Makna Setan Dibelenggu…

Bismillahir rahmaanir rahiim.
=> Lama sekali kami merenungkan makna kata “setan dibelenggu” dalam hadits Nabi Saw. Antara membandingkan hadits itu dengan kenyataan.
=> Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Idza jaa-a Romadhon, fut-tihat abwabul jannah, wa ghul-liqot abwabun naari, wa shuf-fidat asy syayathin” (jika tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan DIBELENGGU SETAN-SETAN). HR. Bukhari-Muslim.
=> Pertanyaan besar: mengapa di kala Ramadhan masih banyak manusia berbuat dosa, kejahatan, dan sebagainya?
=> Ada yang bilang, jika ada orang berbuat jahat di bulan Ramadhan, itu karena dia telah DIAJARI JAHAT oleh setan dalam 11 bulan sebelumnya.
=> Ada juga yang berkata, seandainya setan tak ada di bulan Ramadhan, toh manusia masih punya HAWA NAFSU. Itu juga sumber perbuatan dosa.
=> Ada juga yang meyakini, bahwa setan itu ada manusia dan jin; inspirasi jahat bisa juga dari setan manusia.


=> TAPI KAMI JUMPAI FAKTA:
a. Kadang kami mengalami mimpi buruk di bulan Ramadhan, padahal mimpi demikian dari setan;
b. Kami juga dengar anjing menggonggong di malam Ramadhan, padahal itu pertanda ada setan;
c. Sebagian manusia mengalami was-was saat ibadah di bulan Ramadhan, misalnya tentang berapa jumlah rakaat yang sudah dia lakukan? Padahal was-was ini juga bisikan setan.
d. Ada yang marah, bertengkar, berkali, bahkan membunuh di bulan Ramadhan. Bukankah amarah adalah buah godaan setan?
e. Ada manusia yang menjadi lupa, berbuat dusta, atau menipu; ke semua itu tak lepas dari godaan setan. Malah kadang ada praktik sihir dilakukan saat Ramadhan, dengan segala modusnya.

=> Kemudian ada FAKTA besar, bahwa selama Ramadhan ada miliaran manusia kafir yang tidak melaksanakan ibadah Ramadhan. Bukankah mereka adalah sasaran godaan setan juga?
=> Dan satu lagi: Rasulullah SAW ajarkan banyak doa-doa dan dzikir penangkal godaan setan. Banyak sekali. Dan setahu kami, beliau tak pernah mengajarkan doa-doa itu dengan tambahan keterangan: “Lakukan doa-doa ini, kecuali di bulan Ramadhan.” Setahu kami tidak ada itu. Maka Sunnah berlindung dari setan terus berlaku di waktu kapanpun.
=> Maka itu kami SETUJU dengan pandangan sebagian ulama, bahwa maksud dari “setan dibelenggu” adalah KEKUATAN MEREKA DILEMAHKAN. Bukan tidak ada, tapi dilemahkan.
=> Demikian, semoga bermanfaat. Amin.

(SilentFeel).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: