MOMEN BAKAR BENDERA ITU

Bismillah. Ini terjadi sekitar tahun 1995-1996. Saya masih dalam dunia kuliahan.

WAKTU itu ada TABLIGH AKBAR bertema “Solidaritas Palestin” di depan Kampus UNPAD Jl. Dipati Ukur Bandung.

Informasi adanya Tabligh Akbar sudah beredar luas. Para aktivis segera dikerahkan untuk meramaikan acara.

Dalam TABLIGH ini tampil beberapa ustadz membakar ruhiyah hadirin. Mereka berorasi penuh semangat. Ada yang membahas aspek Syariat, sejarah, realita. Pekik takbir berulang-ulang terdengar. …para ikhwan “mendidih” seolah sudah siap melompat terjun JIHAD di depan mata.

Setelah orasi-orasi selesai. TIBA-TIBA dari arah belakang hadirin muncul dua pemuda dengan tampilan casual. Celana jins dan memakai jaket. Kalau tidak salah, salah satunya berkacamata.

Dua pemuda itu bergerak cepat, setengah berlari. Wajah tampak tegang. Mereka membawa BENDERA yang sudah diikat pada tongkat bambu. Bendera dibawa ke depan arena Tabligh. Wajah keduanya penuh muak & KEBENCIAN. Itulah dia bendera ISRAEL.

Salah satu pemuda mengangkat bendara, satu lagi mengeluarkan KOREK API. Bendera itu dibakar di hadapan ratusan hadirin.

SEKETIKA itu sahutan takbir membahana, berulang-ulang. Suasana mendadak gaduh. Sebagian ikhwan melompat maju, karena saking bencinya kepada NEGARA TEROR itu.

Ya Allah, betapa gemetar jika ingat momen tersebut. Hati-hati kami seperti dibawa dalam keharuan besar. Subhanallah…

Acara Tabligh ditutup dengan doa. Sang ustadz berdoa berlinang air mata. Hadirin pun sesegukan tak kuasa menahan tangis. Ya Rabb… Mereka menangis dalam iman, penuh mengharap, serta jiwa ukhuwah dengan saudara-saudaranya nun jauh di sana. Alhamdulillah…

INILAH karakter kader-kader dakwah yang di kemudian hari membentuk PARTAI KEADILAN. Partai kenangan yang kan selalu hidup dalam sanubari kami, insya’a Allah..

MASIH teringat jelas, dua pemuda pembakar bendera LAKNAT itu. Mereka berpakaian biasa. Bekerja sangat rapi. Terkendali. Setelah itu, lenyap tanpa bekas. Sampai kini pun, kami tak pernah tahu siapa mereka.

SETELAH peristiwa TABLIGH dan insiden bakar bendera itu, kami dengar pihak Pangdam merasa resah. Katanya, dia tak mau ada peristiwa begitu lagi.

Sekedar memoar. Semoga menginspirasi. Amin ya Rabb. Terimakasih. Alhamdulillah…

(TheShadow).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: