RUQYAH DALAM AL-QUR’AN

Allah SWT berkata dalam Kitab-Nya: “Au tarqo fis sama’i wa lan nu’mina li ruqika hatta tunazzala ‘alaina kitaban naqro’uhu. Qul subhana Robbiy, hal kuntu basyaron rosula.” (AL ISRO’: 93).

TERJEMAH: “Atau engkau (Muhammad Saw) naik ke langit, dan skali-kali kami tidak akan percaya dengan kenaikan-mu, sampai engkau mendatangkan suatu kitab yang bisa kami baca.” Katakanlah, “Maha Suci Rabbku, aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul.”

Kata “tarqo” dan “ruqika” adalah satu asal usul dengan ROQOY. Bentuk kata bendanya RUQYAH. Memiliki arti “tasha’ada” atau NAIK.

Maksud ayat di atas: Orang kafir ingin melihat keajaiban-keajaiban yang mampu ditunjukkan oleh Nabi Saw. Misalnya, beliau NAIK KE LANGIT, lalu membawa suatu kitab yang dapat mereka baca.

Ulama berkata: “Apa yang kalian katakan adalah kesombongan besar. Subhanallah jika hukum dan ayat-Nya mengikuti hawa nafsu mereka yang rusak dan akal mereka yang sesat.”

HIKMAH. Di sini ruqyah memiliki makna NAIK. Jika Rasul Saw bisa naik ke langit, disebut ber-ruqyah.

Seperti halnya doa dan amal-amal saleh, ia naik ke langit. Doa dipanjakan kepada Allah Ta’ala untuk dikabulkan. Amal-amal saleh naik untuk diberi pahala.

Ruqyah secara umum adalah MANTRA-MANTRA, JAMPI-JAMPI, BABACAAN, atau DOA-DOA.

Sedangkan RUQYAH SYAR’IYAH adalah doa-doa, jampi-jampi, atau mantra yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah; dilakukan dengan cara-cara sesuai Syariat. Doanya tidak mengandung kemusyrikan, begitu juga CARANYA.

Demikian, semoga manfaat. Amin.

Sam Hikmat.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: