AYAT YANG SANGAT PENTING (BAGI PARA PENCARI REZEKI)

Dalam Al Qur’an kita sering membaca ayat yang bunyinya begini: “Allohu yabsuthur rizqo li man yasya’u wa yaqdir.” Ayat demikian diulang di beberapa tempat.

Artinya: “Allah meluaskan rezeki bagi SIAPA yang Dia kehendaki, dan Dia membatasi (rezeki itu bagi SIAPA yang Dia kehendaki).”

MULA-MULA… Kita harus meyakini ayat ini. Bahwa Allah hakikatnya PENGATUR REZEKI kita. Harus diyakini, diimani, dan diridhai. (Konsep YIR: Yakin, Iman, Ridha).

Usaha adalah SARANA bukan HAKIKAT

SETELAH YAKIN… Silakan cari jalan-jalan atau sebab-sebab untuk MENJEMPUT REZEKI tersebut. Kata orang bisnis, cari KIAT-KIAT mendapat income. Tentu kemudian laksanakan.

DALAM MANA…kita mencari jalan/sebab datangnya rezeki itu, lakukan sebaik mungkin (IHSAN). Tapi JANGAN DIYAKINI bahwa datangnya rezeki kita SEMATA dari jalan/sebab itu. Jangan. Tetap kembalikan urusan SUMBER REZEKI ke ayat semula, yaitu: Allah Al Bashith Al Qadiir.

KITA bicara USAHA sebatas bicara sebab-sebab saja, bukan MEMASTIKAN bahwa rezeki kita sepenuhnya ada di sana. Sebab kalau kita seperti itu, sebagai ORANG BERIMAN Anda akan dibuat kelelahan. Nas’alullah al ‘afiyah.

BUKAN berarti TIDAK SERIUS usaha, tidak. Kan tadi sudah disebut, berbuat terbaik (IHSAN). Tapi jangan meyakini bahwa usaha itu sebagai hakikat SUMBER REZEKI kita. Sumber rezeki, tetap Allah Ta’ala.

BETAPA banyak rezeki Allah yang diberikan ke kita, melebihi nilai INCOME bulanan kita. Coba berapa nilai SEHAT Anda kalau dihitung secara nominal? Ingat untuk buang air atau keluar keringat saja, bagi yang tidak bisa melakukan; harus operasi dengan biaya besar.

LAIN dari usaha, adalah dengan tetap ISTIQOMAH IBADAH, banyak dzikir, istighfar, berdoa, sedekah kebaikan. Tujuannya, bukan AGAR KITA KAYA RAYA (seperti Nabi Sulaiman As), bukan ke sana. Namun agar HIDUP KITA BERKAH. Amin amin ya Rabb. Hidup kaya belum tentu berkah.

ANDAI dengan semua YAKIN, USAHA IHSAN, BERGANTUNG KE ALLAH, dan DZIKIR ini…kok rezeki kita masih biasa-biasa saja; tidak sekinclong nasib Bill Gates atau Eka Cipta? Kalau hasilnya begitu ==> Berarti Allah LEBIH MENYUKAI Anda berperan sebagai orang biasa, bukan orang kaya. Allah lebih tahu yang LEBIH MASLAHAT buat Anda.

JIKA kita diberi kadar EKONOMI TERBATAS, insya Allah akan didatangkan keutamaan-keutamaan lain. Misalnya punya anak istri yang sabar, punya saudara atau tetangga pemurah, punya kawan-kawan pengertian, dll. Tapi harus juga MENASEHATI KELUARGA agar sabar dan tidak gila keduniaan. Siapapun harus menasehati keluarganya dengan itu, tidak peduli orang kaya atau ekonomi pas-pasan.

BILA dirimu hidup istiqamah, meski EKONOMI TERBATAS, tetap istiqamah sampai AKHIR HAYAT. Jika demikian, ya itulah SEBAIK-BAIK PRESTASI HIDUPMU di dunia. Kamu manusia TERHORMAT, selama hidup sampai saat wafat. SURGA nan luas akan jadi tempat kembalimu. Amin amin ya Rabb.

BOLEHKAH kita berdoa dengan kata misalnya “Ya Allah ya Basith…yassir lana arzaqana” (ya Allah yang Maha Meluaskan rezeki, mudahkan atas kami urusan rezeki kami). JAWAB, boleh. Itu dianggap berdoa dengan menyebut ASMA’UL HUSNA.

Demikian, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Amin amin ya Rabb.

(Sam Hikmat).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: