POSISI ISA BIN MARYAM DAN KAUM NASRANI…

Juni 1, 2016

Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala bersabda: “Wa yu’allimuhul kitaba wal hikmata wat taurata wal injila, wa rasulan ila bani israila, anni qad ji’tukum bi ayatin min rabbikum.” (Ali Imran: 38-39).
.
TERJEMAH: Dan Dia mengajarkan kepadanya -Isa- Al Kitab dan Hikmah, Taurat dan Injil; dia juga seorang Rasul dari kalangan Bani Israil; dia berkata, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan suatu tanda dari Rabb kalian.
.
Ayat ini dan yang serupa menjelaskan, bahwa Isa bin Maryam As adalah SEORANG NABI UNTUK BANI ISRAIL. Ingat dan ingat, beliau diutus ke tengah Bani Israil.
.
Maka sangat aneh ketika banyak manusia NON BANI ISRAIL menjadi kaum Nasrani. Terutama orang Barat (pewaris peradaban Romawi). Apalagi orang Indonesia, China, Korea, dll.
.
Tapi yang jauh lebih aneh, adalah sikap Bani Israil sendiri. Sejak Isa As diutus sampai hari ini, MEREKA TIDAK PERNAH RELA DENGAN NABI ISA DAN AGAMANYA. Padahal kepada merekalah Sang Nabi dibangkitkan oleh Allah Ta’ala.
.
Sampai suatu titik, Bani Israil benar-benar KAFIR kepada Isa dan ajarannya. Yang beriman hanya segelintir orang yang kemudian dikenal sebagai HAWARIYUN (para Shahabat dekat Isa bin Maryam).
.
KETIKA Isa dan pengikutnya ditolak oleh Bani Israil, secara tak terduga, ajaran agama mereka di kemudian hari DIADOPSI (dipungut) oleh peradaban Romawi.
.
Peradaban Barat mengambil ajaran Nasrani, seperti layaknya mereka memungut ANAK TERLANTAR yang sangat memerlukan belas kasih. Konsekuensinya, kaum Romawi memasukkan ajaran paganismenya ke agama ini.
.
TRUS apa yang menarik dari semua ini?
.
Ketika Bani Israil “menceraikan” Kenabian Isa, maka Allah pun menutup PINTU NUBUWWAH dari tengah mereka. Hal itu sekaligus pertanda, Kenabian akan bergeser ke tempat lain. Dan ia adalah bangsa Arab dan Ummat Muslimin.
.
JADI sebelum dibangkitkan Rasulullah Saw, terlebih dulu diperlihatkan sikap PENOLAKAN Bani Israil atas Kenabian dari sisi Allah SWT. Padahal semula kaum Bani Israil identik dengan Kenabian.
.
Wal hasil, agama Nasrani adalah sebuah pertanda berakhirnya Kenabian Bani Israil, dan bangkitnya Kenabian Baru bersama: NABIYULLAH MUHAMMAD Shallallah ‘alaihi wa alihi wa sallam.
.
Jangan lupakan kami dari doa-doa baik Anda. Jazakumullah ahsanal jaza’.

(BlueWater).

Iklan

Ketika Wajah Politik Semakin Membosankan…

Juni 1, 2016
Politik Saling Menyandra

Politik Saling Menyandra

* Saat kapan itu? Ya saat-saat seperti ini…

* Penguasa merasa berhak mengacak-acak lawan politiknya. Siapapun yang diyakini melawan akan dilumpuhkan, secara pelan-pelan.

* Misalnya, ada lawan politik yang tampaknya “nyebelin” bagi rezim berkuasa. Dengan mudah si rezim memainkan alat-alatnya untuk mencari “kasus hukum” seputar para politisi dari pihak lawan politik. Setelah mendapat sejumlah kasus, mereka berteriak kegirangan “Kenak lu!” Atau teriakan “Tunggu tanggal mainnya.” Sangat menyebalkan.

* Nanti satu per satu lawan politik diancam. Memakai “terompet” media massa tentunya. Misalnya, tiba-tiba turun berita semacam ini “pihak kejaksaan menemukan korupsi oleh politisi X”, atau “kepolisian akan memanggil politisi Y terkait dugaan korupsi”, atau semacam “KPK akan memanggil politisi Z terkait pengaduan korupsi”. Ini kan boring banget…

* Pihak rezim itu bukan BERSIH KORUPSI, bukan TELADAN BENAR, atau SANGAT MORALIS. Tidak sama sekali. Mereka sama saja, malah lebih parah. Tapi hanya karena sedang berkuasa, mereka bisa LOLOS DARI JERAT HUKUM.

* Hanya karena berkuasa doang…

* Inilah yang kerap disebut para ahli sebagai POLITIK SALING SANDRA. Satu sama lain saling menyandra lawannnya, demi keuntungan politik jangka pendek.

* Nas’alullah al ‘afiyah. Kami memohon keselamatan kepada Allah Ta’ala dari “politik aneh” ini…

(SignIt).