Para Pejuang Chechnya… Jangan Dilupakan!

Berjuang Membela Kaum Muslimin di Mana Jua

Berjuang Membela Kaum Muslimin di Mana Jua

Mereka berperang hadapi Rusia, di saat musim panas, semi, gugur, maupul salju.
Memakai seragam militer. Memanggul senjata semi berat.
Kadang berjalan puluhan kilometer untuk sebuah operasi.
Di tengah lebatnya hutan Kaukasus.
Beberapa pejuang berkumpul, wajahnya coreng moreng (khas wajah militer saat beraksi).
Mereka menerima pembagian bahan pangan awetan, seperti kornet, sarden, jus buah, susu, dll.
Tampak betul wajah-wajahnya cerah ceria.
Perjuangan ini sangat berat, fisik ruhani.
Jendral Shamil Basayev terpaksa diamputasi kakinya, terkena pecahan bom. Dia ke sana sini, naik kuda.
Jendral Khatthab putus jari tengahnya. Dia memimpin para pejuang berdoa di tempat terbuka, sambil ANGKAT TANGAN.
Nanti akhirnya Sang Jendral terbunuh, karena lokasinya ditembak rudal, tak lama setelah dia menerima panggilan via handphone (pengkhianat).
…sayup-sayup terdengar suara doa Syaikh Abdurrahman Al Jibrin rahimahullah untuk para pejuang Chechnya.
.
Laa tansau al Mujahidin aina maa hum.” Jangan lupakan para pejuang, di mana jua mereka berada.

(Spring).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: