SOSOK HAROKI SEJATI

Bismillah. Masih terkenang sosok guruku dulu. Seorang Murobbi dalam kajian Tarbiyah.
.
Beliau sarjana teknik, alumni ITB. Keseharian mengajar di sebuah institut teknik swasta. Asal Sulawesi Selatan. Saat itu sedang mengambil kuliah S3 teknik.
.
Dari sisi ilmu Syariat, hafalan ayat/hadits, atau bahasa Arab; tidak begitu istimewa.
.
Tapi SULUK (akhlak) pribadinya sebagai seorang MUHARRIK, aktivis dakwah, atau sosok HAROKI; sulit untuk dilupakan.
.
Mari sejenak bersama saya mengenang teladan sang Muharrik…
.
[1]. Beliau itu lisannya lembut, tidak menyakiti orang, dan tidak suka bertengkar.
.
[2]. Kalau membaca Al-Qur’an suara kalem, iramanya pelan, bahkan kadang terdengar lemah. Tapi tetap lancar.
.
[3]. Dia memenuhi janji. Meskipun muridnya banyak, janji yang dia sampaikan bisa dipegang.
.
[4]. Dia tak suka merepotkan murid-muridnya. Malah sering berkorban untuk murid-muridnya. Termasuk berkorban untuk saya. Sering harus “utak atik” anggaran keluarganya.
.
[5]. Kalau mengajar atau berdakwah, tidak mengambil honor. Semua free. Tapi kalau aku yang menyampaikan materi, dia usahakan ada amplop.
.
[6]. Sangat amanat dalam menjaga info-info dakwah. Tidak suka tersebar fitnah. Hingga isteri pun sering tidak diberitahu info-info penting.
.
[7]. Kapanpun diundang untuk rapat, koordinasi, atau syuro; tak peduli siang atau malam; selalu hadir di sana.
.
[8]. Pernah suatu malam, sekitar jam 11 malam, aku bertemu beliau tak sengaja di depan sebuah masjid. Aku tanya, mau kemana? Katanya, mau antar surat ke luar kota. Aku katakan, mengapa tidak yang lain saja? “Tidak, ini amanat buat saya,” katanya. Dia pergi jalan sendirian, di malam sudah larut.
.
[9]. Dia enak diajak bicara, diskusi, sampai curhat. Dia akan mendengarkan kita dan memberi arahan secara kalem.
.
[10]. Bila terjadi perselisihan, tak jarang dia membela kepentingan murid-muridnya.
.
[11]. Kalau membuat suatu rencana, prinsip yang selalu dia katakan adalah “kita bayangkan pahitnya dulu, jangan asal bermimpi indah”. Anda pernah begitu?
.
[12]. Dia suka gaya “silent working” bukan gila pujian dan popularitas. Ketika teman-temannya menjadi anggota dewan, dia memilih “behind screen”.
.
[13]. Kalau bicara bab HIDUP SEDERHANA, dia benar-benar contohkan dalam keluarganya. Rumahnya sederhana, ngontrak, sekalipun waktu itu dia sedang S3 teknik listrik.
.
[14]. Kalau sedang bicara atau diskusi, lalu anak-anaknya datang mendekat; segera dia BAGI PERHATIAN antara ke kami dan anaknya. Tidak pernah terlihat memarahi anak.
.
DEMIKIAN sekilas gambaran suluk seorang HAROKI sejati. Dan saya tidak mensucikan seseorang atas Allah Ta’ala.
.
Setelah mengenal “dunia ilmu”, yang sering saya dapati adalah perselihan, melanggar hak-hak saudara, dan akhlak yang kurang. Seolah ilmu “gak ngaruh” bagi perbaikan akhlak.
.
SOSOK yang saya ceritakan di atas berkarakter AL IKHWAN, bukan Syiah, Shufi, atau Liberal. Dia seorang aktivis gerakan (muharrik).
.
ILMU YANG SUNNI & SHAHIH SEHARUSNYA LEBIH BERKILAU DENGAN AKHLAK YANG TINGGI.
.
SEMOGA Allah merahmati guruku itu & keluarganya; merahmati kita semua, dan kaum Muslimin. Amin amin Allahumma amin.

(Muharrik).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: