Lebih Baik Jadi Muslim Awam, Jika…

Lebih baik menjadi Muslim awam, tetapi hatinya ada cinta (mawaddah) dan sayang (rahmah) ke sesama Muslim. Lalu dia membawa cinta itu sampai saat wafatnya.

Daripada Anda punya banyak ilmu, hafal kitab-kitab, hafal qaul ulama, mahir dalam segala medan perdebatan; tetapi di hati tersimpan BENCI dan DENDAM ke sesama Muslim.

Bila Anda wafat sambil membawa dendam ke sesama Muslim, duh sangat berat hisab yang akan Anda dapatkan nanti. Bisa-bisa amal Anda hancur lebur karena BENCI dan DENDAM itu.

Wafatlah Sambil Membawa CINTA ke Sesama Muslim

Jangan Engkau Wafat Melainkan Membawa CINTA ke Sesama Muslim

 

INILAH karakter Nabi kita Saw terhadap Ummatnya: “Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri; terasa berat baginya penderitaan kalian; sangat mengharapkan keselamatan kalian; dan terhadap orang-orang Mukmin sangat santun dan penyayang.” (At Taubah: 128). Maka tidak heran jika sampai akhir hayatnya, Nabi Saw terus gelisah, “Ummati ummati.

Dalam ayat lain: “Muhammad Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya -para Shahabat Ra- sangat tegas kepada kaum kafir dan sangat pengasih kepada sesamanya -Muslim-.” (Al Fath: 29).

Bahkan disebutkan doa khas para Shahabat Ra: “Rabbana ampuni kami dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam keimanan. Dan jangan adakan dalam diri kami kedengkian kepada orang-orang Mukmin. Rabbana sesungguhnya Engkau Maha Santun lagi Maha Pengasih.” (Al Hasyr: 10).

Mengapa setelah kita mengenal ilmu, mengenal Sunnah, mengenal Tauhid; justru malah tumbuh dengki dan permusuhan ke sesama Muslim? Ini sangat aneh. Pasti ada yang salah di sini.

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengucapkan kaidah agung. Kata beliau: “Ahlus Sunnah hum a’lamu bis shawab wa arhamu lil khalqi” (Ahlus Sunnah itu lebih tahu tentang kebenaran, dan lebih pengasih kepada makhluk).

BUKAN berarti kita harus jadi awam terus. Tidak. Karena para ahli ilmu punya keutamaan besar. Hanya saja, hiasi pemahaman ilmumu dengan akhlakul karimah. Inilah jalan Ahlus Sunnah sejati. Ingat, kaum Khawarij disesatkan karena mereka KRISIS KASIH SAYANG ke sesama Muslim. Ingat itu ya.

INGAT juga, bila seseorang telah biasa mendengki dan memusuhi sesama Muslim; seringkali dihiaskan dalam hatinya kegemaran pada permusuhan itu. Na’udzubillah min dzalik.

Wal akhiru, Rasulullah Saw bersabda: “Irhamuu man fil ardhi, yarhamakum man fis sama’” (kasihi siapa yang di bumi, akan mengasihimu siapa yang di langit -Allah dan para Malaikat-).

Semoga manfaat. Wallahu a’lam bis shawaab.

(GreenLeaf).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: