DULU PERNAH MENDAPATI…

Ada seorang penceramah, agak senior. Dia layaknya seorang ahli Matematika. Bapak itu mengajarkan kebenaran IMAN benar-benar memakai ilmu logika.

Misalnya logika seperti ini: “Kalau A terjadi karena B, lalu A dan B disatukan hasilnya C, kemudian B dikurangi A jadi D, lalu D dicampur C jadi A.”

Nah, saat melihat kenyataan begitu, saya ANGKAT TANGAN. Tidak mau menempuh jalan itu. Mengapa? Pastinya, Nabi Saw dulu saat mengajarkan agama bukan begitu caranya.

*) Lagi pula, kalau konsep LOGIKA begitu diterima, maka nanti ia akan menjadi “manhaj” untuk memandang segalanya. Pastinya, setelah itu, Anda akan lelah…

Kalau gak percaya, coba saja…

(WeAre).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: