Teruskan Bersikap Kritis…

Empowerment

Bismillahirrahmaanirrahiim. Saudara-saudari Muslim yang kami cintai. Mungkin setelah membaca blog ini sejak pasca Pilpres 2014 sampai saat ini, Anda akan mendapati sikap kami seperti berubah. Dengan kata lain, seperti tidak kritis lagi kepada rezim berkuasa.

Sejujurnya kami memang berubah. Tapi maksudnya, kami telah sepakat untuk lebih fokus kepada pemberdayaan internal kaum Muslimin. Pilihan ini kami ambil setelah bertahun-tahun mengelola blog ini, melaksanakan kegiatan-kegiatan di lapangan, membaca secara kritis situasi sosial, dan berdiskusi dengan banyak pihak. Jadi tidak serta merta.

Selama ini kami melihat kekurangan kita dalam usaha pemberdayaan ini. Sedangkan untuk masalah isu media atau debat medsos, kita tidak kurang-kurang. Ya mungkin kata-kata seperti ini klise ya, tapi itulah kenyataan yang ada di depan mata. Coba pikirkan kalimat ini: “Andaikan kaum Muslimin kuat berdaya, mustahil akan selalu kagetan dengan isu-isu baru. Bahkan seharusnya kita bisa memperkirakan akan datangnya masalah-masalah di masa depan.” Coba pikirkan kalimat ini.

Kalau kami dianggap takut, alhamdulillah tidak. Sejak tahun 2008 lalu kami terus mengkritisi pemerintah SBY Cs. Ya itu sebagai alasan, bahwa kami sudah berbuat semampunya.

Kalau kini muncul rezim yang LEBIH PARAH dari SBY Cs tersebut, ya menjadi kewajiban yang lain untuk turun meluruskan. Di balik rezim tersebut berkumpul banyak orang yang memiliki jiwa Islamophobia. Di mata mereka, kaum Muslimin tidak ada benarnya. Bukan sekedar Islamophobia, bahkan ada semangat kolonialisme.

Ya silakan, Anda teruskan amanat Ummat untuk terus meluruskan arah yang salah dan bengkok. Kami telah memilih langkah untuk melakukan pemberdayaan Ummat. Itu pun ditempuh setelah sekian lama mencoba menyampaikan amanat amar makruf nahi munkar semampunya…

Malahan saat ini kita jauh lebih membutuhkan sikap kritis lebih dari kebutuhan saat SBY Cs kemarin. Maka kami mendukung sepenuhnya gerakan Ummat untuk menunaikan amar makruf nahi munkar, dengan sebaik mungkin. Adapun tentang kebijakan kami pribadi, atau terkait media ini, ya Anda semua telah memahami.

Demikian. Semoga dimaklumi. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Admin Blog).

 

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: