SATU: Mempelajari SUNNAH (Syariat)

* Mempelajari Sunnah, sama dengan mempelajari Syariat. Atau dengan kata lain, mempelajari agama (Ulumud Din).
* Caranya bermacam-macam, antara lain:

== Menghadiri majelis taklim rutin, atau temporer. Boleh mengkaji kitab, boleh juga kajian tematik.
== Mulazamah (bersimpuh) di depan guru. Boleh guru bersanad, atau guru tak bersanad. Boleh guru berijazah atau tak memberi ijazah.
== Belajar di sekolah agama, dari level ibtidaiyah sampai jaami’ah (universitas). Tingkat sarjana, sampai profesor.
== Belajar di ma’had-ma’had ilmu. Boleh yang tradisional atau modern.
== Ikut halaqah-halaqah pergerakan Islam.
== Menelaah media-media Islam, semisal majalah, internet, radio, TV, rekaman MP3, rekaman video, dll.
== Mengikuti informasi di media-media sosial yang menyebarkan ilmu, hikmah, manfaat ilmiah.
== Menelaah fatwa-fatwa ulama, baik lokal maupun internasional (Timur Tengah).
== Ikut forum diskusi, bedah buku, bahtsul masa’il, dan lainnya.
== Dan lain-lain cara yang halal dan baik.

* Rasulullah SAW bersabda: “Wa man salaka thariqan yaltamisu fihi ‘ilman, sahhalallahu lahu thariqan ilal jannah” (siapa yang menempuh jalan yang dengan itu dia dapatkan ilmu, maka dia akan dimudahkan jalannya menuju surga).
* Tetapi hindari majelis-majelis yang mengajarkan permusuhan, kedengkian, perpecahan, hajar-menghajar antar sesama Muslim. Majelis seperti itu lebih dekat ke pintu-pintu neraka, daripada membawa ke pintu surga. Jangan ragu untuk meninggalkan majelis para ahlul bid’ah tersebut.
* Kita boleh menghadiri manjelis yang membahas sekte-sekte sesat (terlarang) seperti membahas Syiah, Khawarij, Mu’tazilah, Ahmadiyah, Liberal, Sekuler, dll. Di mana semua itu kesesatannya telah IJMAK (konsensus) di kalangan Ummat, ia tak mengapa.
* Tapi kalau menyerang, mencela, mempermalukan sesama Muslim dalam masalah-masalah yang bersifat DENDAM PRIBADI, pendapatan ekonomi, perselisihan sudut pandang, perkara samar, ada peluang takwil (intepretasi), soal wasilah dakwah, dll. maka semua kekerasan verbal itu haram. Para pelakunya dihitung telah menzhalimi kaum Muslimin.
* Semoga Allah Ta’ala memberi kita taufik untuk menetapi jalan yang diridhai-Nya. Amin ya Rahmaan ya Rahiim.

(BandarCita).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: