AIR MATA PENYESALAN…

Pemuda itu dari Gorontalo Sulawesi. Keluarga besarnya Muhammadiyah.
.
Ayah-ibunya sudah wafat. Sejak kecil sampai dewasa dipelihara KAKAKnya. Sang kakak pula yang membiayai sekolah, sampai tamat SMA.
.
Entah mendapat pengaruh dari mana, dia tiba-tiba ingin nyantri di Pesantren Pusat LDII, Burengan Kediri. Di markas KAUM KHAWARIJ besar di Asia Tenggara (seperti Al Zaytun Indramayu & NII-nya, sama-sama Khawarij).

Setelah Kakak Wafat...

Setelah Kakak Wafat…

.
Kalau Khawarij klasik anti berbuat bohong. LDII beda. Di dalamnya banyak dakwah cabul, mempermainkan agama, juga membolehkan kriminalitas. Di sana ada slogan “oleh nyolong pokoke ora konangan”.
.
Hanya setahun pemuda itu ngaji di Burengan Kediri. Tapi dampaknya hebat. KAKAK dan keluarganya dia KAFIRKAN. Padahal sang kakak itu pula yang membiayai keperluan dia.
.
SAMPAI suatu ketika sang kakak wafat karena kecelakaan. Pemuda itu diberitahu dan diminta mengurusi jenazah kakaknya. DIA TIDAK MAU, karena meyakini kakaknya sudah KAFIR. Inna lillah…
.
Orang-orang LDII sering berkilah “para pembela kebenaran selalu ditolak dan dimusuhi”. MASALAHNYA: Kebenaran yang mereka klaim itu tak terbukti; dan yang memusuhi mereka bukan orang kafir, tapi kaum Muslimin yang mereka zhalimi. Bagaimana mungkin orang zhalim terus beralasan seperti itu? Aneh.
.
Pemuda itu 10 tahunan menjadi dai LDII. Banyak menyebarkan paham KHAWARIJ yang sering disebut “anjing anjing neraka”.
.
Siapapun yang menjadi Khawarij, hancurlah amal-amalnya. Kata Nabi Saw: “Yamruquna minad dini ka maa yamruqu as sahmu minar romiyah” (mereka melesat keluar dari agama ini seperti melesatnya panah dari busurnya). Bayangkan saja betapa sangat CEPATNYA amal-amal mereka hancur-lebur.
.
Suatu ketika, atas HIDAYAH Allah, pemuda itu sadar dari kekeliruan. Awalnya dia tak terima dengan kewajiban “setor 10% penghasilan” agar mendapat SYAFAAT NUR HASAN UBAIDAH, sang pendiri Islam Jamaah. Bukan SYAFAAT NABI, tapi Nur Hasan. (Apa ini termasuk ajaran Islam?).
.
Wal hasil, alhamdulillah dia sadar & bertaubat dari kekeliruannya. Dia merasa plong setelah lepas dari ajaran SESAT-MENYESATKAN.
.
Dia kemudian mendatangi makam kakaknya. Dia peluk nisan makam itu dalam derai air mata membanjir. Dia tak tahu harus berkata apa. Dia menyesal dan amat menyesal telah mengabaikan hak-hak sang kakak, yang telah mengambil tugas orangtuanya. Hingga di saat kematian, sebatas memberikan hak terakhir, menshalatkan sang kakak, tidak dia berikan.
.
SEMOGA tetes-tetes air mata penyesalan yang jatuh di makam itu, menjadi sebab sampainya rahmat & ampunan Allah kepada sang kakak di alam kubur. Amin Allahumma amin.
.
==> Paling aneh dari LDII, ciri-ciri Khawarij mereka kental sekali. Tapi kalau mengkafirkan kaum Muslim, dia sering berdalih “mereka itu kafir, khawarij, anjing-anjing neraka”. Aneh, siapa lagi yang KHAWARIJ?

(WeStand).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: