AL IKHWAN DAN TUDUHAN KHAWARIJ

Ini termasuk tuduhan mematikan dan sudah beredar sedemikian lama. Tentu sudah menimbulkan kerugian-kerugian dalam kehidupan kaum Muslimin, baik anggota Al Ikhwan Al Muslimun sendiri, maupun orang-orang yang bermualamah dengannya.
.
Alasan tuduhan ini, karena beberapa perkara: [1]. Al Ikhwan dituduh mengajarkan paham memberontak kepada penguasa. [2]. Al Ikhwan disebut mendukung gerakan-gerakan demonstrasi. [3]. Al Ikhwan disebut menghalalkan serangan “bom manusia”.
.

Bersikaplah Adil

Bersikaplah Adil

MISALNYA tentang demonstrasi. Rata-rata gerakan Al Ikhwan memanfaatkan kesempatan demonstrasi untuk tujuan: membela nilai-nilai Syariat dan memperjuangkan kepentingan politik. TETAPI harus diingat, jalan demonstrasi itu dilakukan di negara yang HUKUMNYA MEMBOLEHKAN HAL ITU. Jika secara hukum tidak diperbolehkan, mereka tidak melakukannya. Coba Anda perhatikan demo-demo yang dikoordinasi oleh gerakan Al Ikhwan, rata-rata di negara yang membolehkan aksi tersebut.
.
Kemudian tentang serangan “bom manusia”. Al Ikhwan tidak membolehkan hal itu dilakukan di negara damai (non perang). Diperbolehkan di wilayah-wilayah perang, dengan syarat ketat. Adapun serangan bom manusia di negara damai, mereka nilai sebagai bagian dari TERORISME. Hal itu secara fikih ala Al Ikhwan ditolak keras.
.
Adapun jika ada elemen-elemen gerakan Takfiri yang melakukan serangan-serangan “bom manusia” di wilayah aman (non perang). Ya, jangan dikaitkan dengan gerakan Al Ikhwan. Itu tentu sangat berbeda. Kita tidak boleh menghukum orang yang tidak bertanggung-jawab atas suatu perbuatan.
.
Kemudian soal pemberontakan… Ini penting dijelaskan. Sebenarnya, tidak bisa menilai Khawarij tidaknya suatu kaum karena alasan pemberontakan. Para ahlul bughat (pemberontak) itu tak otomatis dianggap Khawarij. Lagi pula, jika demikian, maka sebagian Shahabat Nabi Ra bisa masuk golongan Khawarij. Bahkan berdirinya Daulah Umawiyah, Daulah Abbassiyah, Daulah Andalusia, dan lainnya bisa dianggap bagian dari Khawarij.
.
TETAPI masalahnya, Al Ikhwan tidak memiliki reputasi memberontak kepada penguasa (pemerintah) di mana saja, baik pemerintah Islami atau sekuler. Coba Anda cari-cari data, di mana Al Ikhwan pernah kedapatan melakukan pemberontakan politik (kudeta)? Coba deh sebutkan!
.
Kemauan mereka menempuh metode demokrasi untuk mencapai kekuasaan, itu membuktikan MEREKA BUKAN PECINTA KEKERASAN. Tapi menghargai cara-cara kompetisi politik yang fair dan resmi. Itu fakta lho.
.
Fakta lain, saat kemarin Presiden Mursi kekuasaannya direnggut oleh As Sissi Cs dengan cara-cara sangat kasar dan biadab; ribuan tokoh dan aktivis Al Ikhwan dijebloskan ke penjara dan disiksa dengan keras; para ulama Mujahidin menyerukan agar Al Ikhwan melawan penindasan itu. Namun pimpinan-pimpinan Al Ikhwan melakukan syura darurat dan memutuskan untuk TETAP DI JALUR DAMAI. Tidak kurang, elemen-elemen Jihadi di Sinai, telah menyatakan perang kepada As Sissi, sementara Al Ikhwan yang menjadi korban keganasan As Sissi, tetap memilih cara damai.
.
Dan akan sangat berbeda jika situasinya di negeri perang, seperti Palestina, Suriah, Afghanistan, Yaman, atau Irak. Nah, di tempat-tempat ini para pemimpin Al Ikhwan membuka kesempatan perang secara gentle.
.
Anda coba perhatikan akhlak ini, kesabaran ini, serta hikmah yang dipikul oleh para ulama dan pemimpin Al Ikhwan ini? Subhanallah deh, kalau tahu kenyataan akhlak mereka, malulah kita ini.
.
Masak untuk yang seperti itu disebut Khawarij? Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kok manusia tidak takut ya dalam melanggar hak-hak sesama Muslim? Bukankah kata Nabi Saw, dua hal yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka, adalah LISAN dan KEMALUAN?
.
Afwan ya. Afwan sekali. Sejak tahun 2000-an, saya sudah tidak bersama ikhwah Tarbiyah (kadang disebut Al Ikhwan). Sejak itu lebih banyak bergaul dengan ikhwah Salafi (khususnya komunitas Wahdah Islamiyah). Atas takdir dan rahmat Allah, justru setelah itu saya lebih banyak paham tentang gerakan Al Ikhwan ini. Sesuatu yang dulunya belum saya pahami.
.
Pernah suatu ketika Dr. Al Qaradhawi mengatakan, bahwa ulama-ulama seperti Syaikh Bin Baz, Al Utsaimin, Al Albani itu bukan monopoli satu kelompok saja. Beliau mengklaim, ulama-ulama itu adalah MILIK KAUM MUSLIMIN SECARA KESELURUHAN. Apakah Anda bisa mendapati contoh sikap legowo seperti itu?
.
Semoga para ahli fitnah, dendam, dan kebencian cepat-cepat bertaubat. Jangan sampai mereka wafat dalam keadaan menzhalimi kaum Muslimin. Hati-hatilah kawan!!!

(Al Wasath).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: