Memahami Karakter Generasi Salaf

Bismillah. Allah SWT memberikan kita panduan: “Wahai org-org beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah; dan janganlah mengikuti jalan-jalan setan, karena dia musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah: 208). Di sini dijelaskan bahwa konsep “Islam tidak kaffah” adalah jalan setan yang harus kita jauhi.

Dalam ayat lain: “Dan perangilah mereka sampai tidak ada fitnah, hingga agama ini seluruhnya murni untuk Allah.” (Al Anfaal: 39). Ternyata, kita diperintah menegakkan agama Allah, sampai tidak ada fitnah, sampai segala penghambaan hanya untuk Allah saja.

Dalam ayat lain, Allah berbicara tentang karakter Bani Israil: “Pergilah engkau Musa dan Tuhanmu, berperanglah kalian berdua, cukup kami duduk-duduk saja di sini.” (Al Maa’idah: 24). Bani Israil meskipun ilmunya banyak, tapi menolak Jihad.

MOMEN Jihad pertama dalam Islam adalah di lembah Badar. Saat itu Nabi Saw dihinggapi keraguan tentang komitmen para Shahabatnya. Lalu Ibnu Mas’ud Ra menegaskan, “Wahai Rasulullah, kami akan menyertai Anda dalam perang ini, dan kami bukan Bani Israil yang menolak berjihad.” Jawaban ini amat sangat menggembirakan hati Nabi Saw.

CIRI paling menonjol dari generasi Shahabat Ra adalah: a. Mereka mencari ilmu; b. Mereka bercepat-cepat melaksanakan ilmu; c. Mereka membangun ukhuwah antar sesama Muslim yang kuat; d. Dan mereka tidak memisahkan ilmu dari JIHAD. Hingga agenda Jihad itu menjadi obrolan sehari-hari. Sampai anak kecil pun ikut peduli. Itulah generasi SALAFUS SALEH.

Kemudian di era kekinian kita mendapati paham-paham yang aneh. Antara lain: “Gambaran Islam tanpa wibawa. Toleransi besar terhadap sekularisme. Menentang usaha-usaha penegakan Syariat. Memusuhi gerakan-gerakan Islam. Gemar sekali perselisihan dan keributan. Muncul phobia Jihad. Dan lain-lain.”

Sampai-sampai di antara mereka memusuhi PARA AKTIVIS ISLAM (Harakiyun) sebagai agenda utama; dengan tidak sedikit pun pernah merugikan kaum kufar. Intinya: memerangi saudara sendiri, dan membiarkan kaum kufar. Sifat kaum apa itu?

Karakter generasi Salafus Saleh telah terzhalimi sedemikian rupa.

Wallahul Musta’an wa ilaihi Mustaka.

(Willing).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: