Kisah Domba Qurban

Oktober 11, 2015

Qurban dengan Domba Leutik

Kisah ini terjadi beberapa tahun lalu. Namun membekaskan kenangan lucu. Saat itu saya “dikerjai” bapak-bapak penerima hewan qurban.

SINGKAT KATA… (napa sih suka singkat-singkat; namanya juga status EFBI, jangan banyak protes lo ya).

Sebuah panitia tebar hewan qurban menghubungi saya. Mereka bermaksud menyalurkan DOMBA, saya diminta bantuan mencarikan masyarakat sebagai penerima. Tentu saya merasa gembira. “Ini peluang dakwah,” kata kawan-kawan.

Akhirnya saya hubungi orang kampung, saya sampaikan niat itu. Mereka tampak gembira. Bahkan mereka datang ke rumah untuk memperkuat maksud. Mereka telah sedia dengan angkot untuk mengambil domba-domba itu.

Hari H pengambilan hewan sudah tiba. Sore hari mereka jemput saya, lalu kami bersama datang ke lokasi. Katanya akan datang ratusan domba. Asal dari Sukabumi.

Sayang sekali domba datang sangat telat. Kami tiba di sana sore hari, sementara domba-domba datang di atas jam 9 malam. Bayangkan betapa malunya kepada orang-orang itu. Ternyata, yang pada menunggu selain kami juga banyak.

Saya kira akan datang truk-truk besar membawa ratusan domba. Ternyata hanya sebuah mobil bak yang telah dimodifikasi baknya dengan papan-papan kayu. Kalo tak salah, bak itu dibuat bertingkat. Satu tingkat berisi mungkin 30an domba. Bayangkan, betapa kejamnya si pedagang. Dia bawa ratusan domba di bak sempit, menempuh jarak Sukabumi-Bandung.

Yang paling membuat kami takjub, atau mungkin “serasa mau nangis”; ternyata sebagian besar domba itu masih kecil-kecil. Perkiraan usia, antara 3-7 bulan. Mayoritas belum cukup umur. Allahu Akbar.

SAAT aku tanyakan ke panitia, kenapa domba masih bayi-bayi begini? Panitia tak memberi penjelasan kongkret. Muka mereka tampak tegang juga. Seolah mereka ingin berkata: “Sudahlah, jangan banyak protes. Masih untung juga kita dapat domba. Yang penting, besok kita makan sate atau bikin sop daging. Pokoknya asli domba, bukan kucing.” He he he. Kalau ingat kejadian itu serasa mau ketawa. Sudah berjam-jam menunggu, hasilnya dapat “bayi domba”.

Oke kita teruskan… Alhamdulillah kelompok kami dapat 4 atau 5 domba. Ada yang tanggung, ada yang kecil imut-imut. Semua itu dibawa masuk ke angkot. Lalu kami bawa pulang untuk disembelih esok harinya.

Saat pulang, bapak-bapak duduk di belakang bersama domba-domba. Saya duduk di depan di samping sopir. SEPANJANG jalan mereka bercanda-canda, karena dapat “bayi domba”. Saya pura-pura tidak dengar; padahal NGEMPET (menahan diri) supaya tidak ikut ketawa. Kata orang ‪#‎JAIM‬ gitu lho.

Tapi ada sebuah candaan mereka yang hampir saja membuat tawa saya pecah. Kalau pecah, duuh malunya. Saya kuat-kuat menggigit gigi dan mengeraskan rahang, supaya benteng ‪#‎KEJAIMAN‬ tidak jebol.

Kata mereka begini, sambil becanda: “Ini sih kalau dimasak bukan jadi kambing guling, tapi ANJING GULING.” Hua ha ha ha…tawa mereka meledak. Saya ngempet sekuat tenaga, supaya gak ikut ketawa. Alhamdulillah berhasil, meski rahang berasa ngilu.

Mungkin karena lelah, mereka diam juga. Tapi celetukan-celetukan “maut” terus bermunculan. Ya Ilahi, perjalanan penuh ujian lahir bathin.

Akhirnya, mobil sampai depan komplek. Saya turun, mereka meneruskan jalan pulang. Setelah sampai komplek, saya baru bisa ketawa. Meski tidak terbahak-bahak.

JUJUR saya tidak bisa menyalahkan orang-orang itu. Banyak celah kritik di balik kejadian ini. Menunggu kelamaan dan usia hewan qurban belum cukup. Itu jadi fitnah tersendiri di depan awam.

Saya tidak paham, mengapa terjadi kejadian begitu. Tapi amal qurban tanpa persiapan, bisa menghilangkan amal itu sendiri karena syarat-syarat tidak memenuhi. SEMOGA KEJADIAN INI JADI PELAJARAN.

Siapkan segalanya dengan baik, agar amal-amalmu sempurna. Amin ya Allah.

(Sam Hikmat).

Iklan

Mengapa Mereka Jadi Hombreng ??

Oktober 11, 2015

TARUHLAH di sini kita tidak sedang marah-marah. Tapi murni mengungkapkan keheranan. Kenapa seseorang bisa menjadi gay atau lesbian ya?

Namanya ktertarikan seksual, PASTINYA KE LAWAN JENIS. Seperti kejadian alam, ada muatan listrik positif ada negatif; ada kutub magnet utara ada kutub selatan; ada angka ganjil dan genap; ada plus ada minus; dan sebagainya.

Kehidupan hewan-hewan menampak situasi berpasangan. Hewan jantan berkawin dengan betina. Begitu juga dalam tumbuhan, serbuk sari membuahi putik. Poros jantan dan betina bertemu, menjadi hasil MASLAHAT. Alhamdulillah…

Inilah aslinya kehidupan. Inilah SUNNATULLAH, mekanisme universal yang berlaku di alam.

Lha kok kemudian laki-laki jadi menyukai laki-lagi; perempuan menyukai perempuan. Apa ini, man??? Bukan sekedar suka, tapi membuat mekanisme seksual aneh. “Sing penting aku senang, meskipun melawan kehendak kodrat,” begitu kata mereka.

Sulit memahami, mengapa mereka suka sesama jenis. Ini selera TIDAK WAJAR. Sangat menyalahi Sunnatullah. Kata ulama: “Jangan melawan Sunnatullah, maka engkau akan terkalahkan.”

DALAM cinta pasti ada ujiannya, yaitu CEMBURU. Bagaimana kalau sesama laki-laki saling cemburu, untuk memperebutkan cinta laki-laki idaman? Apa akibatnya? BINASA…

Hal paling aneh. Ketika laki-laki menyukai laki-laki, saat yang sama dia jadi MEMBENCI WANITA atau antipati. Begitu pula dalam kasus lesbian. Padahal normalnya: “Kalau kita mencintai lawan jenis, tidak perlu sampai membenci sesama jenis.” Iya kan.

MANUSIA normal mencintai lawan jenis dalam formula cinta yang KOMPLEK. Sedangkan cinta kepada sesama jenis hanya dalam level: persahabatan, persaudaraan, setia kawan, dan saling membantu.

SEOLAH dalam diri kaum HOMBRENG & LESBONG, ada kekuatan ghaib yang mengendalikan diri mereka. Hal serupa itu pernah terjadi di era Sodom Gomorah. Itulah uncontroled madness. Bangsa setan menguasai diri mereka, memaksakan seleranya; mengajak mereka melawan SUNNATULLAH. Wal ‘iyadzubillah.

Wa man ya’syu ‘an dzikri ar rahman nuqaiyyudh lahu syaithana fa huwa lahu qarin” (siapa yang berpaling dari mengingati Ar Rahmaan, kami jadikan setan berkuasa atasnya, kemudian setan itu menjadi teman setianya). Az Zukhruf:36.

Sangat mungkin keenggganan dengan wanita, karena jauh dari DZIKRUKLAH itu. Smoga yang sedikit ini bermanfaat. Amin ya Rabbana.

(Sam).


Riwayat Sangat Menakjubkan

Oktober 9, 2015

Kami temukan riwayat ini dalam Riyadhus Shalihin. Begitu membacanya serasa “cerah ceria”. Ada POIN HEBAT yang sesuai dengan kondisi politik di zaman sekarang.
.
Setiap orang mungkin beda rasa dan selera. Namun silakan saja direnungkan sendiri. Kami tak mau mendikte. Monggo…Mas, Mbak, Bapak, Ibu.
.
Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tsalatsatun laa yukallimuhullahu yaumal qiyamati wa laa yuzakkihim wa laa yanzhuru ilaihim walahum ‘adzabun alim: Syaikhun zaanin, wa malikun kadz-dzab, wa ‘aa-ilun mustakbir“. (HR. Muslim).
.
Nabi Saw bersabda: “Ada 3 jenis manusia yang Allah tidak akan bicara pada mereka di Hari Kiamat, tidak akan mensucikan mereka, tidak melihat mereka, dan bagi mereka adzab yang perih. Mereka adalah: Orang tua bangka pezina, raja (presiden) pendusta, orang miskin yang sombong.” [HR. Muslim].
.
PEMIMPIN PENDUSTA balasannya: Tidak diajak bicara oleh Allah, tidak disucikan, tidak dipandang-Nya, sudah begitu DIANCAM SIKSA PERIH. Hiih, mengerikan.
.
Demikian, semoga riwayat ini menginspirasi. Amin Allahumma amin.

(Run).