Apakah Merokok Membatalkan Shaum ?

>> Harus diakui, di antara kaum Muslimin masih ada yang meyakini, merokok tidak membatalkan puasa. Tapi pendapat yang dominan meyakini, merokok MEMBATALKAN puasa.
>> ALASAN yang sering dipakai sebagai hujjah adalah: “Yang dilarang dalam puasa adalah makan, minum, hubungan seks, dari Subuh sampai Maghrib. Merokok bukan makan-minum. Bukan pula hubungan seks. Jadi tidak apa-apa.”
>> Lalu ada yang membantah hujjah itu: “Merokok sama dengan makan, hanya saja bentuknya MAKAN ASAP rokok. Jadi merokok membatalkan.”
>> Pihak pendukung asap rokok berdalil lagi: “Para penderita sakit Atsma sering menghirup pelega pernafasan (inhaler), itu tidak dianggap membatalkan puasanya; padahal sama-sama menghirup sesuatu.”
>> Kami meyakini, merokok itu MEMBATALKAN PUASA, tapi argumennya berbeda.
>> Menghirup gas/asap tidak bisa dianggap sebagai pembatal puasa. Setiap bernafas kita menghirup gas. Kalau ada asap bakaran, uap air, aroma makanan, aroma parfum, dll.; kadang terhirup oleh kita. Semua ini bukan pembatal puasa.
>> [1]. HAKIKAT PUASA adalah menahan lapar, haus, syahwat, untuk mendapat Keridhaan Allah SWT. Bagi perokok, mereka bisa tahan tidak makan-minum, asal tetap NGROKOK.
>> [2]. HIKMAH PUASA, kita diajak merasakan kehidupan susah seperti fakir miskin. Orang miskin sering susah beli makan sehari-hari. Sedang perokok gemar “jajan asap” setiap hari.
>> [3]. MEROKOK adalah haram bagi orang puasa dengan alasan: MEROKOK MERUPAKAN MUBTADIL (PENGGANTI) MAKAN-MINUM BAGI PARA PEROKOK. Tanpa makan-minum, asal bisa merokok, mereka merasa kuat.
>> JADI hakikat merokok itu sama dengan makan-minum, di mata pihak yang tidak merokok. Jelas hal ini sangat MEMBATALKAN esensi puasa itu sendiri.
>> Hukum seperti ini berlaku juga pada merokok ganja, menghirup Sisha, menghisap Hasis (candu), dan sejenisnya.
>> Demikian, semoga bermanfaat. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Don’tSmokeMan).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: