Antara Syaikh Hasan Al Banna dan Syiah (di Irak)

Gerakan Al Ikhwan sering dituduh terkait Syiah. Dengan alasan, Syaikh pendirinya pernah bertemu tokoh Syiah Iraq, lalu membuat pernyataan “saling hormat-menghormati”.
.
TAPI orang lupa, bahwa pernyataan itu disampaikan pada era tahun 40an, ketika Mesir dan Iraq sama-sama dalam masa KOLONIALISME. Semua pihak butuh kerjasama untuk melawan penjajah.
.
DAN lagi, waktu itu, era 40an, madzhab Syiah bersifat PASIF, bukan AGRESSIF. Dalam pandangan mereka, tidak ada Jihad sampai datang Al Mahdi. Namun setelah REVOLUSI KHOMEINI 1979 (jauh setelah Al Banna wafat), madzhab Syiah berubah total. Mereka menggerakkan PAN SYIAHISME. Mereka ekspor “akidah kotoran” itu ke mana-mana.
.

Bahkan dalam satu sumber, Syaikhah Zainab Al Ghazali, salah satu tokoh wanita Al Ikhwan, tegas-tegas menolak Revolusi Khomeini ketika revolusi itu baru saja mencuat. Sekitar tahun 1979-1980.

.

MAKA sejatinya, Syiah lama dan baru sangat berbeda. Syiah ala Khomeini, adalah SYIAH AGRESSOR. Dan pastinya, ideologi Al Ikhwan sudah kenyang menghadapi yang begitu. Wallahu a’lam.
.
“Mencari udzur untuk sesama Ahlus Sunnah.”

(WeAre).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: