BANYAK MUSLIMIN TERBUNUH SECARA ZHALIM

Air Mata Ummat Ini

Air Mata Ummat Ini

Kata Nabi Saw di antara tanda-tanda datangnya Yaumul Qiyamah, adalah AL HARJ. Ketika beliau ditanya, apa itu Al Harj? Jawab beliau banyaknya pembunuhan.
.
FAKTA pembunuhan Muslim di Suriah, Iran, Irak, Palestina, Afghan, Rohingya, Afrika Tengah, dll mungkin merupakan realitas sesuai riwayat tersebut. Wallahu a’lam.
.

Namun kita jangan merasa lemah atau genatar. Semua itu terjadi atas izin dan perkenan Allah. Ada banyak hikmah dan makna di balik beraneka macam bencana tersebut. Sudah sepantasnya kita memahami dan mengenali hikmahnya.

.
TERKAIT semua musibah itu, ada beberapa hikmah sangat penting:
[1]. Datangnya musibah merupakan ujian dari Allah agar “la’allahum yarji’un” (mereka kembali) kepada agama Allah, setelah sekian lama lalai.
[2]. Agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menjadikan sebagiannya sebagai SYUHADA’. Karena bagaimana pun juga, kesudahan akhir adalah di akhirat. Bukan di dunia ini.
[3]. Agar mereka bangkit melawan, lalu sebagian menjadi MUJAHIDIN FI SABILILLAH. (Karena tidak semua momen bisa menjadikan suatu kaum sebagai Mujahidin).
[4]. Agar kaum Muslimin saling peduli, empati, bantu membantu. Bila tanpa musibah, mungkin kita akan cenderung ‪#‎menengwae‬ atau memilih bemanja-manja terus sama istri di rumah.
[5]. Agar Allah mengubah para musuh Islam menjadi para pembela Islam, dengan memberi hidayah anak-keturunan mereka. Seperti bangsa Mongol yang mulanya membantai Ummat, lalu masuk Islam atas dasar kesadaran.
[6]. Atau sebaliknya, agar Allah mempercepat kekalahan dan kebinasaan musuh-musuh Islam dan musuh Muslimin. Kaum zhalim dekat dengan kebinasaan.
[7]. Agar Allah mengampuni dan merahmati Ummat ini, secara keseluruhan. Selama amanat persaudaraan, tetap dijaga.
.
Sedih atas musibah, jelas.
Empati atas musibah, itu yang diminta.
Berubah baik setelah musibah, itulah akal yang hebat.
Mencari hikmah atas musibah, ciri orang Mukmin.
Mendoakan agar diringankan atas musibah, itu KEREN sekali.
.
Bantu Saudaramu, meski dengan sepotong doa.

(Real-life).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: