Hikmah di Balik Kesulitan Hidup

KISAH:

Saya hanya tukang tambal ban. Keahlian saya hanya itu. Dulu waktu masih bujangan usaha tambal ban saya lumayan hasilnya; tapi kenapa setelah menikah sampai punya anak 3, kok malah sepi ya?

Walaupun sudah banyak yang buka usaha tambal ban lainnya saya tetap sabar. Posisi saya ditengah-tengah; sebelah kanan jarak 10m ada tambal ban, sebelah kiri jarah 15m ada tambal ban; posisi saya terjepit dan penghasilan saya menurun. Kebutuhan semakin hari semakin banyak; pinjaman hutang numpuk di mana-mana; saya lelah sampai kapan semua ini berlalu?

Berdoa sudah, berusaha sudah, berpasrah diri sudah, dari dulu pasrah, jadi gimana dong? seandainya Rosullallah masih hidup saya akan minta beliau untuk mendoakan saya agar hidup yang bekecukupan.

Zaman sekarang pun mencari pekerjaan harus pakai modal; sekarang modal dari mana kalau hari-harinya masih pinjam sana-sini, bingung. Sekarang saya hanya menunggu mukjizat Allah turun dari langit, untuk membayar hutang-hutang saya dan mulai dengan usaha baru lagi dengan modal sendiri . Terimakasih

HIKMAH:

Ya kesulitan hidup ada di mana-mana, dan bisa menimpa siapa saja. Ada kalanya kesulitan terjadi karena:
(1) Kelemahan kita dalam usaha, misalnya malas atau kurang kreatif. Di sini kita dituntut untuk bekerja lebih keras dan menemukan cara-cara baru yang lebih kreatif.
(2) Bisa juga karena kita pernah melakukan kesalahan, lalu kesulitan itu datang sebagai “penebus dosa” kita. Dengan demikian, kita harus sabar menjalani.
(3) Atau bisa jadi, kesulitan datang untuk menempa mental, kekuatan, kesabaran kita, agar nantinya bisa memikul amanat Allah yang lebih berat dan besar.
(4) Setidaknya, kesulitan itu akan membuat kita lebih rajin ibadah dan berdoa, sehingga hal ini menjadi tabungan pahala tanpa kita sadari. Kalau hidup enak, nyaman, lapang terus, mungkin kita jadi malas berdoa, karena merasa “tak punya tantangan”.
(5) Minimal, kesulitan itu bermakna agar kita bersyukur dengan kondisi yang ada, karena di sana masih ada orang-orang lain yang tidak lebih beruntung dari kita. Coba pikirkan, sesulit apapun kondisi kita, maka masih ada orang lain yang lebih sulit lagi keadaannya.

Demikian, semoga bermanfaat dan lebih menguatkan hati. Amin.

(WeAre).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: