Nasehat Abdullah Bin Mubarak…

* Suatu hari ada seseorang menjelek-jelekkan kehormatan saudaranya sesama Muslim. Abdullah bin Mubarak rahimahullah tertarik untuk menasehatinya secara hikmah.
* “Apakah kamu pernah berperang melawan kaum Rowawi?” tanya Ibnu Mubarak. Dijawab laki-laki itu: “Tidak pernah.”

Cintai Saudarmu Brother...

Cintai Saudarmu Brother…

* “Apakah kamu pernah berperang melawan kaum Parsi?” tanya dia lagi. Kembali dijawab: “Tidak pernah.”
* Seketika itu Ibnu Mubarak berkata penuh tekanan: “Celaka kamu. Romawi dan Parsi selamat dari pedangmu. Tapi saudaramu sesama MUSLIM, tidak selamat dari tajamnya lidahmu.”
* Kisah klasik ini sangat bermakna, terutama di zaman penuh perselisihan ini…
* MENGAPA ketika kita dirahmati Allah dengan menjadi Ahlul Islam, kita lebih sering menganiaya saudara sendiri, daripada merugikan kepentingan kaum kufar?
* MENGAPA kita sering berdebat panjang untuk menjaga hak-hak kaum kufar, bahkan menjaga kenyamanan hatinya; sementara ke sesama MUSLIM tidak henti-hentinya kita melukai perasaan dan merugikan kehidupannya?
* MENGAPA ketika semakin bertambah ILMU kita, semakin perih cara-cara kita dalam melukai sesama Muslim? Justru saat yang sama, kaum kufar semakin nyenyak dalam tidurnya, karena semakin aman dari kritik-kritik ilmiah kita.
* AKHI Muslim… Mari kita semakin mengeratkan cinta dan rahmat kepada sesama saudara kita (MUSLIM SUNNI). Belajarlah untuk membebaskan diri dari dendam, permusuhan, kebencian kepada sesama saudara. Jangan bawa dendam itu sampai ke liang kuburmu. Nanti hisab-nya sangat berat.
* Lihatlah sikap Abdullah bin Mubarak yang begitu peka menjaga hak-hak sesama saudara. Smoga bermanfaat. Amin.

(PeaceBrother).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: