami evolusi postur, bentuk, warna kulit. Tapi masih dalam RANAH KERAGAMAN manusia.

* Dulunya Nabi Adam As sangat tinggi besar, lalu manusia smakin kecil. Awalnya wajah Nabi Adam satu bentuk, lalu jadi aneka etnis & warna kulit. Itu evolusi juga. Tapi dalam lingkup manusia.

* Secara pemikiran, spiritual, budaya manusia juga evolusi. Maka SYARIAT para Nabi/Rasul semakin lama semakin maju dan komplek.

* YAKINI sebenar-benarnya, bahwa manusia adalah MAKHLUK LANGIT. Tidak mengalami proses evolusi biologis seperti teori Darwin. Andai terjadi evolusi, ia terbatas dalam LINGKARAN KEMANUSIAAN.

* FAKTA: adanya sisa-sisa kehidupan kaum-kaum masa lalu yang sudah Allah binasakan. Mereka manusia, sama seperti kita.

* KONTRA FAKTA: Adapun terkait fosil-fosil yang macam-macam, dengan bentuk aneh, usia sekian juta atau ribu tahun.

JAWAB: Kita tak tahu hakikat benda-benda itu karena TAK ADA INFORMASI dari Allah dan Rasul-Nya. Tapi jika bentuknya beda dengan manusia, berarti mereka itu MAKHLUK BUMI. Beda dengan manusia yang turun dari langit dalam keadaan SEMPURNA.

* Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Note: Sebenarnya, secara sains teori Darwin itu juga tidak benar. Hanya lain kali kami sampaikan, insya Allah.

Iklan

Dilema Jin Main Medsos…

Juni 12, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

>> Saat pertama ada yang share foto-foto percakapan medsos dengan jin, hal itu membuat kami terkesima. Ooh, sebuah fakta baru. Sangat menarik. Perlu kita kaji dan lihat lebih jauh.

>> Sebagai awam dunia per-jin-an, rasanya kita tak percaya atau “setengah geli”. Tapi melihat ada puluhan picture sebagai bukti rekam jejak percakapan itu, kami menganggap ini serius.

>> Di sini kami tidak akan “bermain soal hati”, tapi mari melihat masalah ini murni dari kacamata Syariat Islam. Biarlah soal hati, Allah yang menilai; tapi kita punya hajat terkait kasus itu sebab ia berkaitan dengan kepentingan Ummat secara luas.

>> PERTANYAAN KAMI SANGAT SIMPEL: Apakah jin bisa menjalankan aplikasi medsos? Jawabnya, bisa IYA bisa TIDAK.

>> Jika kita jawab: JIN TIDAK BISA MAIN MEDSOS. Seketika, selesai masalah. Tidak ada keributan lagi, tidak ada dilema, tidak ada musykilah. Urusan medsos kembali ke domain urusan manusia. Fatwa ulama seputar medsos tetap jalan sebagaimana mestinya; begitu juga UU ITE berlaku sesuai ruang lingkupnya. Artinya, masalah kembali normal lagi.

>> Namun jika kia jawab: JIN BISA MAIN MEDSOS. Bahkan bisa main aneka rupa teknologi manusia lainnya. Nah, jika demikian jawabnya, konsekuensinya tidaklah kecil. Justru sangat luas. Mungkin kita tidak pernah menyangka bahwa jawaban BISA ini akan melebar kemana-mana.

>> KONSEKUENSI 1: Jika jin bisa main medsos, berarti mereka juga bisa main teknologi komputer, gadget, komunikasi virtual, dan seterusnya. Boleh jadi mereka juga piawai di bidang otomotif, analis kimia, bioteknologi, ilmu kedokteran, dan seterusnya. KHAWATIRNYA, hal seperti ini akan menyebarkan KHURAFAT yang banyak. Nanti manusia akan berandai-andai, berangan-angan, berkhayal tentang aneka macam capaian teknologi jin. Sedangkan semua itu tak bisa kita buktikan.

>> KONSEKUENSI 2: Keyakinan akan kehebatan jin dalam aplikasi teknologi modern ini, akan berimplikasi pengakuan akan kemampuan mereka di bidang-bidang teknologi lain. Akhirnya, kita jadi terkondisikan untuk berpikir FATALIS (kurang kreatif). Jika ada masalah-masalah tertentu, dengan mudah di-judge sebagai urusan jin yang harus diselesaikan dengan ruqyah. Seperti contoh nyata, ada komputer rusak dengan sangkaan gangguan jin, lalu si komputer perlu diruqyah. (Ini nyata, karena pernah dialami teman saya).

>> KONSEKUENSI 3: Dari sisi sosial, akan melahirkan banyak sikap prasangka/praduga (zhan) di antara sesama Muslim. Jika ada hal-hal musykilah (problem), bisa diprasangkai sebagai hasil perbuatan jin yang bersifat ghaib. Misalnya, ada seorang wanita hamil, dengan tidak jelas siapa pelakunya. Bisa saja, orang akan berbisik-bisik: “Pelakunya mungkin jin.” Kondisi demikian jika terjadi, tentu amat sangat melelahkan hidup kita. Karena kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak jelas ujung-pangkalnya.

>> KONSEKUENSI 4: Hal ini menurut kami termasuk yang paling serius, yaitu nanti manusia bisa mencari udzur (alibi) atas kejahatan yang dilakukannya. Terutama untuk kejahatan-kejahatan yang tak bisa dilihat pelakunya secara langsung, tapi bukti-buktinya ada. Misalnya, dalam akun, blog, situs, atau media milik seseorang terdapat konten terlarang dan berbahaya; lalu si pemilik mengingkari perbuatannya, meskipun fakta-fakta ada; lalu dia beralasan: “Mungkin pelakunya jin.” Alibi demikian dapat dilakukan di berbagai bidang teknologi, jika asumsinya jin menguasai banyak media teknologi.

>> Kalau kami meyakini, jin tidak masuk ke dunia medsos. Alasannya sederhana, sulit membuktikan fakta itu; serta adanya konsekuensi-konsekuensi seperti di atas.

>> Ya tidak masalah jika karena pendapat ini kami disebut “jahil murakkab”. Tidak mengapa. Sebab suatu pendapat seringkali bertumpu pada alasan-alasan tertentu. Sejauh alasan tersebut Syar’i dan loyal kepada maslahat Ummat, ya kami akan mengalir bersamanya. Insya Allah.

>> Sebagai perbandingan, pernah tersebar buku DIALOG JIN MUSLIM, karya Muhammad Isa Dawud asal Mesir. Terbitan Pustaka Hidayah Bandung. Buku ini menjadi heboh. Masyarakat tiba-tiba keranjingan dunia perjinan. Ustadz-ustadz Salafi segera mentahdzir buku ini dan mengingatkan isinya banyak mengandung khurafat. Isa Dawud sangat terinspirasi dengan SEGITIGA BERMUDA. Sebagai gantinya, muncul kitab-kitab seputar dunia sihir karya Syaikh Abdussalam Bali, asal India. Kitab ini dianggap lebih syar’i, bijak, dan tidak kontroversial.

Masalahnya, apakah kini kita mau kembali ke pandangan versi Isa Dawud itu? Wallahu a’lam bisshawaab.

Demikian, semoga bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(SmileOn).


Katanya, Kami Ini Pendengki ISIS

Juni 12, 2015

Sebagian orang menuduh kami sebagai pendengki, karena kami sering mengkritik pemahaman dan tindak-tanduk ISIS.

[1]. Kita selalu diajarkan berdoa “wa laa taj’al fi qulubina ghillan lil ladzina amanuu” (ya Allah jangan jadikan dalam hati kami kedengkian kpada orang-orang beriman).

[2]. Karena dengki adalah sesuatu yang buruk. Pemakan kebaikan. Membuat rusak amal-amal.

[3]. Para pendukung ISIS sering menyerang kami dengan segala tuduhan. Katanya, kami tidak tahu masalah; kami tidak terjun ke medan; kami memakai sumber dari musuh-musuh ISIS; dan lain-lain. SINGKAT kata, kami disebut pendengki (haters). Nas’alullah al ‘afiyah.

[4]. TIADA untungnya bagi kami mendengki ISIS. Andaikan ISIS hancur lebur, maka kami tidak akan menggantikan posisinya. Begitu pula, andai ISIS sukses berjaya, itu juga tak akan merugikan kami. Lha wong kita tidak di bawah kekuasaannya.

[5]. INTI urusan kami terkait dengan ISIS ada dua hal:

PERTAMA, melindungi kehidupan dan jiwa kaum Muslimin Suriah dari segala kebrutalannya. Lebih-lebih kita harus menjaga NYAWA para mujahidin dan tokoh-tokohnya. Kalau tak bisa membantu melepaskan Ummat dari kezhaliman, maka jangan biarkan kezhaliman itu terus membesar menimpa Ummat.

Nabi SAW bersabda: “Unshur akhaka zhaliman au mazhluman” (tolong saudaramu yg zhalim dan dizhalimi). Menolong orang zhalim adalah MENGHENTIKAN/MENCEGAH kezhalimannya.

Untuk tahu kezhaliman telah terjadi, dengarkan JERITAN PARA KORBAN. Bukan terus mendengar PEMBELAAN SI PELAKU. Biarpun ISIS menolak dengan 1001 alasan, maka jeritan kaum TERZHALIMI dari Ummat ini harus kita prioritaskan. Mereka sudah dihajas Assadis, disikat ISIS pula.

SEKARANG bayangkan saja, andai keluarga Anda sendiri yang dipenggal oleh ISIS, disembelih, dibakar, disiram zat kimia mematikan, kepala dipamerkan jadi mainan; apa Anda setuju? Kalau setuju, berdoalah agar hal yang sama tidak menimpa keluarga Anda.

KEDUA, menolong Syariat Islam sekuat tenaga. Di mana ada kezhaliman, penindasan, kekejian; pasti di sana Syariat Islam teraniaya. Apalagi jika pelaku kezhaliman berbaju pejuang, mujahidin, ulama, pembela Syariat. Proses semacam ini sama dengan PELAN-PELAN MEMBUNUH SYARIAT ALLAH SWT. Minimal, syubhat akan merebak luar biasa. Yg salah disebut benar, yg benar disebut salah. Akibatnya sama, Syariat Allah akan perlahan mati di muka bumi. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Dalam Al Qur’an: “In tanshurullaha yanshurkum” (jika kamu menolong agama Allah, maka Dia akan menolongmu).

[6]. MENURUT kami, dosa sangat besar mendukung kezhaliman atas kaum Muslimin dan Syariat Islam. Apalagi, tujuan Syariat Islam pada hakikatnya adalah MENJAGA KEHIDUPAN AGAMA & UMMAT.

BAGI pendukung ISIS dan simpatisan, kami ingatkan agar menghindari DOSA BESAR ini. Anda berlelah-lelah mendukung, tidak mendapat apa-apa, selain SHARE DOSA saja. Setiap tetes darah Ummat tumpah karena kezhaliman ISIS, Anda ikut memikul dosanya. Keuntungan tak ada, dosa semakin menumpuk. Berhati-hatilah.

[7]. Awal perubahan sikap kami ke ISIS justru setelah membaca rilisan pernyataan tokoh-tokoh ISIS sendiri, lewat media mereka. Beberapa rilisan perlu disebut:

a. Pernyataan Amir ISIS yg mengecam IM setelah Presiden Mursi digulingkan. Bukan cuma mengecam, tapi juga mengkafirkan IM.
b. Pernyataan saat pendirian ISIS pada 2013. Ini kami baca di media-media lokal pro ISIS.
c. Risalah Al Adnani berjudul “maa kana minhajuna wa lam akun”. Hakikat takfiri sangat kelihatan di sini.
d. Risalah Al Adnani berjudul “udzran ya amiral qa’idah”. Di sini pekat pelecehan kpd para mujahidin Islam.
e. Risalah deklarasi Khilafah akhir Juni 2014. Di sini mereka membatalkan organisasi Islam, jamaah, tanzhim, juga batas-batas negara.
f. Dan lain-lain.

INI bukan fitnah. Tapi dipublish media resmi mereka sendiri, lalu diteruskan oleh para kompatriot medianya di Indonesia. Kami dulu termasuk pembaca shoutussalam, al-mustaqbal, kiblat, voa-islam. Namun sejak tahu perkara ini, kami tak lagi concern dengan media-media itu.

[8]. Bila jalan ISIS keliru, lalu jalan mana yang benar? Yang benar adalah MANHAJ KENABIAN seperti yang dicontohkan oleh Nabi Saw dalam membangun negara. Misalnya perbuatan Nabi Saw:

= Membentuk negara dengan batas-batas yang jelas.
= Mempersaudarakan orang-orang Mukmin, sehingga mereka bantu-membantu.
= Mengikat janji damai dengan Yahudi & kabilah-kabilah Arab.
= Menegakkan amal-amal jamaah.
= Menghidupkan masjid dengan ilmu, khutbah, nasehat.
= Menetapkan kewajiban ribath.
= Bereaksi atas serangan musuh. Bukan memulai.
= Melakukan Jihad bela diri dengan berbagai cara yang benar.
= Mengikat janji damai dengan musuh.
= Mengirim duta-duta dakwah.
= Memberi amnesti (ampunan) umum kepada musuh. Dll.

WAL AKHIRU, kami merasa tak ada gunanya mendengki ISIS. Hancur atau jayanya ISIS, insya Allah tidak berpengaruh bagi kami. Kami hanya berusaha menolong Syariat dan Ummat, semampunya.

Demikian, smoga bermanfaat.

(WaterFlow).


Pernah Kritik Pak Dahlan…

Juni 12, 2015
Janji Seorang Pejabat

Janji Seorang Pejabat

Di blog ini kami pernah kritik Mr. Sepatu dalam kasus INEFISIENSI LISTRIK PLN. Pak Dahlan gak mau disalahkan. Lucunya dia bilang: “Kalau inefisiensi PLN dianggap salah, negara sudah rugi ratusan triliun, karena sudah inefisiensi sejak ZAMAN MAJAPAHIT.”

Ha ha ha…bisa aja Pak. Majapahit disebut-sebut. Good humor. Boleh baca link ini sekedar untuk refresh:

https://abisyakir.wordpress.com/2012/11/09/13-kesalahan-terbesar-dahlan-iskan/

(WeLookU).


Seorang Ibu Menghafal Al-Qur`an di Usia 70 Tahun

Juni 12, 2015

Mungkinkah kita akan menghafal di usia dewasa? Mungkinkah? Bisakah? Ahh…rasanya mustahil. Tapi seorang ibu mampu melakukan itu, di usia 70 tahun. Subhanallah.

***

UMMU Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.

Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih yang dimuat Majalah Ad-Dakwah di Malaysia.

==> Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?

Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.

Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat. Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.

Nah, ketika mereka sudah dewasa dan berkeluarga, maka waktu ku pun kembali luang. Dan hal yang pertama kali aku tunaikan adalah mencurahkan tenaga dan waktuku untuk mewujudkan cita-cita agungku yang tertunda untuk menghafal Kitabullah Azza wa Jalla.

==> Bagaimana awal perjalanan Anda dalam menghafal?

Aku mulai menghafal kembali ketika putri bungsuku masih duduk di bangku Tsanawiyah (SMP). Dia salah satu putriku yang paling dekat denganku, dan dia sangat mencintaiku. Sebab kakak-kakak perempuannya telah menikah dan disibukkan dengan kehidupan baru mereka. Sedangkan, dia (putri bungsuku) tinggal bersamaku. Dia sangat santun, jujur, dan mencintai kebaikan.

Putri bungsuku pun bercita-cita untuk menghafal Al-Qur’an—terlebih ketika ustadzahnya menyemangati dirinya. Dari sinilah, saya dan juga putri bungsuku menghafal Al-Qur’an, setiap hari 10 ayat.

==> Bagaimana metode yang Anda gunakan untuk menghafal?

Setiap hari, kami hanya menghafal 10 ayat saja. Pada ba’da Ashar, Kami selalu duduk bersama. Putriku membaca ayat, kemudian aku menirukannya hingga 3 (tiga) kali. Setelah itu putriku menerangkan makna dari ayat-ayat yang Kami baca. Lantas membaca kembali ayat-ayat tersebut hingga 3 (tiga) kali.

Keesokan harinya, sebelum berangkat ke sekolah putriku mengulangi ayat-ayat tersebut untukku. Tak cukup itu saja, saya pun menggunakan tape recorder untuk mendengar murattal Syaikh Al-Hushairi, dan aku mengulanginya hingga 3 (tiga) kali. Aku pun mendengar murattal tersebut pada sebagian besar waktuku.

Kami menetapkan hari Jum’at, khusus untuk mengulangi kembali ayat-ayat yang kami hafal selama satu pekan. Demikian seterusnya, saya dan putri bungsuku selalu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara tersebut.

==> Kapan Anda selesal menghafal seluruh Al-Qur’an?

Kira-kira 4,5 tahun berjalan aku sudah hafal 12 Juz dengan cara yang telah saya sebutkan. Kemudian putriku pun menikah. Ketika suaminya mengetahui kebiasaan kami, dia pun mengontrak sebuah rumah yang dekat dengan rumahku untuk memberikan kesempatan kepadaku dan putriku untuk menyempurnakan hafalan kami.

Semoga Allah membalas kebaikan menantuku dengan kebaikan yang lebih baik. Dialah yang selalu menyemangati kami, bahkan terkadang dia menemani kami untuk menyimak hafalan kami, menafsirkan ayat-ayat yang kami baca, dan juga memberikan pelajaran-pelajaran berharga kepada kami.

Tiga tahun kemudian, putriku tersibukkan dengan urusan anak-anaknya dan pekerjaan rumahnya. Sehingga tidak bisa melazimi kebiasaan yang telah kami jalani. Putriku pun merasa khawatir hafalanku menjadi terbengkalai. Maka, putriku pun mencarikan untukku seorang ustadzah agar dapat menemaniku menyempurnakan hafalanku.

Dengan taufik Allah Azza Wajalla aku pun telah purna menghafalkan seluruh Al-Qur’an. Semangat putriku pun masih membara untuk menyusulku menjadi hafizhah Al-Qur’an. Bahkan, tidak mengendur sedikit pun.

==> Cita-cita Anda sangat tinggi, dan Anda pun telah mewujudkannya. Siapakah sosok wanita di sekitar Anda yang selalu mendukung Anda?
Motivasi saya telah jelas dan terang. Putri-putriku, juga para menantu perempuanku pastinya selalu mendukungku. Walau hanya satu jam, kami sepakat untuk mengadakan pertemuan sepekan sekali. Dalam pertemuan itu kami menghafal beberapa surat, dan saling menyimak hafalan. Terkadang pertemuan itu pun macet. Tetapi kemudian mereka bersepakat kembali untuk bertemu. Saya yakin, niat mereka semua sangat baik.

Tak ketinggalan pula, cucu-cucu perempuanku yang selalu memberikan kaset-kaset murattal Al-Qur’an. Hingga aku pun selalu memberi mereka bermacam-macam hadiah.

Awalnya, tetangga-tetanggaku juga tidak simpatik dengan cita-citaku. Mereka selalu mengingatkanku betapa sulitnya menghafal di usia yang daya ingatnya telah lemah. Tetapi ketika mereka melihat kebulatan tekadku, akhirnya mereka pun berbalik mendukung dan menyemangatiku. Ada di antara tetanggaku yang juga ikut tersulut semangatnya untuk menghafal, dan sedikit demi sedikit hafalannya pun mulai bertambah.

Ketika tetangga-tetanggaku mengetahui bahwa aku telah purna menghafal seluruh Al-Qur’an, mereka pun sangat berbahagia. Hingga kulihat air mata bahagia menetes di pipi mereka.

==> Sekarang, apakah Anda merasa kesulitan untuk muraja’ah (mengulangi) hafalan?

Saya selalu mendengarkan murattal Al-Qur’an, dan menirukannya. Demikian juga ketika shalat, saya selalu membaca beberapa surat panjang. Terkadang pula saya meminta salah seorang putriku untuk menyimak hafalanku.

Di antara putra-putri Anda, adakah yang juga hafizh seperti Anda?
Tak ada satu pun dari mereka yang hafal keseluruhan Al-Qur’an. Tetapi, insya Allah mereka selalu berusaha mencapai cita-cita menjadi hafizh. Semoga Allah menyampaikan mereka pada hal tersebut dengan bimbingan-Nya.

Setelah hafal Al-Qur’an, tidak terpikirkan untuk menghafal hadits?
Saat ini, saya telah hafal 90 hadits, dan saya tetap berkeinginan untuk melanjutkannya, Insya Allah. Saya menghafalnya dengan mendengarkan dari kaset. Pada setiap akhir pekan, putriku membacakan untukku 3 (tiga) hadits. Sekarang, saya telah mencoba untuk menghafal hadits lebih banyak lagi.

==> Setelah kurang lebih 12 tahun Anda disibukkan dengan menghafal Al-Qur’an, perubahan apa yang Anda rasakan dalam kehidupan Anda?

Benar, saya merasakan perubahan yang mendasar dalam diri saya. Walau sebelum menghafal–untuk Allah segala pujian—saya selalu menjaga diri untuk senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setelah disibukkan dengan menghafalkan Al-Qur’an, justru saya merasakan kelapangan hati yang tak terkira, dan sirnalah seluruh kecemasan dalam diriku. Saya pun tidak pernah menyangka akan terbebas dari perasaan khawatir terhadap urusan-urusan yang menimpa anak-anakku.

Moral dan spiritku benar-benar terangkat. Hingga aku pun rela berpayah-payah untuk mewujudkan kerinduanku dalam mewujudkan cita-citaku. Inilah nikmat terbesar yang diberikan oleh Sang Khaliq Azza Wajalla kepadaku sebagai wanita tua, suami pun telah tiada, dan juga anak-anaknya pun mulai berkeluarga.

Di saat wanita lanjut usia lainnya terjebak dalam angan-angan dan lamunan. Tetapi aku —segala puji hanya untuk Allah— tidak merasakan hal yang demikian. Saya benar-benar tersibukkan dengan urusan besar yang memiliki faedah di dunia dan akhirat.

Ketika itu, apakah Anda tidak berpikir untuk mendaftarkan diri pada sebuah pesantren penghafal Al-Qur’an?
Pernah beberapa wanita yang mengusulkan kepadaku, tapi saya adalah wanita yang terbiasa untuk berdiam diri di dalam rumah dan jarang sekali keluar rumah. Alhamdulillah, karena putriku telah mencukupi segalanya dan membantuku dalam segala urusan. Sungguh, putriku benar-benar tidak ada duanya. Aku pun telah banyak mengambil pelajaran darinya.

==> Apa saran Anda kepada wanita yang telah lanjut usia, dan menginginkan untuk dapat menghafalkan Al-Qur’an, tetapi terhalang oleh rasa khawatir dan merasa tidak mampu untuk melaksanakannya?

Saya katakan, “Jangan berputus asa terhadap cita-cita yang benar. Teguhkanlah keinginanmu, bulatkan tekadmu, dan berdoalah kepada Allah di setiap waktu. Kemudian, mulailah sekarang juga. Setelah umurmu berlalu dan kau curahkan seluruhnya untuk memenuhi tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, mendidik anak, dan mengurus suami. Maka sekarang saatnyalah Anda memanjakan diri. Bukan berarti kemudian memperbanyak keluar rumah, memuaskan diri dengan tidur, bermewah-mewah, dan banyak beristirahat. Tetapi memanjakan diri dengan amal shalih. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon khusnul khatimah.

==> Nasihat Anda terhadap para remaja?

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Nikmat Allah berupa kesehatan, dan banyaknya waktu luangmu, maksimalkanlah untuk menghafal kitab Allah Azza Wa Jalla. Inilah cahaya yang akan menyinari hatimu, hidupmu, dan kuburmu setelah engkau mati.

Jika kalian masih memiliki ibu, bersungguh-sungguhlah dalam membimbingnya menuju ketaatan kepada Allah. Demi Allah, tidak ada nikmat yang lebih dicintai seorang ibu kecuali seorang anak shalih yang mau menolongnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla.

Sumber: Facebook, @Koin untuk penghafal qur’an.


Dialog Adab: Murid dan Guru

Juni 12, 2015

Dr. Zakir Naik dikenal berguru kepada ulama asal Afrika Selatan, Syaikh Ahmad Deedat. Keduanya pakar Kristologi.

Suatu saat ketika lagi ziarah ke tempat Syaikh Ahmad Deedat dirawat karena sakitnya, Doktor Zakir memberikan oleh-oleh hasil perdebatannya dengan tokoh pendeta Nasrani. Syaikh Ahmad Deedat begitu kagum dengan hasil dialog itu.

“Anakku, engkau mampu meraih ilmu dalam 4 tahun, sesuatu yang aku meraihnya dalam 40 tahun,” kata Syaikh Ahmad Deedat sambil menitikkan air mata.

“Benar guru, aku meraihnya dalam 4 tahun. Karena engkau telah membangun fondasi bagiku dalam 40 tahun. Bila aku harus membangun fondasi juga, akan butuh waktu lebih 44 tahun,” jawab Dr. Zakir Naik dengan senyum.

BETAPA NIKMATNYA ILMU, BILA DISERTAI ADAB. Karena ilmu tanpa adab, seperti puding agar-agar yang sangat lezat, tapi digeletakkan di atas lantai. Siapa mau memakannya?

(WeAre).


KUNCI KELEMAHAN UMMAT INI….

Juni 4, 2015
Mari Saling Mencintai Sesama Muslim

Mari Saling Mencintai Sesama Muslim

SERIBU KEUNGGULAN SATU KEKURANGAN

Bismillahi laa haula wa laa quwwata illa billah.

SEANDAINYA SAJA UMMAT ISLAM DI NEGERI KITA MEMILIKI….

> 1000 ulama pakar.
> 1000 profesor ahli sains.
> 1000 jendral ahli strategi.
> 1000 insinyur praktisi teknik.
> 1000 konglomerat, duitnya tak terbatas.
> 1000 pejuang selevel pasukan khusus.
> 1000 dai top.
> 1000 politisi sangat cerdas & lihai.
> 1000 wartawan kawakan.
> 1000 koki terbaik.
> Dan lain-lain.

MAKA SEMUA POTENSI ITU TIDAK AKAN MEMBUAHKAN MASLAHAT, BAHKAN BISA MENDATANGKAN MUSIBAH, BILA KITA TIDAK MEMILIKI SATU KEBAIKAN.

Apakah itu?

YAITU kemauan untuk BERSATU & MENCINTAI sesama Muslim.

Beribu-ribu kehebatan menjadi SIA-SIA tanpa PERSATUAN di hati-hati kita.

Andai saja, Ummat Muslim bersatu, kita bisa MENJADI TUAN RUMAH di negeri sendiri. Derita bangsa Indonesia selama ini, KARENA perpecahan di antara kita (Umat Muslim).

Dulu penjajah mempraktikkan DEVIDE ET IMPERA. Cara yang sama dilakukan rezim sekuler, di zaman Indonesia merdeka.

Kata Allah SWT dalam Surat Al Anfaal, andai kita belanjakan harta benda sepenuh bumi; itu tak akan MAMPU MENYATUKAN hati-hati manusia. Artinya, persatuan lebih mahal dari seluruh harta benda duniawi.

MARI BELAJAR SAUDARAKU, DAN MARI KITA BERSATU !!!

(Abah Syakir).